Tekstur Pakaian Terlalu Lentur sehingga Susah Diatur, Begini Tips Mengatasinya

Tekstur Pakaian Terlalu Lentur sehingga Susah Diatur, Begini Tips Mengatasinya

Bahan pakaian yang memiliki tekstur terlalu lentur, membuat susah diatur. Terutama saat setelah disetrika, ketika dipakai akan menempel pada kulit. Belum lagi kalau ditata dimasukkan ke celana atau rok, sulit presisi karena terlalu lentur. Ditambah lagi, bahan tertentu menyebabkan muatan listrik statis yang biasanya terjadi pada kain yang tipis. Untuk mengatasi pakaian susah diatur, ikuti tips berikut ini.

1. Setrika memakai lapisan yang kering

Anda bisa memanfaatkan kain yang kering sebagai lapisan saat menyetrika baju yang susah diatur. Menurut saran penata busana Audree Kate López dilansir Byrdie, Senin, 23 Oktober, ambil kain pengering dan gosokkan pada bagian dalam pakaian Anda yang berbahan lentur. Ini akan menghilangkan listrik statis dan mengatasi persoalan ini.

2. Gosok dengan hanger logam

Gantungan pakaian atau hanger berbahan logam, bisa membantu mencegah listrik statis pada pakaian Anda yang bertekstur lentur dan ringan. Saran López, gosok pakaian Anda dengan hanger bisa menetralkan listrik statis yang mengalir melalui kain.

3. Semprotkan hairspray

Menyemprotkan sedikit hairspray ke bagian dalam gaun, rok, ataupun kemeja dengan bahan lentur atau yang melepaskan arus listrik statis, bisa membantu. Jelas López, alkohol dalam hairspray berfungsi melemahkan muatan statis.

4. Keringkan pakaian dengan tepat

Anda mungkin berpikir mengeringkan pakaian akan optimal setelah dicuci lalu diperas. López mengatakan, jangan membiarkan pakaian terlalu kering. Sarannya, pakai pelembut kain atau kurangi waktu pengerihan untuk mengurangi potensi semakin sulit diatur karena muncul aliran listrik statis pada pakaian.

5. Tambahkan pelembap pakaian

Pakaian terlalu kering dan terlalu lembap tak memudahkan Anda untuk mengaturnya saat dipakai. Idealnya, saran López, tambahkan sedikit saja kelembapan pada pakaian. Ini dapat mengurangi pakaian menempel pada kulit saat Anda memakainya. Bisa juga dengan memberikan krim pelembap pada kulit Anda.

Kenali Mana yang Paling Nyaman, Begini 5 Tips Memilih Bahan Kain Pakaian

Kenali Mana yang Paling Nyaman, Begini 5 Tips Memilih Bahan Kain Pakaian

Setiap kain bahan pakaian memiliki karakter masing-masing. Misalnya, ketika memilih bahan kain untuk dress atau terusan, Anda perlu memilih yang dingin dan berbahan jatuh pada gaya tertentu. Sedangkan untuk memilih kain celana, perlu berbahan menyerap keringat. Jika musim hujan, perlu memilih bahan yang lekas kering.

Kenyamanan mungkin juga akan dinilai berbeda bagi seseorang dengan orang lain. Oleh karena itu, Anda perlu memilih dan mengidentifikasi mana kain yang paling nyaman untuk potongan pakaian tertentu atau membangun ornamen tertentu untuk penampilan menawan. Supaya enggak salah pilih, berikut tips yang bisa dijadikan acuan ketika memilih kain bahan pakaian.

1. Breathability

Kemampuan kain bahan pakaian untuk menyerap udara dan keleluasaan pertukaran udara penting diketahui. Melalui kemampuan menyerap udara atau dikenal dengan breathability, nyaman atau tidaknya pakaian bisa dinilai dari bahan tersebut. Jenis kain yang memiliki breathability baik antara lain linen, wool, dan rayon.

2. Serat kain yang nyaman

Kelembutan serat kain membuat nyaman dipakai. Semakin kasar terasa di kulit, kenyamanan memakainya semakin dipertanyakan. Dilansir Collective Gen, Rabu, 24 November, ternyata ini didasarkan pada kemampuan kulit bernapas dan ketebalan permukaan kain. Nah, jenis kain yang paling nyaman seratnya antara lain katun, linen, sutra, flannel, jersey, satin, chiffon, dan rayon.

3. Ketahanan terhadap kerutan

Cara menyimpan kain yang mudah berkerut atau mudah lecek, ialah dengan menggantungnya. Jika disimpan dan dilipat di dalam lemari pakaian, perlu menyeterikanya terlebih dahulu supaya terlihat rapi. Jenis kain yang enggak mudah berkerut antara lain flannel, jersey, wool, denim, chiffon, dan nylon.

4. Sesuaikan fungsinya

Jenis kain tertentu pas untuk bahan pakaian musim dingin karena kainnya memiliki fungsi menghangatkan. Sebaliknya, saat musim kemarau, pilih kain yang tipis dan menyerap keringat seperti katun, linen, sutra, dan chiffon. Untuk kain yang hangat, pilih jenis polyester, nylon, satin, velvet, dan flannel.

5. Cara mencuci

Tentu jenis kain sutra akan mudah rusak seratnya jika dicuci dengan mesin cuci. Artinya, selain memilih kain bahan pakaian dengan ukuran kenyamanan, fungsi, daya serap, ketahui cara tepat untuk mencucinya.

Disamping jenis kain sutra, kain yang akan rusak seratnya jika dicuci dengan mesin cuci antara lain velvet, chiffon, satin, dan kulit baik sintetis maupun alami. Selain jenis kain tersebut, bisa dicuci dengan mesin cuci.

Selain Mencegah Bau, Kenali Manfaat Menyemprot Kain dengan Linen Spray

Selain Mencegah Bau, Kenali Manfaat Menyemprot Kain dengan Linen Spray

Beberapa tahun terakhir, linen spray yang awalnya merupakan parfum untuk memberikan wewangian dan mencegah bakteri pada sprei dan bantal ini menjadi populer. Linen spray dibuat dari essential oils dan kandungan natural lain. Namun ternyata, linen spray memiliki berbagai manfaat lain selain memberikan wangi. Berikut ini manfaat linen spray yang harus Anda ketahui.

Menghilangkan Bau

Linen spray adalah alat yang sangat tepat untuk menghilangkan bau tidak sedap dari kain. Essential oils dari spray tersebut dapat membantu menetralkan bau, sehingga Anda mendapatkan kain dengan aroma yang segar dan bersih.

Mengurangi Stress

Selain memiliki aroma yang segar, beberapa linen spray juga memiliki aroma yang menenangkan dari essentual oil yang man dapat membantu kita untuk mengurangi stress dan gelisah. Beberapa minya seperti chamomile dan bergamot juga dapat memberikan ketenangan dan menaikkan mood.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Aroma calming dari essential oil yang terkandung dalam linen spray juga bisa membantu Anda untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Dengan aroma yang menenangkan, beberapa linen spray dirancang khusus untuk digunakan di tempat tidur, dengan bahan yang dapat membantu mengatur suhu tubuh dan membuat Anda tetap nyaman sepanjang malam.

Ingat, apa pun jenis semprotan linen yang Anda pilih tentu saja harus terbuat dari bahan alami yang tidak beracun dan aman untuk keluarga. Pastikan semprotan linen harus bebas dari bahan kimia berbahaya serta alergen yang umum dikenal.

Trik Merawat Bahan Linen Agar Awet Puluhan Tahun

Trik Merawat Bahan Linen Agar Awet Puluhan Tahun

Sudah mengenal bahan linen? Kain yang biasa dibuat pakaian ini terbuat dari serat alami tanaman rami (Boehmeria Nivea). Ciri khasnya adalah permukaan yang halus tapi tampak berserat dan biasanya hanya tersedia dalam warna-warna natural atau pucat.

Kekurangan dari kain ini adalah tidak elastis, sehingga cenderung mudah kusut. Namun, linen tetaplah bahan berkualitas tinggi yang bisa awet sampai bertahun-tahun dan inilah yang membuat harganya cukup mahal di pasaran.

Buat yang menyukai bahan linen, pastikan Anda mengetahui cara perawatannya ya! Sebab, butuh perlakuan khusus agar kondisinya terus terjaga dengan baik dan bisa dipakai sampai puluhan tahun. Berikut tips merawat linen yang bisa dilakukan di rumah:

Semakin sering dicuci semakin lembut 

Salah satu keunikan dari bahan linen adalah ketika sering dicuci, maka ia bisa menjadi makin lembut dan nyaman dipakai. Bedanya dari bahan lain yang semakin sering dicuci jadi rusak, linen malah makin enak dipakai dan tidak jadi tampak kusam. Sebaiknya gunakan air dingin untuk mencucinya ya agar bahan tidak menyusut.

Jangan pakai pemutih

Meski Anda punya baju linen warna putih, sebaiknya hindari pemutih pakaian. Kandungan pemutih pakaian bisa merusak serat-serat dalam bahan linen yang membuatnya kaku. Cuci linen dengan deterjen biasa saja sudah cukup kok!

Jangan dikeringkan di mesin cuci

Bila Anda mencuci baju linen di mesin cuci, tidak perlu dilanjutkan ke tahap pengeringan ya! Setelah selesai dicuci, cukup kibas-kibas beberapa kali agar tidak berkerut kemudian jemur dengan hanger yang empuk. Pengering mesin cuci bisa bikin bahan linen jadi mudah menciut.

Hindari setrika langsung

Jika butuh menyetrika baju linen, sebaiknya jangan langsung kena bahannya ya! Anda bisa memberi alas kain untuk menghindari kontak antara baju dan setrika agar warnanya tetap cantik dan menjaga serat-seratnya agar tidak rusak.

Pakai steamer 

Cara terbaik untuk bikin baju linen tetap rapi sebenarnya bisa pakai steamer. Jadi baju tidak perlu melewati pengering mesin cuci dan setrikaan. Anda tinggal gantung baju atau letakkan di atas handuk bersih, lalu gunakan steamer untuk merapikannya agar tidak kelihatan kusut dan berkerut.

Digantung, bukan dilipat

Setelah baju rapi, jangan dilipat! Sebaiknya semua koleksi berbahan linen digantung di lemari. Pilih hanger yang cukup kokoh seperti dari kayu atau plastik tebal. Kenapa linen harus digantung? Sebab melipatnya bisa membuat bahan jadi mudah kusut dan menghindari Anda harus menyetrika ulang saat nanti akan dipakai.

Punya Banyak Koleksi Tas? Begini Cara Perawatannya agar Lebih Awet

Punya Banyak Koleksi Tas? Begini Cara Perawatannya agar Lebih Awet

Setiap orang umumnya memiliki beberapa jenis tas untuk menunjang penampilan. Dari tas kerja, tas pesta, tas untuk jalan-jalan santai, tas olahraga, dan tas-tas lain yang dipakai pada momen atau suasana hati tertentu.

Memiliki banyak koleksi tas sebenarnya sah-sah saja, tetapi ingat bahwa semua perlu dirawat agar awet dan kualitasnya terjaga dalam waktu lama. Apalagi jika Anda membeli tas branded dengan harga tinggi, sayang sekali bukan kalau rusak karena tak mendapatkan perawatan?

Berikut beberapa tips merawat tas yang bisa dilakukan secara rutin:

Langsung bersihkan saat kotor

Ketika Anda menggunakan tas tertentu lalu kotor, misalnya terkena tumpahan kopi, noda makanan, atau alat tulis terbuka dan berceceran, segera bersihkan sebelum kembali disimpan. Gunakan kapas dan air hangat untuk menghilangkan noda. Jangan digosok terlalu bersemangat, cukup diusap lembut sampai kembali bersih.

Bila melihat ada jamur di permukaan atau dalam tas, segera bersihkan agar tak merusak lebih jauh lagi. Pertimbangkan untuk membeli sabun khusus tas agar hasilnya lebih optimal dan aman untuk material tas.

Rutin dipakai

Tas yang terlalu lama disimpan, apalagi dengan cara yang salah, akan rentan rusak walau jarang digunakan. Jadi, salah satu cara termudah merawat tas adalah rutin menggunakannya. Anda bisa secara bergantian memakai seluruh koleksi tas agar semua bisa bernapas lega dan tidak selalu dalam tempat penyimpanan.

Selalu ingat, lebih baik tas rusak karena sering dipakai sampai puas daripada rusak karena tak pernah dipakai.

Simpan dalam dustbag

Jangan menyimpan tas dalam kantong plastik demi melindunginya dari debu. Plastik membuat tas jadi kurang bisa bernapas dan kondisi di dalamnya menjadi lembap. Jika ada, simpanlah dalam dustbag atau pakai tas dari bahan kain tipis. Dengan cara ini, tas terhindar dari debu dan tidak akan terkena gesekan dari tas-tas lain.

Gunakan bantal tas

Saat ada tas yang bentuknya tidak tegak dan kaku, sebaiknya isi dengan bantal khusus ketika disimpan. Cara ini dilakukan agar bentuknya tidak penyok dan berkerut. Jika tidak ada bantalan khusus, Anda bisa mengisi tas dengan kain yang digulung sampai tas penuh atau menggunakan bubble wrap. 

Jangan digantung dan ditumpuk

Menggantung atau menumpuk tas mungkin terkesan mudah. Namun, jika terlalu banyak tas digantung di tempat yang sama, semuanya rentan berdebu, berjamur, dan menggores satu sama lain. Belum lagi bagian talinya bisa menjadi kendur.

Tas memang sebaiknya disimpan di rak atau lemari terbuka dan ditata satu per satu. Namun, jika Anda punya tas-tas kain, seperti tote bag kanvas atau ransel dari bahan katun, ini memungkinkan untuk ditumpuk bersama tas serupa karena bahannya tak seringkih material kulit.

Jangan simpan di tempat lembap

Jika kamar Anda cenderung lembap, carilah area lain yang lebih sejuk dan kering untuk menyimpan tas. Sebab, kelembapan berlebih tak terlalu baik untuk tas karena mudah menimbulkan jamur dan merusak kondisinya. Pun, sebaiknya hindari menaruh tas di lemari kayu dan tempat gelap karena bisa menimbulkan jamur.