Asal-usul Mug Keramik

Siapa nih yang suka minum kopi atau cokelat panas di rumah? Wah… memang nikmat sih minum yang panas-panas dikala cuaca dingin. Biasanya kalian lebih suka minum pakai gelas atau cangkir yang bagaimana nih? Kali ini kita mau bahas tentang asal-usul mug, si cangkir keramik.

Mug merupakan alat atau wadah minum sejenis cangkir yang memiliki pegangan, berukuran yang lebih besar dari cangkir. Mug umumnya digunakan untuk meminum minuman panas, seperti kopi, teh, coklat, dan lain sebagainya. Perbedaan Mug dengan cangkir selain ukurannya adalah pada penggunaannya. Jika cangkir biasanya terkesan mewah dan digunakan untuk menjamu tamu atau digunakan pada acara tertentu saja, mug memiliki desain yang lebih polos dan sederhana, serta dapat digunakan sehari-hari

Mug yang dikenal sekarang bermula dari periode Neolitikum, dimana manusia menempatkan minuman mereka pada cangkir yang terbuat dari kayu dan tulang hewan. Sekitar tahun 4000-5000 Sebelum Masehi, mug mulai dibuat dengan material tanah liat dan menambahkan pegangan serta dinding mug yang tebal sehingga nyaman saat digunakan untuk minum. Sekitar tahun 2000 Sebelum masehi, penggunaan logam mulai berkembang. Mug dibuat menggunakan logam perunggu, emas, perak, ataupun timah. Mug menjadi sulit digunakan untuk meminum minuman yang panas karena dindingnya yang tipis dan terbuat dari logam. Sekitar tahun 206 Sebelum Masehi hingga 220 Masehi, mug mulai dibuat menggunakan material keramik dan porselen. Material ini dianggap yang terbaik menahan panas atau dingin meskipun dinding mug relatif tipis. Mug menjadi kian popular digunakan setelah penemuan kopi sekitar tahun 850 Masehi. Pada tahun 1945, Mug mulai dikembangkan oleh Victor Insulator Company dengan standar militer. Dinding mug dibuat tebal untuk penahan suhu yang lebih baik, bobot mug ditambah untuk mengurangi risiko jatuh saat digunakan di kapal perang, dan bagian bawah yang lebih kasar agar mug tidak mudah meluncur. Sejak saat itu, desain mug Victor banyak diadopsi, dan terus berkembang hingga sekarang.

Saat Ini

Seiring perkembangannya mug mengalami pembaharuan dari sisi desainnya dan badan mug bisa di custom desainnya sesuai pola dan warna. Kini maka tak heran lagi Mug dijadikan sebagai media promosi, suvenir atau hadiah ulang tahun bahkan juga dijadikan suvenir pernikahan. Dengan harga mug custom yang terjangkau maka banyak yang mencarinya sebagai suvenir atau koleksi pribadi.

6 Cara Mencuci Tumbler yang Benar, Hilangkan Noda dan Bau Tak Sedap

Cara Mencuci tumbler yang benar baiknya Anda perhatikan dengan seksama agar kenyaman Anda ketika mengonsumsi minuman dari tumbler justru terganggu. Sebab, terkadang cara mencuci tumbler yang benar diabaikan dan justru menimbulkan masalah seperti noda pada tumbler yang bandel hingga bau tidak sedap yang ditimbulkan dari tumbler akibat kurang bersih ketika mencucinya.

Salah satu yang rawan terpapar noda dan bau tak sedap biasanya ada pada jenis tumbler stainless. Meski secara fisik tumbler ini lebih kuat, namun tumbler stainless biasanya memiliki aroma khas yang terkadang mengganggu. Terutama jika Anda tidak mengikuti cara mencuci tumbler yang benar.

Saat ini mungkin hampir setiap orang sudah mulai memiliki tumbler. Sebab, tumbler sendiri tampaknya sudah menjadi sebuah bagian dari gaya hidup orang-orang masa kini. Selain ringkas dan sangat bermanfaat untuk dibawa sehari-hari, penggunaan tumbler juga membantu dalam mengurangi jumlah sampah plastik. Sebab, tumbler memiliki sifat yang dapat digunakan hingga berulang kali, baik digunakan untuk minuman hangat atau dingin sekalipun.

Sayangnya, dengan kemampuan tumbler dalam menahan berbagai suhu tersebut, justru secara tidak sadar para pengguna tumbler asal-asalan dalam memasukkan jenis minuman di dalamnya. Padahal, ada beberapa jenis minuman yang sebenarnya cukup mengganggu dari segi aroma, apabila tidak dilakukan cara mencuci tumbler yang benar.

Lalu, seperti apa sebenarnya cara mencuci tumbler yang benar? Di bawah ini telah merangkum informasi tersebut untuk Anda

1. Gunakan Air Hangat dan Sabun

20160722

Cara mencuci tumbler yang benar dimulai dengan menyiapkan air hangat. Setelah air hangat telah siap, maka selanjutnya Anda perlu menuangkan air hangat tersebut ke dalam tumbler. Selanjutnya, tuangkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam tumbler yang berisi air hangat tersebut. Lalu, tutup tumbler dan kocok tumbler selama beberapa menit.

Apabila bentuk dari tumbler ternyata cukup kecil dan sulit dijangkau dengan tangan, maka Anda bisa menggunakan bantuan sikat khusus pembersih botol yang banyak dijual di pasaran. Setelah disikat hingga bersih, jangan lupa untuk membilasnya dan mengeringkan tumbler tersebut hingga tidak ada air yang tersisa. Sebab, beberapa tetes air yang tersisa dari proses pencucian sangat berpotensi dihinggapi mikroba dan bakteri berbahaya lainnya.

2. Manfaatkan Cuka

Cuka

Cara mencuci tumbler yang benar selanjutnya, Anda bisa memanfaatkan bantuan cairan cuka. Ternyata jenis bahan pelengkap masakan ini sangat bermanfaat untuk membuat tumbler aman dari adanya bakteri. Sebabnya, cuka adalah jenis bahan alami yang agresif dan sangat efektif dalam membersihkan kotoran serta membunuh beberapa jenis kuman penyebab penyakit yang bisa hinggap di dalam tumbler.

Sebenarnya, cara ini akan lebih efektif lagi apabila Anda sebelumnya sudah mencuci dengan sabun dan air hangat. Cuka ini cukup dituangkan ke dalam tumbler dan beri air dingin. Setelah itu, diamkan cairan cuka tersebut hingga semalaman agar mendapat hasil yang maksimal.

3. Bersihkan dengan Baking Soda

Selanjutnya, mungkin menjadi cara yang dapat dibilang cukup mudah untuk dilakukan. Sebab tidak diperlukan tenaga lebih apabila menggunakan baking soda untuk membersihkan tumbler. Caranya yaitu cukup dengan menuangkan baking soda dan mencampurkannya dengan air hangat. Setelah baking soda tercampur rata, Anda cukup mendiamkannya selama satu malam, lalu bilas pada keesokan harinya sebelum digunakan.

4. Gunakan Cairan Pemutih Pakaian

Mungkin cara ini dapat dikatakan cukup ekstrim, padahal sebenarnya cara ini cukup aman untuk dilakukan. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah jenis pemutih pakaian yang digunakan. Usahakan menggunakan jenis pemutih pakaian yang tidak terlalu keras.

Cara penerapannya cukup mudah, yaitu dengan memasukkan satu sendok makan cairan pemutih pakaian tersebut ke dalam tumbler, lalu beri campuran air untuk melarutkan pemutih pakaian tersebut. Selanjutnya kocok tumbler sebentar dan diamkan selama dua jam. Apabila sudah didiamkan dua jam, jangan lupa untuk membersihkan kembali tumbler dengan menggunakan sabun cuci piring dan selalu keringkan tumbler dengan sempurna.

5. Perhatikan Spons yang Digunakan

Percaya atau tidak, sebenarnya spons cukup berpengaruh terhadap berhasil tidaknya cara mencuci tumbler yang benar. Sebabnya, spons yang sudah digunakan berulang kali akan berisiko menimbulkan bau pada tumbler. Mengapa? Sebab spon yang telah sering digunakan mungkin pernah digunakan sebagai pembersih piring dan berbagai jenis makanan berlemak. Padahal kotoran sisa masakan tersebut bisa saja menempel di spons dan beberapa diantaranya justru menjadi residu yang akan menempel ke barang yang akan dicuci selanjutnya.

Maka dari itu, lebih baik Anda mengeluarkan biaya sedikit untuk membeli spons agar lebih aman dan lebih bersih ketika akan mencuci tumbler yang akan digunakan, dijamin cara ini akan sangat efektif untuk mencegah dan menghilangkan bau tidak sedap pada tumbler.

6. Lap Hingga Kering

Ini merupakan langkah terakhir ketika serangkaian proses mencuci tumbler tersebut sudah dilakukan dengan benar. Sebab, meski Anda sudah mencuci dengan berbagai metode, jika lupa mengeringkannya akan membuat tumbler justru berisiko timbul bau tidak sedap. Hal ini dikarenakan air yang menempel bisa saja masih mengandung bakteri dan berbagai kuman yang berbahaya bagi tubuh.

Jadi, meski cara mencuci tumbler yang benar di atas cukup mudah, namun jangan luput dari prosesi awal yaitu mengeringkannya dengan benar. Selamat mencoba dan semoga berhasil, ya!

Mengapa Tumbler Lebih Baik dibandingkan Botol Plastik?

Penggunaan tumbler atau botol minuman saat ini sangat mendukung kampanye pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan  beralih menggunakan wadah minuman yang dapat diisi ulang. Hal ini akan membuat hidup lebih sehat dan dapat mengurangi pengeluaran.

Tumbler dengan harga terjangkau dengan berbagai model kini banyak dipasarkan di toko-toko online. Untuk dibawa ke sekolah, kapasitas tumbler bervolume 300-450 mililiter cukup sesuai untuk anak sekolah. Untuk di tempat kerja, sebaiknya tumbler berukuran lebih besar. Sebagai gambaran, orang yang bekerja di ruangan ber-AC, membutuhkan air putih sebanyak 1,9 liter-2,8 liter setiap hari.

Berikut sejumlah alasan bagi Anda agar mulai beralih menggunakan tempat minuman selain dari bahan plastik.

    • Menjaga lingkunganSalah satu alasan utama untuk berhenti menggunakan cangkir sekali pakai, yakni untuk menjaga lingkungan. Gelas sekali pakai memang ramah lingkungan, namun faktanya, hanya 1 dari 400 gelas tersebut yang benar-benar didaur ulang kembali. Proses mendaur ulangan gelas sekali pakai tak bisa disamakan dengan karton. Dengan menggunakan tumbler sebagai pengganti wadah air minum, Anda dapat mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan limbah gelas plastik.
      • Menghemat Pengeluaran

      Seiring meningkatnya kesadaran untuk menjaga lingkungan, sejumlah gerai kopi atau kafe ikut serta berupaya mengurangi limbah gelas sekali pakai. Mereka memberikan harga spesial bagi para pelanggan yang membawa tumbler sendiri saat membeli kopi.  Dengan membawa tempat minum sendiri saat membeli kopi, Anda dapat menghemat pengeluaran.

    • Suhu Minuman Lebih TerjagaGelas sekali pakai tak bisa menjaga suhu kopi atau teh dalam waktu yang lama. Tumbler yang dilengkapi lapisan khusus mampu menjaga suhu minuman tetap terjaga. Jadi, Anda tetap bisa menikmati rasa kopi seperti halnya saat Anda meminum di kafe.
    • Menghindari Zat KimiaSaat memesan kopi panas yang dikemas dalam gelas plastik, ada rasa aneh dari plastiknya yang tercecap. Selain itu, beberapa lapisan pada gelas plastik sekali pakai juga mengandung zat kimia BPA (Bisphenol A) yang diklasifikasikan sebagai bahan beracun, dan dikaitkan dengan kanker. Akan lebih baik bila Anda mencegahnya dengan beralih menggunakan tempat minum.Wadah lainnya untuk menyimpan air adalah termos, botol yang diberi dinding dalam rangkap yang dirancang membentuk seperti kaca dengan bahan mengkilap yang dapat menyimpan cairan agar tetap memiliki suhu seperti semula.

      Dinding termos yang dirancang seperti kaca dapat menahan panas yang terdapat pada air panas tidak berpindah dengan cepat. Radiasi panas yang dipancarkan air mendidih dapat ditahan oleh dinding dalam sehingga air panas dapat bertahan dalam beberapa hari.

      Sebelum memilih botol termos, pertimbangkan tiga hal: harga, permukaan dalam, dan tes magnet.

      1. Jangan memilih botol dengan harga yang murah tanpa mengetahui kualitasnya.
      2. Lihat bagian dalam dari botol. Bila dalamnya terlihat seperti jahitan, kemungkinan besar botolnya berkualitas rendah. Botol termos yang baik bentuk dalamnya seperti tabung yang tidak bersekat.
      3. Tempelkan magnet ke arah botol Anda. Bila magnet itu menempel, bahan utama termos tersebut bukan dari aluminium dan berisiko beracun. Besi berkualitas tinggi akan menolak magnet tersebut.

KETAHUI PERBEDAAN DARI TRAVEL MUG DAN TUMBLER. MANA YANG LEBIH BAIK ?

Saat kita membeli air minum kemasan, yang kerap masih sering kita lakukan jika kita berpergian, secara tidak langsung botol-botol air minum yang telah kita beli itu akan menjadi sampah plastik yang akan susah diurai. Maka dari itu sejak dikeluarkan nya gagasan 3R banyak orang yang sudah merubah kebiasaan mereka salah satu nya dengan membawa botol minum sendiri dari rumah yang bisa setiap saat di isi ulang jika sudah habis.

Adanya gagasan 3R (reuse, reduce, recycle) membuat para masyarakat tersadar bagaimana penting kita menjaga melestarikan alam semesta, sekecil apapun yang kita lakukan akan sangat memberikan dampak untuk kelangsungan kehidupan kita di masa mendatang. Contoh yang paling kecil yang dapat kita lakukan salah satu nya yaitu dengan reuse. Reuse yaitu menggunakan kembali suatu barang lebih dari satu kali pemakaian dimana barang dipakai lagi dengan fungsi yang sama.

Jika kita berbicara mengenai budaya Reuse, kita pasti sudah tidak asing lagi dengan mug atau tumbler, dan terlebih, mungkin kalian sudah banyak yang menggunakan nya di rumah, sekolah atau di kantor.

Tidak hanya untuk bepergian, membawa botol sendiri pun bisa kita biasakan saat kita pergi ke kantor, sekolah atau bahkan di rumah sekalipun. Akan lebih sangat efisien jika kita membiasakan menggunakan 1 tumbler untuk 1 orang dirumah, selain bisa diisi ulang kapan saja kita butuhkan menggunakan tumbler juga akan menghemat penggunaan sabun untuk mencuci dan juga air untuk mencuci pastinya.

Bagi kalian yang belum tau istilah tumbler ini, tumbler adalah botol minum yang memiliki permukaan datar dan  biasa nya terbuat dari plastik, kaca atau baja nirkarat. Tumbler pun mulai dikenal masyarakat sejak beberapa tahun belakangan ini, seiring dengan gagasan 3R tersebut lalu para produsen pun tak langsung diam mereka bergerak cepat untuk menghadirkan bermacam-macam model tumbler dengan warna dan desain sangat menarik.

Desain tumbler disesuaikan dengan pangsa pasar, ada yang dibuat elegan untuk orang kantoran, ada yang dibuat warna warni untuk anak anak sekolah dan ada pula yang didesain dengan gambar tokoh kartun anak anak sehingga minat masyarakat untuk membeli pun semakin tinggi. Tak sampai disitu saja, beberapa perusahaan food and beverage pun mengeluarkan tumbler yang diberikan logo perusahaan mereka pada tumbler tersebut. Bentuk tumbler yang cenderung besar dan tinggi memang sangat cocok untuk diisi dengan air mineral atau dengan minuman dingin, tidak dengan teh, kopi atau minuman hangat lainnya.

Bagi yang ingin membawa minuman hangat, tumbler bukanlah solusi yang tepat, lalu adakah solusi yang lebih tepat? Jawabanya adalah mug.. Mug menjadi pilihan yang lebih tepat, dengan bentuk yang lebih pendek dibandingkan tumbler dan juga memiliki lebar yang lebih besar mug menjadi pilihan yang tepat jika kita ingin membawa minuman hangat.

Pasti kita semua sudah sering menggunakan mug dirumah tapi apakah bisa mug yang biasa kita gunakan di rumah kita bawa untuk bepergian? Tentu nya agak susah karena mug yang biasa kita gunakan di rumah dirancang bukan untuk dibawa berpergian. Kendala itu pun yang menjadikan alasan beberapa produsen akhirnya membuat mug travel yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen yaitu dengan konsumen dapat membawa nya untuk bepergian.

Mug travel biasa terbuat dari bahan stainless sehingga dapat menahan panas daripada isi didalam nya untuk beberapa jam, mug travel ini memang dirancang untuk dibawa berpergian sehingga diatas nya terdapat tutup mug untuk menjags air didalam nya tidak tumpah.

Mug travel tak kalah populer nya dengan tumbler karena memang kegunaan nya yang sangat bermanfaat dan juga praktis. Kita dapat dengan mudah membawa minuman hangat untuk menemani perjalanan kita di mobil, kita pun bisa dengan mudah menaruh nya di samping kita tanpa perlu khawatir minuman kita akan tumpah dan yang paling penting hangat dari minuman kita tetap terjaga sampai kita tiba di tujuan kita.

Tumbler atau mug travel kini menjadi sangat hits di kalangan masyarakat luas, bukan lagi karena manfaat nya namun karena bentuk dan desain nya yang sangat menarik selain itu kita pun ikut berpartisipasi dengan gagasan pemerintah untuk mengaplikasikan 3R dalam kehidupan sehari-hari. Sangat bermanfaat bukan.

Tumbler atau Botol Minum Biasa? Ketahui Perbedaan dan Keunggulan Keduanya Sebelum Membeli

Istilah tumbler akhir-akhir ini makin sering didengar atau digunakan untuk menyebut suatu wadah yang digunakan untuk menyimpan atau menampung air minum yang dapat dibawa ke mana-mana.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, orang-orang terkadang sulit membedakan antara tumbler dan botol minum biasa.

Meski memiliki fungsi yang sama, ternyata tidak semua botol minum dapat dikategorikan sebagai tumbler karena pada dasar terdapat perbedaan antara tumbler dan botol minum biasa.

Tumbler dan botol minum biasa memiliki perbedaan dalam beberapa hal, terutama dalam desain dan fungsi. Berikut adalah  beberapa perbedaan antara keduanya:

Desain dan Material 

Tumbler umumnya memiliki desain yang lebih stylish dan bervariasi. Tumbler biasanya terbuat dari bahan yang lebih berkualitas, seperti stainless steel atau plastik berteknologi tinggi yang tahan terhadap suhu panas atau dingin.

Sedangkan botol minum biasa terbuat dari berbagai material, termasuk plastik, kaca, atau logam.

Isolasi Termal

Banyak tumbler dilengkapi dengan teknologi isolasi termal untuk menjaga suhu minuman lebih lama.

Ini memungkinkan minuman tetap panas atau dingin lebih lama daripada botol minum biasa.

Sedangkan botol minum biasa mungkin tidak memiliki lapisan isolasi termal dan tidak seefektif tumbler dalam menjaga suhu minuman.

Tutup dan Sistem Penyegelan

Tumbler sering dilengkapi dengan tutup yang kokoh dan sistem penyegelan yang baik untuk mencegah tumpahan.

Beberapa tumbler juga memiliki tutup yang dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.

Untuk Botol biasa mungkin memiliki tutup yang sederhana dan tidak selalu memiliki sistem penyegelan yang kuat, sehingga mungkin lebih rentan terhadap tumpahan.

Ukuran dan Bentuk

Tumbler umumnya hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Botol minum biasa juga dapat ditemukan dalam berbagai ukuran, tetapi mungkin lebih cenderung memiliki desain yang lebih standar.

Tujuan Penggunaan

Banyak tumbler didesain untuk digunakan secara berulang dan berkelanjutan, mengurangi penggunaan botol sekali pakai dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Botol minum biasa dapat digunakan secara berulang, tergantung pada materialnya, tetapi beberapa botol mungkin lebih dimaksudkan untuk digunakan sekali pakai.

Pilihan antara tumbler dan botol minum biasa tergantung pada preferensi pribadi, kebutuhan, dan prioritas pengguna.

Tumbler umumnya dianggap sebagai opsi yang lebih ramah lingkungan dan tahan lama, sementara botol minum biasa mungkin lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari.