Pilihlah Bahan Yang Tepat Untuk Pouch Anda !

Pilihlah Bahan Yang Tepat Untuk Pouch Anda !

Hampir di setiap penyelenggaraan acara, pouch dijadikan sebagai souvenir tanda terima kasih dan kenang-kenangan. Selain digunakan dengan kegunaan fungsionalnya, desain pouch juga bisa dipersonalisasikan untuk menyesesuaikan citra visual yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan atau acara. Misalnya, pouch dijadikan sebagai bonus dari pembelian suatu produk brand tertentu, desain pouch dapat di-customized dengan menonjolkan warna-warna atau simbol yang mewakili brand tersebut.

Ada banyak jenis bahan yang bisa dijadikan untuk membuat pouch loh. Mau tau ? simak artikel ini ya.

1. Kanvas

Bahan kanvas memiliki karakteristik halus, tebal dan tidak kaku. Selain itu, bahan kanvas biasanya berwarna keabu-abuan atau putih gading akibat dari proses pemutihan bahan utamanya yaitu bahan mori.

2. Blacu

Bahan blacu memiliki kesamaan dengan bahan kanvas karena sama-sama terbuat dari mori, perbedaannya blacu ini belum memasuki tahap pemutihan. Kain blacu ini salah satu jenis kain dengan harga yang relatif murah. Jadi, jika Anda ingin membuat pouch untuk souvenir dengan budget yang minim, kain blacu ini adalah pilihan yang tepat. Meski lebih tipis daripada kanvas, kain blacu ini juga sudah bisa dibubuhi desain dengan teknik sablon maupun textile printing.

3. Perca

Kain yang berasal dari limbah atau sisa-sisa bahan ini, bisa dimanfaatkan untuk membuat pouch dan sangat cocok untuk kalian yang minim budget dalam membuat sebuah acara. Bahkan, berbagai motif campuran dari kain perca dapat terlihat seperti motif batik jika disatukan.

4. Drill

Dari jenis bahan yang lain, bahan drill adalah bahan yang paling bagus dan terbilang mahal. Bahan drill berasal dari serat dan garis-garis miring yang terbuat dari campuran katun dengan polyester. Namun, untuk kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Bahan ini sangat cocok untuk digunakan dalam proses sablon ataupun textile printing, karena bahan ini tidak mudah kusut, kuat dan jika dilakukan pewarnaan tidak mudah pudar. Dari sekian banyaknya jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat sebuah pouch, drill adalah pilihan bahan terbaik untuk dijadikan pouch. Selain kualitas bahannya yang elegan, bahan drill juga sangat cocok untuk digunakan dalam proses sablon ataupun textile printing. Hasil dari pewarnaan atau sablon yang dilakukan, tidak mudah pudar.

5. Denim

Dan Terakhir dari bahan-bahan pouch yang bisa digunakan adalah denim. Denim biasanya sering kita dengar dengan sebutan jeans. Bahan jenis ini terbilang cukup kuat, tidak mudah rusak dan tahan lama. Selain itu, jenis bahan ini tidak mudah kusut, sehingga akan terlihat rapi. Kekurangannya, jika sering dipakai dan dicuci, maka warna dari kain ini akan luntur, namun akan menampilkan efek vintage.

Itu dia beberapa bahan yang bisa anda pilih untuk membuat pouch. Tertarik untuk custom Pouch ? Toko Merchandise siap membantu

 

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Thumbler Dan Thermos

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Thumbler Dan Thermos

Meskipun banyak yang menggunakan tumbler, ternyata masih ada loh yang tidak bisa membedakan mana tumbler dan mana thermos karena jika dilihat sekilas bentuk dan tampilan mereka itu sama alias mirip. Tumbler dan thermos memang memiliki tampilan yang mirip, tapi aslinya mereka berdua adalah benda yang berbeda. Nah biar gak ketukar atau salah sebut, simak artikel berikut ini.

Bahan

Berikutnya yang membedakan tumbler dan thermos adalah bahan material yang jelas berbeda. Bahan material yang umumnya digunakan untuk membuat tumbler lebih bervariasi daripada thermos. Biasanya tumbler ada yang terbuat dari bahan plastik, alumunium, keramik, akrilik bahkan stainless. Sedangkan untuk thermos sering menggunakan bahan stainless tebal dengan fitur ruang hampa atau kedap udara yang mampu menjaga suhu air didalamnya tetap terjaga hingga lebih dari 12 jam bahkan hingga puluhan jam. Ukurannya yang cukup besar juga memungkinkan untuk kamu menyimpan lebih banyak air panas menggunakan thermos, jadi gak heran kenapa ibu-ibu muda banyak yang menggunakan thermos dirumah. Namun untuk kamu yang mau simpan air panas tapi bisa dibawa kemana-mana sekarang udah bisa pakai tumbler yang terbuat dari bahan stainless dengan fitur vacuum flask kedap udara seperti thermos. Hanya saja untuk daya tahan tumbler tidak seperti thermos, suhu air yang disimpan dalam tumbler bisa tahan sekitar 6-8 jam saja.

Fungsi

Sekilas memang sama, tapi ternyata jika di telaah lebih baik keduanya punya fungsi yang berbeda lho, apalagi dalam penggunaan sehari-hari. Untuk tumbler sendiri memang di buat khusus untuk penggunaan yang lebih praktis sehingga mudah dibawa kemana-mana dan tidak memakan tempat penyimpanan yang besar. Sedangkan thermos biasanya dibuat dengan ukuran yang lebih besar karena umumnya thermos lebih diutamakan untuk menyimpan air panas dalam jumlah banyak sehingga sulit untuk dibawa kemana-mana. Jadi untuk pemakaian biasa bisa gunakan tumbler sedangkan untuk dirumah atau disimpan di kantor bisa gunakan thermos ya.

Harga

Hal lain yang membuat tumbler dan thermos berbeda adalah perihal harga. Untuk harga jelas sangat berbeda, dilihat dari spek, detail dan fungsinya saja sudah bisa terlihat harga kedua nya sangat berbeda. Untuk tumbler sendiri biasanya dijual dengan harga yang lebih terjangkau tergantung dengan bahan, ukuran dan model tumbler yang dipilih. Untuk standarnya tumbler dijual dengan harga mulai dari belasan hingga ratusan ribu. Sedangnya untuk thermos dijual dengan harga yang lebih tinggi mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Tapi untuk kamu yang ingin menjadikan thermos atau tumbler sebagai souvenir juga bisa banget, harganya tentu lebih murah jika beli dalam quantity yang lebih besar.

Jadi gimana nih udah paham kan bedanya apa aja ? Yang paling menonjol sih udah pasti fitur dan materialnya, jadi jangan sampai salah lagi yaa. Tertariki untuk custom Thumbler ? Toko Merchandise siap membantu

Power Bank Cepat Panas ? Simak Tips Berikut !

Power Bank Cepat Panas ? Simak Tips Berikut !

Dengan  desain yang ringkas dan portabel menjadikan power bank mudah untuk dibawa-bawa ke mana pun. Selain itu, sebagian besar power bank saat ini dilengkapi dengan teknologi pengisian cepat, memungkinkan pengisian daya perangkat dengan efisien. Power bank juga memiliki keunggulan dari segi fleksibilitas, karena power bank dapat digunakan untuk berbagai jenis perangkat elektronik yang membutuhkan daya, membuatnya menjadi solusi yang praktis untuk menjaga perangkat agar tetap hidup dalam berbagai situasi.

Namun, ada masalah umum yang sering dihadapi oleh pengguna Power Bank, yaitu Power Bank yang cepat panas saat pengisian. Untuk mengatasi masalah ini, berikut adalah beberapa tips yang bisa kita coba!

Hindari Pengisian Berlebih 

Pengisian berlebihan adalah salah satu alasan umum mengapa Power Bank cepat panas. Jika sudah terbiasa meninggalkan Power Bank terhubung ke sumber daya listrik setelah sudah terisi penuh, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Pengisian berlebihan dapat menyebabkan panas yang berlebihan dan merusak baterai Power Bank. Setelah Power Bank terisi penuh, cabut kabel pengisi daya untuk mencegah panas yang tidak perlu.

Jangan Gunakan Perangkat Pada Saat Pengisian

Penggunaan Power Bank saat sedang digunakan juga dapat menyebabkan panas yang berlebihan. Jika menggunakan Power Bank untuk mengisi ulang perangkat sambil menggunakan perangkat tersebut, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Biarkan Power Bank fokus pada pengisian ulang dirinya sendiri untuk menghindari masalah panas yang berlebihan.

Jaga Powerbank Dari Suhu Ekstrem

Power Bank rentan terhadap suhu ekstrem, baik suhu yang terlalu panas maupun terlalu dingin. Hindari meninggalkan Power Bank di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di dalam kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari. Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan panas berlebihan pada Power Bank. Selain itu, hindari juga menyimpan Power Bank di tempat yang terlalu dingin, seperti freezer. Suhu yang terlalu dingin dapat merusak baterai Power Bank.

Selain beberapa tips yang telah diberikan, ada baiknya juga untuk memilih power bank dengan kualitas terbaik sejak awal. Tertarik untuk custom power bank ? Toko Merchandise siap membantu

Bahaya menggunakan Botol Sekali Pakai untuk Diisi Ulang

Plastik sekali pakai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern saat ini. Namun, penggunaan plastik sekali pakai dalam jumlah yang sangat banyak dan pembuangan yang tidak bertanggung jawab telah menyebabkan dampak serius pada lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk membahas dampak buruk plastik sekali pakai sekali pakai terhadap lingkungan dan kesehatan. Agar meningkatkan kesadaran dan kebijaksanaan dalam menggunakan plastik sekali pakai.

Untuk mengenali kandungan bahan kimia dalam botol plastik, Anda tinggal melihat kode segitiga yang biasanya terdapat pada bagian bawah botol. Umumnya, botol air mineral sekali pakai tertulis kode 1 yang artinya terbuat dari plastik PET atau PETE (polyethylene terephthalate). Di samping botol air mineral, kode botol plastik ini juga bisa Anda temukan dalam botol minuman ringan, minuman olahraga, kecap, sambal, selai, dan minyak. Plastik PET bersifat jernih, kuat, kedap gas dan air, serta aman untuk produk makanan atau minuman. Botol plastik juga bisa mengandung bahan kimia berisiko seperti Bisphenol A (BPA). Kandungan ini terdapat pada botol plastik dan pelapis kaleng makanan atau susu formula.

Penggunaan bahan sekali pakai untuk dipakai berulang kali, termasuk botol plastik air minum dalam kemasan tentunya bukan tanpa risiko. Berikut ini adalah sejumlah bahaya dari penggunaan botol plastik sekali pakai secara berulang-ulang.

1. Kontaminasi bakteri

Botol minuman kemasan dengan kode 1 dari plastik PET hanya boleh dipakai sekali. Meski tidak ada kandungan BPA, botol ini berisiko terkontaminasi bakteri saat Anda gunakan kembali. Makin sering digunakan, bakteri makin berkembang biak. Pasalnya, lapisan botol plastik PET makin menipis sehingga memudahkan bakteri masuk ke dalam botol. Minum langsung dari mulut botol dapat menyebarkan mikroba ke air dalam botol. Jika Anda biarkan, bakteri bisa menyebabkan gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, bahkan diare.

2. Gangguan ibu hamil dan janin

Berdasarkan studi terhadap hewan, bahaya BPA dalam botol plastik dapat memengaruhi perkembangan otak janin selama dalam kandungan. Para peneliti juga menemukan bahwa wanita hamil yang memiliki kadar BPA tinggi dalam urinenya. Ibu hamil dengan BPA tinggi lebih berisiko melahirkan anak perempuan yang mengalami gangguan perilaku, seperti hiperaktif, kecemasan, serta depresi. Risiko BPA ini tampaknya lebih mudah dialami bayi dan anak-anak karena sistem tubuh mereka belum mampu membuang zat tersebut dari dalam tubuh.

3. Meningkatkan risiko kanker payudara

Selain kontaminasi bakteri dan gangguan kehamilan, penggunaan botol plastik berulang bisa menimbulkan bahaya terkait tumor ganas. Menurut BreastCancer.org, BPA merupakan estrogen sintetik lemah yang dapat meniru kerja hormon estrogen dalam tubuh dan menggangu fungsinya. BPA mungkin bisa menghambat atau meningkatkan estrogen dalam tubuh. Hal ini  memicu perkembangan kanker payudara reseptor hormon positif. Akibatnya, paparan BPA pada wanita erat kaitannya sebagai faktor risiko penyebab kanker payudara.

Maka mulai lah dari sekarang membiasakan diri untuk selalu membawa tumbler kemana pun kalian pergi, selain untuk menjaga kesehatan dari bahaya penggunaan botol plastik kita juga bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

Beda Jenis Thumbler, Beda Cara Cucinya Loh!

Beda Jenis Thumbler, Beda Cara Cucinya Loh!

Apakah tumbler bisa dicuci? Jawabannya, tentu saja bisa. Justru kamu harus mencuci tumbler yang kamu gunakan sebelum dan sehabis memakainya. Tujuannya supaya tumbler tersebut terjaga kebersihannya. Pasti kamu merasa jijik kan kalau tumbler yang gunakan untuk minum terlihat kotor. Nah, berikut ini cara membersihkan tumbler sesuai dengan bahan yang digunakan. Simak sampai habis artikel di bawah ini yuk!

1. Thumbler Plastik

Cara mencuci thumbler plastik termasuk yang susah-susah gampang. Dari segi bahan, thumbler plastik tidak begitu tahan dengan air panas. Jadi jika kamu ingin membersihkannya dengan air panas, usahakan air itu terasa hangat-hangat kuku. Sebab jika terlalu panas, thumbler plastik kamu bisa saja menjadi meleleh. Hal ini karena tidak semua bahan plastik tahan dengan air panas. Namun jika kamu membelinya di Twin Digital, kamu nggak perlu khawatir karena bahan plastik yang digunakan telah berlabel BPA free.

2. Thumbler Stainless

Thumbler dengan jenis stainless steel harus dicuci dengan air hangat. Tujuannya untuk menghilangkan bau tak sedap yang membandel. Mencuci tumbler ini cukup mudah. Kamu hanya perlu membuang sisa minuman yang ada. Kemudian, tuangkan air hangat secukupnya. Tutup thumbler, dan diamkan selama beberapa saat. Setelah itu, kamu bisa kocok-kocok thumbler untuk menjangkau thumbler secara menyeluruh. Jika masih juga tersisa noda yang membandel, kamu bisa membersihkannya dengan sikat pembersih botol yang lembut. Ulangi beberapa kali hingga kamu yakin benar-benar bersih.

3. Thumbler Led

Sama seperti jenis thumbler lainnya, cara mencuci thumbler led sebaiknya juga dicuci dengan air panas. Isi tumbler dengan air panas dan tambahkan setetes sabun cuci piring. Kamu bisa mendiamkannya selama tiga menit untuk memastikan thumbler telah benar-benar bersih. Setelah itu, buang air cucian thumbler dan bilas thumbler dengan air bersih. Kocok-kocok berulang kali dengan air yang berbeda. Kemudian, kamu bisa lap thumbler tersebut dengan kain bersih sebelum akhirnya disimpan ke tempat penyimpanan.

Bagaimana, sudah paham kan cara mencuci thumbler berdasarkan jenisnya. Mulai sekarang jangan malas lagi ya mencuci tumbler. Jika tumbler kamu mulai usang atau rusak, ada baiknya kamu menggantinya dengan yang baru. Tertarik untuk custom thumbler ? Toko Merchandise siap membantu