Rekomendasi Bahan Handuk Yang Bagus

Rekomendasi Bahan Handuk Yang Bagus

Handuk merupakan salah satu benda yang wajib dimiliki oleh semua orang di rumah. Pasalnya, handuk selalu kita pakai setelah mandi untuk mengeringkan badan, muka, maupun tangan.

Mengingat handuk dipakai setiap hari, maka penting bagi kita untuk memperhatikan bahan handuk yang bagus dan dapat tahan lama guna menghindari masalah kulit serta risiko kulit iritasi karena bahan handuk yang kasar setelah beberapa kali pemakaian.

Lalu, bagaimana caranya tahu bahan handuk yang cocok untuk kamu? Yuk, kenali dan pelajari bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat handuk di dalam artikel berikut!

1. Katun

Sejauh ini, katun menjadi salah satu bahan handuk yang paling banyak digunakan. Selain terasa lembut di kulit, bahan katun ini juga aman karena berisiko kecil menyebabkan iritasi. Katun juga bahkan dapat menyerap air dengan baik, sehingga cocok untuk bayi yang kulitnya cenderung lembut dan lebih sensitif.

Namun, bahan katun untuk handuk dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu combed cotton dan carded cotton. Berikut perbedaan di antara keduanya:

  • Combed cotton 

    Combed cotton adalah sejenis benang yang telah disisir untuk memisahkan serat yang lebih pendek agar benang menjadi lebih kuat dan lembut. Hampir 12-15% volume kapas dihilangkan dengan cara ini, sehingga benang katun yang dihasilkan lebih halus, lebih kuat, berkualitas tinggi dan tahan lebih lama.

  • Proses produksi benang carded umumnya sama dengan proses combed, tetapi tidak menggunakan ”mesin combing” untuk memisahkan serat-serat pendek dalam proses pemintalannya. Sebab itu, benang carded memiliki serat yang lebih pendek dan berbulu. Namun, biasanya harganya lebih ekonomis dibandingkan dengan combed cotton.

2. Microfiber

Microfiber adalah serat yang terbuat dari campuran poliester dan poliamida. Diameter microfiber cenderung lebih kecil dari helaian rambut manusia, sehingga dapat menyerap air tujuh kali lebih banyak dari bobotnya sendiri. Meski demikian, handuk berbahan microfiber justru lebih mudah kering saat dijemur.

Microfiber dinilai paling cocok dijadikan sebagai handuk wajah karena dapat mengambil kotoran mikroskopis, minyak, sel kulit mati, dan kuman. Bahan Microfiber juga “bermuatan positif”, yang berarti dapat bertindak layaknya magnet untuk menarik partikel kotoran dan minyak.

3. Nilon

Handuk yang terbuat dari bahan nilon biasanya memiliki serat yang sedikit kasar, sehingga kurang cocok untuk digunakan sehari-hari.

Namun, handuk dengan bahan nilon bagus digunakan sesekali guna membersihkan dan menggosok kulit secara menyeluruh untuk mengangkat sel kulit mati. Selain itu, kebiasaan menggosok kulit pun juga dianggap mampu melancarkan peredaran darah serta mendorong produksi kolagen.

4. Wol

Bahan wol mempunyai tekstur yang lembut dan tebal, tetapi masih terasa ringan.  Bahan ini juga memiliki daya serap air yang cukup tinggi. Hanya saja, harga handuk wol terbilang cukup mahal dibandingkan dengan yang lain karena bahan wol diperoleh dari bulu binatang seperti domba. Handuk bahan wol ini cocok untuk kulit sensitif.

Selain itu, handuk wol juga harus dirawat dengan lebih telaten. Sebab, saat sudah lama dipakai, handuk wol agak sulit dibersihkan jika terkena noda kotoran.

5. Sutra

Jika bahan wol dari bulu binatang, maka bahan sutra terbuat dari air liur ulat sutra. Air liur diolah menjadi benang yang sangat lembut dan bernilai tinggi. Harga handuk sutra juga cenderung lebih mahal dibandingkan dengan handuk bahan lainnya. Handuk bahan sutra ini cocok untuk kulit sensitif.

Bagaimana, tertarik untuk custom handuk ? Toko Merchandise siap membantu

Tips Menghilangkan Karat Pada Stainless Steel

Tips Menghilangkan Karat Pada Stainless Steel

Karat pada stainless steel adalah salah satu masalah umum yang sering dihadapi oleh pemilik peralatan dan produk stainless steel. Meskipun stainless steel terkenal karena ketahanannya terhadap korosi dan karat, tetapi pada kenyataannya, bahkan baja tahan karat sekalipun tidak sepenuhnya kebal terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan karat.

Karat pada stainless steel tidak hanya berdampak pada estetika produk, tetapi juga bisa mengurangi kekuatan dan keawetan material tersebut. Namun jangan khawatir, karena pada artikel ini kami akan memberikan beberapa tips cara menghilangkan karat pada satinless steel tanpa merusak bahan. Simak penjelasan lengkapanya ya.

Penyebab Munculnya Karat Pada Stainless Steel

Karat dapat terbentuk pada stainless steel ketika lapisan pelindung kromium oksida rusak. Berikut beberapa penyebab umum karat pada stainless steel:

  1. Cara perawatan yang kurang tepat: Ketika kotoran yang menempel tidak dibersihkan dengan benar, atau permukaan tidak dibilas dan dikeringkan secara menyeluruh setelah dibersihkan, ini dapat memungkinkan zat besi bereaksi terhadap oksigen di udara, sehingga menyebabkan karat.
  2. Penggunaan sikat kawat atau wol baja: Penggunaan sikat atau wol berbahan baja yang biasa digunakan untuk mencuci piring dapat memicu karat. Ini karena terdapat partikel-partikel baja yang menempel pada permukaan stainless.
  3. Paparan bahan kimia: Paparan bahan kimia tertentu seperti asam sulfat terbukti dapat memicu karat pada permukaan stainless steel.

Cara Menghilangkan Karat Pada Stainless Steel

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda dapat melakukan beberapa cara dibawah ini untuk menghilangkan karat pada barang stainless steel milik Anda :

Uap Panas

Salah satu metode yang efektif untuk menghilangkan karat pada stainless steel adalah dengan memanfaatkan uap panas dari air mendidih. Dengan menggunakan uap panas ini, karat yang menempel pada permukaan stainless steel dapat dengan mudah dibersihkan. Langkah pertama adalah menyiapkan air mendidih dan kain microfiber. Prosesnya cukup sederhana, yaitu dengan meletakkan kain microfiber di atas area stainless steel yang terkena karat. Kemudian, tuangkan air mendidih secukupnya ke atas kain dan biarkan uap panas bekerja selama sekitar 5 – 10 menit. Setelah permukaan stainless steel mendingin, Anda dapat mulai menggosoknya dengan kain microfiber mengikuti arah serat logam.

Cuka

Cuka juga dapat digunakan untuk menghilangkan karat pada stainless steel. Caranya, tuangkan sedikit cuka putih atau cuka sari apel ke noda karat pada stainless steel. Biarkan beberapa menit, lalu gosok noda dengan kain lembut, mengikuti arah serat logam. Terakhir, bilas hingga bersih dan keringkan permukaannya dengan kain lap atau handuk yang bersih.

Air Lemon

Berikutnya, kita bisa menghilangkan karat pada stainless steel dengan mudah menggunakan air lemon dan soda kue. Campur beberapa sendok soda kue dengan air lemon, dengan jumlah yang cukup untuk menutupi noda karat pada stainless steel. Larutan yang dihasilkan dapat dioleskan noda karat secara merata. Gunakan spons basah untuk membersihkan permukaan. Jika noda karat masih ada, Anda bisa mengoleskan lagi larutan tersebut dan biarkan selama 30 menit sebelum membersihkannya dengan spons. Jika tidak ada air lemon, air perasan jeruk nipis juga bisa digunakan sebagai pengganti.

Soda Kue Dan Sabun Pencuci Piring

Cara sederhana untuk menghilangkan karat pada stainless steel selanjutnya adalah dengan menggunakan soda kue dan sabun cuci piring. Kombinasi ini terkenal ampuh sebagai pembersih peralatan dapur yang praktis dan efektif. Soda kue adalah bahan abrasif lembut yang tidak merusak permukaan stainless steel. Untuk menggunakannya, campurkan soda kue dengan sabun cuci piring cair, lalu oleskan selembar kain mikrofiber atau kain lembut lainnya. Gosok perlahan pada noda karat. Setelah karat hilang, bilas permukaan stainless steel dengan air dan keringkan dengan kain bersih.

Nah, itu dia beberapa tips untuk menghilangkan karat pada bahan stainless steel. Semoga membantu ya. Tertarik untuk custom merchandise bahan stainless steel ? Toko Merchandise siap membantu

Ukuran yang Pas Untuk Pin

Beberapa Ukuran yang Cocok Untuk Pin Custom

Pin sering dijual di berbagai event, misalnya di Festival Budaya Jepang yang menjual pin sebagai merchandise dengan gambar tokoh anime. Selain itu, pin juga sering dijadikan alat promosi oleh berbagai perusahaan, karena kita bisa custom pin ke dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan. Apakah itu dengan membuat pin peniti, pin bros dan lain sebagainya.

Menjadi salah satu bagian dari promosi usaha dan kegiatan organisasi, pin menjadi salah satu media yang tepat, lho. Meskipun kecil dan sering terlupakan, pin sangat ergonomis dan sering digunakan sebagai hiasan topi, tas, atau pakaian lain yang mudah terlihat. Anda dapat membuat pin custom dengan menghias atau membuat desain dengan gambar logo perusahaan, club motor, gambar produk, atau logo kegiatan yang berlangsung. Selain sebagai pin peniti, pin juga dapat ditemukan sebagai gantungan kunci yang diikat dalam rantai besi yang anti karat.

Jenis Pin Berdasarkan Bentuknya

Nah, kalau sudah tahu ukurannya, sekarang kita cari tahu jenis pin menurut bentuknya. Pin ternyata bukan hanya bentuk bulat yang bagian belakangnya ditempel peniti saja, lho. Ada juga beberapa pin yang digunakan untuk fungsi lain. Ini dia jenis-jenis pin berdasarkan bentuknya:

1. Pin Peniti

Ini adalah pin yang paling banyak dikenal dan sering digunakan untuk promosi. Pin peniti bisa dipasang di baju kita untuk keperluan promosi. Ukuran pin peniti juga pas dijadikan berbagai aksesori tambahan. Selain itu, banyak yang memasang pin peniti di tas yang terbuat dari bahan kanvas.

2. Pin Gantungan Kunci

Gantungan kunci adalah salah satu aksesori yang selalu dibutuhkan orang. Entah untuk kunci kamar, kunci rumah, kunci motor, mobil, dan masih banyak lagi. Karena itu, pin juga difungsikan menjadi gantungan kunci yang fungsional. Pin gantungan kunci tidak ditempeli peniti, tapi dipasang kaitan khas gantungan kunci. Biasanya untuk gantungan kunci, dipilih ukuran standar hingga besar.

3. Pin Magnet

Pin juga sering dijadikan magnet untuk ditempel di kulkas. Bagian belakang pin bukan ditempel peniti, tapi ditempel magnet kecil supaya bisa menempel di permukaan besi. Biasanya untuk magnet kulkas digunakan ukuran standar.

4. Pin Pembuka Botol

Ada juga pin yang dijadikan pembuka botol. Di bagian belakang pin bukan ditempeli dengan peniti, tapi ditempeli dengan alat pembuka botol. Pin semacam ini sering digunakan sebagai merchandise untuk promosi, karena bagian pin dipilih yang ukurannya standar atau besar.

5. Pin Boneka

Pin boneka sebenarnya mirip dengan pin gantungan kunci. Bedanya cuma di pin boneka ditambahkan kaki dan tangan dari bahan karet, jadi pin seolah-olah menjadi badannya, mirip dengan boneka.

Ukuran Pin Custom 

Setelah sebelumnya mengetahui fungsi pin di sini, berikut kami bagikan ukuran pin custom untuk kegiatan promosi Anda sebagai berikut:

Ukuran kecil : 4,4 cm

Ukuran standar : 5,8 cm

Ukuran besar : 7,5 cm

Ukuran bulat : 5,8 cm

Ukuran bros (bulat) : 5,8 cm

Ukuran peniti : 4,4 dan 5,8 cm

 

Jangan Langsung Dibuang Ya, Ini Cara Mengatasi Pulpen Macet

Jangan Langsung Dibuang Ya, Ini Cara Mengatasi Pulpen Macet

Salah satu alat tulis yang sering digunakan adalah pulpen. Sebab, pulpen biasa digunakan untuk mencatat. Sayangnya, saat menulis, kadang pulpen tiba-tiba tidak bisa digunakan karena tintanya tdak mau keluar. Salah satu penyebab paling umum pulpen macet adalah tabung dalam pulpen tak berfungsi dengan baik. Selain itu, tinta juga akan mengering ketika pulpen didiamkan dalam kondisi terbuka dalam waktu lama. Tentu saja pulpen yang tintanya tidak keluar bikin kegiatan mencatat materi pelajaran jadi terhambat.

Berikut ini tips mudah mengatasi pulpen macet :

Keluarkan Tabung Tinta

Saat pulpen macet, kemungkinan besar ada udara yang masuk ke tabung tinta dan membuatnya jadi kering. Nah, cara yang dapat dilakukan adalah dengan membongkar pulpen dan keluarkan tabung tinta. Setelah itu, coba ketuk ujung tabung tinta ke permukaan yang keras agar gelembung udara menghilang. Masukkan tabung tinta ke dalam pulpen. Kita bisa mencoba pulpen dengan mencoret-coret di kertas.

Panaskan Ujung Pulpen

Pulpen yang macet ternyata juga bisa diatasi dengan memanaskan ujung pulpen dengan korek api, lo. Caranya sangat mudah, kita hanya perlu menyalakan korek api dan panaskan hanya bagian ujung pulpen. Setelah itu, coba lakukan metode ini sampai tinta bisa mengalir dan pulpen bisa digunakan kembali. Kalau tak punya korek api, masukkan ujung pena ke dalam air yang mendidih. Panasnya bisa melelehkan tinta. Sesekali, periksa suhu di ujung pulpen dengan jari untuk memastikannya tidak terlalu panas, teman-teman. Kemudian, ketuk bolpoin secara perlahan agar tinta mengalir dan coba coretkan di atas kertas kosong.

Goreskan pada Penghapus

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi pulpen macet adalah dengan menggoreskan di penghapus. Yap, kita bisa menggoreskan pulpen yang macet pada penghapus atau benda berbahan karet lainnya, lo. Caranya cukup mudah, kita hanya perlu menggoreskan ujung pulpen ke permukaan penghapus. Teman-teman bisa menggoreskan beberapa kali sampai tinta pulpen keluar dan bisa digunakan kembali.

Goreskan pada Ujung Spidol Permanen

Kalau di rumah ada spidol permanen, maka kita bisa memanfaatkannya untuk mengatasi pulpen macet. Hal ini karena dalam spidol permanen terdapat bahan pelarut cukup kuat yang bisa membantu pulpen macet. Goreskan ujung pulpen ke ujung spidol permanen sehingga tinta pulpen yang kering bisa larut dan keluar lagi.

Coret di Permukaan Karton Kasar

Cara terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan membuat coretan atau menulis di atas karton kasar. Karton memiliki tekstur kasar. Tekstur karton dapat mencengkeram ujung pulpen dan memantik tinta keluar. Nah, itulah cara mengatasi pulpen macet agar bisa digunakan kembali. Semoga bisa bermanfaat, ya.

Itu dia, beberapa cara memperbaiki pulpen macet. Semoga membantu ya. Tertarik untuk custom pulpen ? Toko Merchandise siap membantu

 

Cara Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca

Cara Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca

Flashdisk atau yang bisa juga dikenal dengan USB Flash Drive adalah sebuah alat untuk menyimpan dokumen penting. Ukurannya mulai yang mungil dengan berat yang ringan menjadikan alat ini banyak diandalkan hingga kini untuk menyimpan data. Sayangnya, alat penyimpanan dokumen yang satu ini rentan terkena virus atau rusak. Lebih sialnya lagi, jika ia tidak bisa terbuka padahal terdapat file penting di dalamnya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi flashdisk yang tidak terbaca ?

  1. Hubungkan flashdisk ke port USB di laptop. Ada kemungkinan port USB pada komputer sedang bermasalah. Sehingga tidak dapat membaca flashdisk. Anda bisa menghubungkan flashdisk ke port USB lain yang ada di laptop tersebut, atau mengecek flashdisk dengan menghubungkan pada personal computer (PC) lainnya. Jika cara ini berhasil di perangkat lain, maka port USB yang ada di laptop kamu rusak atau perangkat memang sedang bermasalah. Sebelum menghubungkan flashdisk, pastikan bahwa port benar-benar bersih dan terhindar dari debu. Jaga port USB Anda agar tidak longgar atau dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.
  2. Selain mengecek port USB, cara yang berikutnya adalah mengecek flashdisk. Anda bisa menghubungkan flashdisk lain ke port USB yang ada di PC. Jika flashdisk lain berhasil terbaca namun flashdisk Anda tidak, ada kemungkinan flashdisk Andalah yang mengalami kerusakan.
  3. Cara yang selanjutnya adalah pemindaian atau scanning flashdisk menggunakan Disk Management Tool. Cara ini bertujuan untuk memperbaiki flashdisk yang mengalami kerusakan. Jika memang ditemukan kerusakan atau adanya virus, secara otomatis Windows akan melakukan pemulihan atau perbaikan pada flashdisk. Pertama-tama, hubungkan flashdisk pada port USB PC/laptop. Klik kanan pada simbol Windows dan pilih Disk Management. Pilih disk flashdisk kamu lalu klik kanan. Setelah kamu klik kanan, pilih Properties lalu tunggu hingga muncul tab baru. Klik Tools dan pilih fitur Check. Klik Scan and Repair Drive dan tunggu hingga selesai. Coba hubungkan flashdisk Anda setelah menggunakan cara ini.
  4. Selain itu, Anda juga bisa mengecek flashdisk dengan Device Manager. Cara ini bisa dilakukan jika PC/laptop bisa membaca flashdisk Anda tetapi file yang ada tidak bisa terbaca. Caranya, cari Device Manager di pencarian yang ada di Windows atau bisa juga dengan menekan “Windows + X”, kemudian pilih Device Manager. Setelah membuka Device Manager, klik Disk Drivers. Cari drive flashdisk lalu uninstall drive flashdisk tersebut. Terakhir, pilih Scan for Hardware Changes untuk memperbarui perubahan di drive. Restart PC/laptop kamu dan coba hubungkan flashdisk-nya lagi.
  5. Pertama, klik logo Windows lalu ketik command prompt. Apabila sudah muncul tab jendela hitam, ketik chkdsk G:. Anda harus mengubah huruf G dengan huruf yang sesuai dengan drive flashdisk kamu, misalnya F, H dan lainnya. Berikutnya, tekan enter dan lihat apa yang ditampilkan oleh command prompt. Jika flashdisk kamu bermasalah, akan ada pemberitahuan bahwa Windows menemukan error dan sebagainya.
  6. Cara ini memang tergolong ekstrem karena Anda akan kehilangan file di dalam flashdisk. Namun bisa menjadi cara yang efektif karena bisa saja virus yang mengakibatkan tidak terbacanya flashdisk. Pertama, klik Windows + X atau cari Disk Management di pencarian Windows. Kedua, pilih lokasi flashdisk yang akan diformat. Klik kanan pada drive tersebut lalu pilih format. Anda akan diperingatkan tentang flashdisk jika memilih format, pilih “Yes” lalu tunggu proses format hingga selesai. Setelah diformat coba lagi untuk menggunakan flashdisk tersebut.

Nah, itu dia beberapa langkah yang bisa membantu kamu dalam mengatasi flashdisk yang tidak terbaca. Tertarik untuk custom flashdisk ? Toko Merchandise siap membantu