Apa Itu Kompas dan Bagaimana Perkembangannya

Apa Itu Kompas dan Bagaimana Perkembangannya

Pernahkah kamu terjebak di tengah hutan dan tidak tahu arah? Cara untuk mengetahui arah ketika tidak ada penunjuk arah adalah dengan menggunakan kompas. Apa itu kompas? Kompas adalah alat navigasi atau penunjuk arah. Bentuk alat yang paling sederhana memanfaatkan medan magnet Bumi untuk menunjukkan arah utara. Sebuah jarum magnet yang bebas, misalnya diletakkan di atas permukaan air, akan berputar dan ujungnya akan menunjuk ke arah utara Bumi. Hal ini terjadi karena magnet Bumi yang memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jarum magnet akan selalu sejajar dengan kedua kutub magnet tersebut. Ujung jarum akan selalu menunjuk ke arah utara karena daya magnet dari kutub utara Bumi. Kompas ditemukan pertama kali oleh penduduk China kuno sejak tahun 247 sebelum masehi. Namun, kompas baru mulai digunakan sebagai alat navigasi oleh China dan Eropa pada abad ke-11. Kompas magnet ini digunakan pada berbagai kendaraan, seperti pesawat udara, kapal, bahkan kendaraan darat.

Kutub utara kompas berbeda dengan kutub utara secara geografis Pada abad ke-15, baru disadari bahwa kutub utara yang ditunjukkan oleh kompas berbeda dengan kutub utara Bumi secara geografis. Namun, perbedaan ini tidak terlalu jauh sehingga kompas magnet masih bisa digunakan. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata kutub utara magnet terletak lebih ke barat dari kutub utara Bumi. Perbedaan antara kutub magnet dan kutub geografis disebut dengan deklinasi. Sedangkan perbedaan magnet akibat medan magnet lokal disebut dengan deviasi. Perbedaan-perbedaan inilah yang perlu menjadi perhatian jika menggunakan kompas magnet sebagai alat navigasi. Namun, kesalahan atau perbedaan ini sudah teratasi seiring dengan perkembangan magnet. Teknologi yang mampu mengatasi perbedaan ini dan membenarkan arah kompas adalah magnet giroskop.

 

Mengenali Fungsi dan Kegunaan Jam Dinding

Mengenali Fungsi dan Kegunaan Jam Dinding

Pada tulisan kali ini kami akan menyampaikan informasi mengenai fungsi dan kegunaan jam dinding yang tentunya baik untuk kita ketahui bersama.

Tentunya kami percaya bahwa kamu semua tidak asing lagi dengan jam dinding, kita semua sangat familiar dengan benda yang satu ini.

Benda yang satu ini sangat berguna di dalam kehidupan kita, bahkan mungkin disetiap ruangan di rumah kita ada jam dindingnya. Hal ini menunjukan bahwa benda yang satu ini sangatlah bermanfaat.

Nah sebelum kita mengenali fungsi atau kegunaan dari jam dinding, alangkah baiknya kita berkenalan dulu dengan yang namanya jam dinding.

Jam dinding merupakan suatu benda yang digunakan sebagai penunjuk waktu yang biasanya dipasang di dinding, baik itu dinding di rumah, dinding di sekolah, dinding di kantor atau dimanapun itu.

Tentunya jam dinding ini banyak bentuk dan variasinya, kamu bisa menggunakannya sesuai dengan keinginan kamu.

Setelah kita mengetahui apa itu jam dinding, ada baiknya kita sekarang mengenali fungsi dan kegunaan jam dinding itu sendiri.

Pertama, jam dinding digunakan untuk penunjuk waktu sama halnya seperti jam pada umumnya semisal jam tangan, jam pintar, dan yang lainnya. Dengan ini kita bisa mengatur waktu yang kita gunakan untuk kseharian kita.

Kedua, jam dinding juga digunakan sebagai media untuk mempercantik dan memperindah ruangan, bisa di rumah, di kantor, di sekolah dan lainnya. Tentunya dengan ini kita akan menjadi nyaman dan tenang diruangan itu.

Ketiga, fungsi lainnya dari jam dinding yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai media promosi dan pemasaran, tentu ini kita pernah melihat jam dinding custom yang terpampang jelas personalnya atau organisasinya.

Mungkin hanya sekian saja tulisan singkat dari kami, dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kalian semua para pembaca yang budiman.

3 Alasan Mengapa Kamu Harus Membawa Alat Makan Pribadi ke Kantor

3 Alasan Mengapa Kamu Harus Membawa Alat Makan Pribadi ke Kantor

Gaya hidup sehat dan peduli lingkungan semakin gencar disuarakan belakangan ini. Tak heran, membawa peralatan makan pribadi ke kantor dan tempat-tempat lainnya pun menjadi tren populer.

Memang, membawa alat makan pribadi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita, seperti berikut ini.

1.   Aman Bagi Lingkungan

Selain meningkatkan jumlah sampah, alat makan plastik sekali pakai juga sulit terurai dan berdampak buruk bagi lingkungan. Tidak heran bila membawa alat makan pribadi yang dapat digunakan berulang kali bisa menjadi solusi terbaik.

2.   Peralatan Makan Stainless Lebih Fungsional

Selain itu, alat makan plastik biasanya lebih tipis dan mudah patah, apalagi kalau kamu memakan sesuatu yang agak keras. Jadi, gunakanlah alat makan stainless yang lebih kuat supaya kamu bisa makan dengan nyaman.

3.   Hemat Biaya

Membawa alat makan sendiri saat saat ke kantor juga bikin kamu lebih hemat ketika jajan di luar. Soalnya, kamu tidak harus selalu membeli alat makan sekali pakai. Selain itu, bila ada jajanan yang tersisa, kamu pun bisa langsung memasukkannya ke dalam tempat makan pribadi.

 

 

INSPIRASI MUG KERAMIK CUSTOM SEBAGAI HADIAH ATAU SOUVENIR

INSPIRASI MUG KERAMIK CUSTOM SEBAGAI HADIAH ATAU SOUVENIR

Ingin memberikan hadiah untuk teman atau sebagai souvenir sebuah acara? Mug Keramik bisa menjadi pilihannya. Mug Keramik bisa dikatakan sebagai salah satu pilihan souvenir yang paling populer. Dibandingkan dengan produk hadiah lainnya, harga mug jauh lebih murah. Selain itu, mug keramik mudah ditemukan dimana saja. Tapi dengan Mug Custom, mug kamu terlihat lebih beda dari yang lainnya!

Kenapa Harus Mug Custom?

Mug Custom merupakan mug yang dicetak menggunakan desain kamu sendiri. Desain sebebasnya, sesuka hatimu. Jadi ketika ingin menjadikan Mug sebagai hadiah pernikahan teman, dengan desain sendiri, pastinya hadiah lebih eklusif dan beda dari lainnya. Ada kepuasan tersendiri bagi sang penerima kado tersebut.

Seperti contohnya di bawah ini, merupakan hasil jadi Mug Custom yang dijadikan sebagai hadiah untuk pernikahan temannya. Terimakasih Mbak Sarah, yang telah mempercayai Teman Print sebagai teman percetakannya.

Mug Custom adalah ide yang sangat bagus. Kamu bisa menggunakan ini sebagai rasa sayang terhadap orang yang kamu sayangi dihidupmu.

 

T-Shirt – Tidak Sesederhana Bentuknya

T-Shirt – Tidak Sesederhana Bentuknya

Oleh : Aris Darisman

Pada artikel kali ini akan dipaparkan tentang sebuah media alternatif “rekam” budaya popular.

T-shirt/Tees adalah sebuah produk pakaian yang sangat akrab dengan keseharian kita. Bentuk polanya sangat sederhana, pada umumnya memang menyerupai bentuk huruf “T”, oleh karenanya dikenal juga dengan sebutan T- Shirt. Jenis pakaian ini masuk dalam kategori pakaian santai/non formal.

Apabila kita tarik jauh ke belakang terkait sejarah t-shirt ini, bahwa pakaian ini tidak lebih hanya sebagai produk fungsional yang mulai digunakan pada abad ke 19. Pada masa itu t-shirt justru dirancang untuk tidak terlihat (layaknya sebuah pakaian dalam).

Awal mula T-shirt berasal dari Eropa di mana tentara AS pada saat itu cukup terganggu dengan seragam mereka karena seragam wolnya menyebabkan mereka berkeringat. Namun sementara rekan-rekan Eropa mereka tidak terlalu dibatasi dalam kaus katun ringan mereka selama Perang Dunia Pertama. Angkatan Laut A.S. kemudian mengeluarkan kaus dalam katun putih berleher kru, lengan pendek, dan berwarna putih. Menjadi sangat umum bagi para pelaut dan marinir untuk mengenakan kaus dalam katun ringan yang nyaman ini di bawah seragam mereka. Pada 1920-an T-shirt telah menjadi istilah resmi dalam kamus Amerika-Inggris. Dan pada akhir tahun 1930-an beberapa pengecer A.S. memasarkannya, yaitu Fruit of the Loom, Hanes dan Sears, dan Roebuck & Co.

Kaos katun kemudian menjadi pakaian dalam standar di angkatan bersenjata AS selama Perang Dunia Kedua. Belakangan menjadi sangat umum melihat tentara AS yang mengenakan celana seragam mereka dengan T-shirt mereka sebagai pakaian kasual.

Kemudian pada 1940-an dan 1950-an, perguruan tinggi di A.S. mulai mencetak nama dan logo mereka di t-shirt, biasanya menggunakan font iron-on flock di masa-masa awal. Ini menjadi merchandise dan dijual di toko merchandise dan souveneer kampus. T-shirt mulai menjadi sebuah media untuk menyampaikan kebanggan terhadap alma mater . Bahkan hampir semua kampus di seluruh dunia memiliki t-shirt khas yang merepresentasikan identitas dan kebanggaan mereka tersebut. Tidak terkecuali di Indonesia.

Namun pada perkembangan selanjutnya produk ini menjadi sebuah produk yang dapat dibilang telah mewakili icon sebuah budaya tertentu, budaya popular. Hollywood turut andil memberikan besar pada T-shirt. Diawali oleh seorang actor muda pada saat itu, Marlon Brando dalam filmnya yang berjudul “A Street Car Named Desire”, dirilis pada tahun 1951. Dalam Film itu, hampir di sebagian besar adegannya sang aktor selalu mengenakan t-shirt polos berwarna putih dipadu dengan celana jeans (denim) classic. Remaja di seluruh negeri menjadi “liar” karena penampilannya. Empat tahun kemudian, James Dean melalui filmnya “Rebel Without a Cause” mengejutkan dunia dengan memperlihatkan t-shirt putihnya sebagai pakaian dalam dipadu dengan jaket warna merah dan celana jeans (denim).Hal ini selain menandai perkembangan T-shirt yang telah lama ditunggu-tunggu dari pakaian dalam menjadi pakaian luar, sekaligus menanamkan gaya dengan daya tarik seks yang modis. Melalui para pesohor tersebut t-shirt seakan menjadi agen provocateur sebuah gelombang gaya dalam dunia fashion.

Asosiasi pemberontak adalah katalisator gaya yang diinginkan oleh kaum muda saat itu dan bertepatan dengan kelahiran rock and roll. Popularitas t-shirt dengan gaya band rock and roll meledak pada tahun 1970-an, tetapi akarnya tetap kuat di tahun 1960-an. Grateful Dead – yang pertama kali menyadari potensi yang muncul ini untuk menjual T-shirt serta tiket pertunjukan di berbagai tempat. Industri musik memanfaatkan T-shirt ketika band rock mulai menjual T-shirt dengan slogan dan gambar mereka di konser. Belakangan, t-shirt bergaya tie-dye menjadi kegemaran secara keseluruhan terutama pada tahun 1969 ketika pengiklan Don Price memproduksi ratusan t- shirt dan memberikannya di Woodstock.

Para pesohor baik actor, model maupun para musisi dengan bandnya selain menjadi duta budaya popular pada saat itu juga menjadi corong yang turut “mengkampanyekan” penggunaan kaos sebagai pakaian keseharian bahkan kaos tidak hanya sekedar menjadi pakaian pelengkap (pakaian dalam) saja,namun juga memposisikan produk ini sebagai bagian dari produk fashion.

Hal ini menjadi pengikat produk dilekatkan pada sosok/figure atau peristiwa penting dan fenomena budaya popular pada masanya. Sehingga pada ahirnya produk kaos dapat disebut sebagai artefak sebuah budaya popular. Bahkan melalui desainnya, T-shirt dapat dikategorikan sebagai media “alternatif” perekam budaya popular.

Pada perkembangan selanjutnya, t-shirt tidak hanya tampil dalam bentuknya yang polos dengan desain/pola yang standar menyerupai huruf T saja, Namun sejumlah perancang busana melalui rahim kreatifitanya melahirkan t-shirt dalam wujud dan desain yang semakin kreatif dan atraktif. Bahkan t-shirt telah menjadi bagian dari fashion statement penggunanya.