Tips Memilih Adaptor Yang Tepat

Tips Memilih Adaptor Yang Tepat

Semua ponsel memiliki adapter charger bawaan dari pabrikan. Meski begitu, terkadang seseorang memerlukan charger yang lebih canggih untuk pengisian yang optimal. Memilih adapter charger dari pihak ketiga pun bisa Anda jadikan opsi. Namun, sebaiknya Anda jangan asal pilih agar mendapatkan produk berkualitas dan awet. Untuk itu pada artikel ini kami akan memberikan beberapa tips dalam memilih adaptor yang tepat. Simak penjelasannya selengkapnya ya.

Perhatikan Voltase Adaptor

Tips pertama adalah perhatikan berapa voltase input maupun output yang ada pada adapter charger. Input merupakan tegangan energi listrik yang bekerja pada sebuah charger.  Contohnya, apabila memiliki input 100-240V dengan frekuensi 50-60 Hz maka bisa digunakan pada tegangan listrik 100-240 volt.

Sedangkan output adalah daya yang diberikan oleh adapter charger dalam menyalurkan daya listrik ke gadget. Misalnya saja, charger dengan output maksimal 45 watt mampu memberikan tenaga daya yang optimal.

Ergonomis

Adapter charger haruslah ergonomis, maksudnya adalah charger ini mudah dibawa ke mana saja dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan bobot yang berat. Kemudian, yang tak kalah pentingnya adalah kompatibel atau dapat digunakan di berbagai sistem operasi ponsel, baik itu ponsel konvensional, Android, dan iOS.

Fitur Yang Ditawarkan

Hal yang menjadi daya tarik dari adapter charger adalah fitur yang ditawarkannya. Untuk hal ini Anda memang harus sedikit jeli ketika memilihnya. Sebab, hampir semua produk atau brand menawarkan fitur yang sekilas terlihat mirip antara satu dengan yang lain. Namun, pasti ada hal yang membedakannya.

Untuk fitur, yang perlu Anda perhatikan misalnya pengisian daya cepat yang dimilikinya. Misalnya saja fitur Power Delivery Technology, yakni fitur pengisian daya lebih cepat 5X bila dibandingkan pengisian normal charger lainnya. Begitu juga dengan fitur Quick Charge 4.0+ yang membuatnya semakin nyaman untuk mendukung pengisian lebih baik pada gadget maupun device.

Adanya Garansi

Ketika membeli barang atau aksesoris gadget, sebaiknya jangan anggap sepele soal garansi ini. Sebab, dengan garansi Anda akan merasa lebih nyaman dan aman saat mendapatkan barang yang diinginkan. Dengan begitu, Anda pun terbebas dari kerugian.

Seabagai contoh, barang tersebut rusak atau tidak bisa digunakan karena kesalahan pabrik. Maka, Anda bisa mengklaimnya untuk mendapatkan barang baru dengan spesifikasi sama. Garansi ini beragam, mulai dari satu bulan hingga tahunan.

Beli Di Store Terpercaya

Terakhir, selain mengenai bagian adapter charger itu sendiri dalam memilhnya Anda juga perlu memperhatikan tempat pembeliannya. Usahakan untuk membeli di tempat yang sudah terpercaya. Misalnya melalui pembelian langsung dari brand aksesoris gadget tersebut maupun melalui distributor resminya.

Tidak masalah apakah Anda akan membelinya di store langsung maupun secara online. Namun, yang terpenting perhatikan juga testimoni dari pengguna atau pembeli sebelumnya. Testimoni ini bisa Anda cek di marketplace maupun wesbsite resminya.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan ketika membeli adaptor. Tahukah kamu, saat ini adaptor bisa custom branding loh. Tertarik membuatnya ? Toko Merchandise siap membantu.

Rekomendasi Merchandise Gantungan Kunci

Rekomendasi Merchandise Gantungan Kunci

Gantungan kunci memang menjadi cara promosi yang berbiaya murah, jika dibandingkan dengan cara promosi lainnya. Gantungan kunci menjadi cara promosi unik yang banyak dijalankan oleh para pengusaha. Pada dasarnya gantungan kunci terdiri dari berbagai macam bentuk dan bahan pembuatannya juga bervariasi.

Simak artikel ini, karna kami akan memberikan beberapa rekomendasi gantungan kunci yang cocok untuk merchandise.

Gantungan Kunci Akrilik

Gantungan kunci yang terbuat dari bahan akrilik merupakan salah satu gantungan kunci yang diminati banyak masyarakat, karena bentuknya sangat menarik dan terlihat lebih modern. Gantungan kunci akrilik juga biasanya ditawarkan dengan harga yang rendah dan banyak pengusaha gantungan kunci yang menawarkan gantungan kunci akrilik dengan desain sesuai keinginan.

Gantungan Kunci Kulit

Kulit merupakan bahan pembuatan barang yang umumnya dijadikan jaket atau tas, namun kulit juga sudah banyak dijadikan gantungan kunci dengan bentuk yang keren. Gantungan kunci yang terbuat dari kulit biasanya dibentuk menjadi tokoh pewayangan, sepatu, ransel dan masih banyak yang lainnya. Gantungan kunci dari bahan kulit memang akan terlihat lebih mewah.

Gantungan Kunci Karet

Karet merupakan salah satu bahan yang tahan lama dan karet bentuknya tidak kaku, sehingga tidak mudah patah atau putus. Karet menjadi bahan yang cocok untuk dirangkai menjadi gantungan kunci, karena bahannya aman dan karet tidak akan mudah pudar saat kepanasan atau kehujanan. Gantungan kunci yang terbuat dari karet biasanya disukai anak-anak dan sering juga dijadikan mainan anak-anak.

Gantungan Kunci Kayu

Kayu menjadi bahan dari alam yang sangat mudah untuk diperoleh dan kayu bisa dibentuk menjadi barang-barang yang unik. Kayu sangat cocok dijadikan bahan pembuatan gantungan kunci. Gantungan kunci yang paling populer dari kayu seperti miniatur mobil, miniatur bis, miniatur pesawat, miniatur rumah, miniatur motor dan masih banyak yang lainnya.

Gantungan Kunci Dompet

Dompet merupakan barang penting yang selalu dibawa, karena didalamnya biasanya berisikan uang tunai. Dompet juga banyak dibuat dalam versi yang lebih kecil, bahkan sering dijadikan sebagai gantungan kunci dengan bentuk yang unik. Gantungan kunci dompet biasanya dipakai untuk menyimpan berbagai kart-kartu penting seperti kartu Bpjs, Npwp, Atm, Ktp dan kartu lainnya.

Nah, itu dia beberapa rekomendasi jenis gantungan kunci.  Tertarik untuk custom gantungan kunci ? Toko Merchandise siap membantu

Mengenal Jenis Kode Botol Plastik yang Aman

Beberapa Jenis – Jenis Kode Botol Plastik yang Aman Digunakan

Ketahui apa saja bahan botol minum yang aman digunakan berulang kali untuk memastikan kesehatan diri dan keluarga. Membawa botol minum sendiri telah menjadi gaya hidup yang populer dan ramah lingkungan. Selain praktis, membawa botol minum juga membantu mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Namun, memilih botol minum yang tepat bukan hanya soal tren atau estetika. Faktor terpenting dalam memilih botol minum adalah keamanan materialnya. Material botol minum yang tidak aman dapat membahayakan kesehatan, terutama jika digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai jenis material botol minum dan memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Salah satu bahan yang sering dipilih untuk botol minum adalah stainless steel. Material ini dianggap aman karena tidak mengandung BPA (Bisphenol A) atau zat berbahaya lainnya yang dapat merusak kesehatan manusia.

7 Jenis Botol Plastik Kemasan

1. PET

Simbol pertama adalah simbol daur ulang dengan kode nomor 1 dan kode PETE atau PET di bawahnya yang menunjukkan bahwa plastik tersebut terbuat dari polietilen tereftalat. Simbol ini banyak dijumpai pada plastik makanan dan minuman, seperti botol minuman, botol soft drink, botol minyak, botol saos, toples selai, toples obat dan sisir. Patut digarisbawahi, ketika kamu menemukan jenis plastik ini adalah kamu hanya boleh menggunakannya satu kali. Penggunaan berulang, terutama diisi dengan air panas, tidak dianjurkan, karena lapisan polimer dan karsinogen dalam plastik dapat larut atau terkelupas, sehingga dapat menyebabkan kanker pada organ tubuh manusia.

2. HDPE

Simbol daur ulang plastik selanjutnya adalah simbol dengan kode nomor 2 dan kode HDPE atau PEHD yang digunakan untuk plastik high density polyethylene. Jenis plastik dengan simbol ini biasanya digunakan untuk botol air minum, botol susu, botol sabun, botol detergent, botol shampo dan kemasan plastik tebal lainnya.

3. PVC

Simbol dengan angka 3 dan PVC atau V adalah simbol plastik berbahan dasar polivinil klorida. Misalnya plastik untuk pipa air, genteng, kabel listrik, kemasan dan mainan anak/hewan peliharaan. Plastik jenis ini sangat sulit untuk didaur ulang, sehingga penting untuk menghindari penggunaan plastik jenis ini dalam kemasan makanan atau minuman yang penggunaannya masif.

4. LDPE

Jenis plastik polietilen dengan kerapatan rendah ini memiliki kode nomor 4 dan diberi nama LDPE atau PE-LD. Plastik ini bersifat lentur, tahan lama, kuat, lentur dan dapat digunakan berulang kali. Namun LDPE jenis ini sangat sulit untuk didegradasi. Kode plastik ini dapat ditemukan pada kantong plastik, kantong sampah, kantong belanjaan dan kemasan makanan. Bahan ini aman digunakan sebagai kemasan makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dalam plastik ini.

5. PP

Jenis plastik polypropylene kode nomor 5 ini memiliki sifat yang sangat kuat, aman digunakan pada suhu panas dan ringan. Bahan ini berfungsi cukup baik sebagai wadah makanan dan biasa ditemukan di botol sirup, kotak yogurt, sedotan plastik, gelas minum, bahkan botol bayi. Meski aman digunakan dalam berbagai kemasan, plastik PP (polypropylene) cukup sulit untuk didaur ulang dan disarankan agar kamu menggunakannya secara bijak, ya!

6. PS

Polystyrene adalah jenis plastik yang biasanya dijual cukup murah dengan plastik kode angka 6 dan kode PS di logonya. Plastik ini sering digunakan pada kemasan minuman dan kemasan styrofoam, juga pada wadah minum sekali pakai seperti sendok dan garpu kaca, bahkan bisa digunakan pada bahan bangunan (lantai). Bahan jenis ini harus dihindari karena sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, berbahaya bagi otak, mempengaruhi reproduksi wanita dan menyebabkan kanker. Polimer aromatik dalam Polystyrene dapat melarutkan stirena jika kontak langsung dengan makanan.

7. OTHER ATAU O

Dan terakhir simbol plastik dengan kode angka 7 dan kode “Lainnya” atau “O”. Di sini “Lainnya” berarti jenis plastik yang tidak termasuk dalam klasifikasi enam kode sebelumnya (PETE/PET, HDPE/PE-HD, PVC/V, LDPE/PE-LD, PP, dan PS). Penggunaan plastik jenis ini pada makanan atau minuman sangat berbahaya karena dapat menimbulkan racun Bisphenol A (BPA) yang dapat merusak beberapa organ dan mengganggu hormon tubuh. Namun, simbol ini sering kali justru terlihat pada botol plastik bayi, botol air olahraga, kotak iPod, dan CD.

 

 

 

Rekomendasi Bahan Handuk Yang Bagus

Rekomendasi Bahan Handuk Yang Bagus

Handuk merupakan salah satu benda yang wajib dimiliki oleh semua orang di rumah. Pasalnya, handuk selalu kita pakai setelah mandi untuk mengeringkan badan, muka, maupun tangan.

Mengingat handuk dipakai setiap hari, maka penting bagi kita untuk memperhatikan bahan handuk yang bagus dan dapat tahan lama guna menghindari masalah kulit serta risiko kulit iritasi karena bahan handuk yang kasar setelah beberapa kali pemakaian.

Lalu, bagaimana caranya tahu bahan handuk yang cocok untuk kamu? Yuk, kenali dan pelajari bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat handuk di dalam artikel berikut!

1. Katun

Sejauh ini, katun menjadi salah satu bahan handuk yang paling banyak digunakan. Selain terasa lembut di kulit, bahan katun ini juga aman karena berisiko kecil menyebabkan iritasi. Katun juga bahkan dapat menyerap air dengan baik, sehingga cocok untuk bayi yang kulitnya cenderung lembut dan lebih sensitif.

Namun, bahan katun untuk handuk dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu combed cotton dan carded cotton. Berikut perbedaan di antara keduanya:

  • Combed cotton 

    Combed cotton adalah sejenis benang yang telah disisir untuk memisahkan serat yang lebih pendek agar benang menjadi lebih kuat dan lembut. Hampir 12-15% volume kapas dihilangkan dengan cara ini, sehingga benang katun yang dihasilkan lebih halus, lebih kuat, berkualitas tinggi dan tahan lebih lama.

  • Proses produksi benang carded umumnya sama dengan proses combed, tetapi tidak menggunakan ”mesin combing” untuk memisahkan serat-serat pendek dalam proses pemintalannya. Sebab itu, benang carded memiliki serat yang lebih pendek dan berbulu. Namun, biasanya harganya lebih ekonomis dibandingkan dengan combed cotton.

2. Microfiber

Microfiber adalah serat yang terbuat dari campuran poliester dan poliamida. Diameter microfiber cenderung lebih kecil dari helaian rambut manusia, sehingga dapat menyerap air tujuh kali lebih banyak dari bobotnya sendiri. Meski demikian, handuk berbahan microfiber justru lebih mudah kering saat dijemur.

Microfiber dinilai paling cocok dijadikan sebagai handuk wajah karena dapat mengambil kotoran mikroskopis, minyak, sel kulit mati, dan kuman. Bahan Microfiber juga “bermuatan positif”, yang berarti dapat bertindak layaknya magnet untuk menarik partikel kotoran dan minyak.

3. Nilon

Handuk yang terbuat dari bahan nilon biasanya memiliki serat yang sedikit kasar, sehingga kurang cocok untuk digunakan sehari-hari.

Namun, handuk dengan bahan nilon bagus digunakan sesekali guna membersihkan dan menggosok kulit secara menyeluruh untuk mengangkat sel kulit mati. Selain itu, kebiasaan menggosok kulit pun juga dianggap mampu melancarkan peredaran darah serta mendorong produksi kolagen.

4. Wol

Bahan wol mempunyai tekstur yang lembut dan tebal, tetapi masih terasa ringan.  Bahan ini juga memiliki daya serap air yang cukup tinggi. Hanya saja, harga handuk wol terbilang cukup mahal dibandingkan dengan yang lain karena bahan wol diperoleh dari bulu binatang seperti domba. Handuk bahan wol ini cocok untuk kulit sensitif.

Selain itu, handuk wol juga harus dirawat dengan lebih telaten. Sebab, saat sudah lama dipakai, handuk wol agak sulit dibersihkan jika terkena noda kotoran.

5. Sutra

Jika bahan wol dari bulu binatang, maka bahan sutra terbuat dari air liur ulat sutra. Air liur diolah menjadi benang yang sangat lembut dan bernilai tinggi. Harga handuk sutra juga cenderung lebih mahal dibandingkan dengan handuk bahan lainnya. Handuk bahan sutra ini cocok untuk kulit sensitif.

Bagaimana, tertarik untuk custom handuk ? Toko Merchandise siap membantu

Tips Menghilangkan Karat Pada Stainless Steel

Tips Menghilangkan Karat Pada Stainless Steel

Karat pada stainless steel adalah salah satu masalah umum yang sering dihadapi oleh pemilik peralatan dan produk stainless steel. Meskipun stainless steel terkenal karena ketahanannya terhadap korosi dan karat, tetapi pada kenyataannya, bahkan baja tahan karat sekalipun tidak sepenuhnya kebal terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan karat.

Karat pada stainless steel tidak hanya berdampak pada estetika produk, tetapi juga bisa mengurangi kekuatan dan keawetan material tersebut. Namun jangan khawatir, karena pada artikel ini kami akan memberikan beberapa tips cara menghilangkan karat pada satinless steel tanpa merusak bahan. Simak penjelasan lengkapanya ya.

Penyebab Munculnya Karat Pada Stainless Steel

Karat dapat terbentuk pada stainless steel ketika lapisan pelindung kromium oksida rusak. Berikut beberapa penyebab umum karat pada stainless steel:

  1. Cara perawatan yang kurang tepat: Ketika kotoran yang menempel tidak dibersihkan dengan benar, atau permukaan tidak dibilas dan dikeringkan secara menyeluruh setelah dibersihkan, ini dapat memungkinkan zat besi bereaksi terhadap oksigen di udara, sehingga menyebabkan karat.
  2. Penggunaan sikat kawat atau wol baja: Penggunaan sikat atau wol berbahan baja yang biasa digunakan untuk mencuci piring dapat memicu karat. Ini karena terdapat partikel-partikel baja yang menempel pada permukaan stainless.
  3. Paparan bahan kimia: Paparan bahan kimia tertentu seperti asam sulfat terbukti dapat memicu karat pada permukaan stainless steel.

Cara Menghilangkan Karat Pada Stainless Steel

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda dapat melakukan beberapa cara dibawah ini untuk menghilangkan karat pada barang stainless steel milik Anda :

Uap Panas

Salah satu metode yang efektif untuk menghilangkan karat pada stainless steel adalah dengan memanfaatkan uap panas dari air mendidih. Dengan menggunakan uap panas ini, karat yang menempel pada permukaan stainless steel dapat dengan mudah dibersihkan. Langkah pertama adalah menyiapkan air mendidih dan kain microfiber. Prosesnya cukup sederhana, yaitu dengan meletakkan kain microfiber di atas area stainless steel yang terkena karat. Kemudian, tuangkan air mendidih secukupnya ke atas kain dan biarkan uap panas bekerja selama sekitar 5 – 10 menit. Setelah permukaan stainless steel mendingin, Anda dapat mulai menggosoknya dengan kain microfiber mengikuti arah serat logam.

Cuka

Cuka juga dapat digunakan untuk menghilangkan karat pada stainless steel. Caranya, tuangkan sedikit cuka putih atau cuka sari apel ke noda karat pada stainless steel. Biarkan beberapa menit, lalu gosok noda dengan kain lembut, mengikuti arah serat logam. Terakhir, bilas hingga bersih dan keringkan permukaannya dengan kain lap atau handuk yang bersih.

Air Lemon

Berikutnya, kita bisa menghilangkan karat pada stainless steel dengan mudah menggunakan air lemon dan soda kue. Campur beberapa sendok soda kue dengan air lemon, dengan jumlah yang cukup untuk menutupi noda karat pada stainless steel. Larutan yang dihasilkan dapat dioleskan noda karat secara merata. Gunakan spons basah untuk membersihkan permukaan. Jika noda karat masih ada, Anda bisa mengoleskan lagi larutan tersebut dan biarkan selama 30 menit sebelum membersihkannya dengan spons. Jika tidak ada air lemon, air perasan jeruk nipis juga bisa digunakan sebagai pengganti.

Soda Kue Dan Sabun Pencuci Piring

Cara sederhana untuk menghilangkan karat pada stainless steel selanjutnya adalah dengan menggunakan soda kue dan sabun cuci piring. Kombinasi ini terkenal ampuh sebagai pembersih peralatan dapur yang praktis dan efektif. Soda kue adalah bahan abrasif lembut yang tidak merusak permukaan stainless steel. Untuk menggunakannya, campurkan soda kue dengan sabun cuci piring cair, lalu oleskan selembar kain mikrofiber atau kain lembut lainnya. Gosok perlahan pada noda karat. Setelah karat hilang, bilas permukaan stainless steel dengan air dan keringkan dengan kain bersih.

Nah, itu dia beberapa tips untuk menghilangkan karat pada bahan stainless steel. Semoga membantu ya. Tertarik untuk custom merchandise bahan stainless steel ? Toko Merchandise siap membantu