Bahan yang Cocok Untuk Handuk

Beberapa Bahan yang Cocok untuk Handuk dan Menyerap Air

Umumnya bahan jadi pertimbangan utama saat memilih handuk, mungkin kamu termasuk salah satunya. Handuk yang punya bahan berkualitas punya karakteristik khusus yaitu lembut, dapat menyerap air dengan baik serta bakal membantu mengeringkan tubuh dengan lebih cepat. Mungkin saat membeli handuk kamu akan bertemu dengan berbagai macam bahan dan ukuran. Mengingat handuk dipakai setiap hari, maka penting bagi kita untuk memperhatikan bahan handuk yang bagus dan dapat tahan lama guna menghindari masalah kulit serta risiko kulit iritasi karena bahan handuk yang kasar setelah beberapa kali pemakaian.

Macam – Macam Bahan Handuk dan Kegunaannya

1.Microfiber

Siapa yang belum kenal sama bahan yang satu ini dan sering bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan handuk microfiber? Mari kita bahas lebih jauh. Handuk microfiber merupakan serat dengan campuran dari poliamida dan poliester yang nggak gampang robek. Serat yang dihasilkan jadi super halus, bisa menangkap kelembaban dengan lebih baik.

Bahan microfiber mampu menyerap air 7 kali lebih banyak dibandingkan dengan bobotnya yang cukup ringan. Walaupun bisa menyerap banyak air, microfiber cepat kering saat dijemur. Microfiber dianggap jadi bahan yang paling cocok untuk handuk karena bisa mengambil minyak, kotoran mikroskopis, kuman dan sel kulit mati pada wajah. Fakta unik soal microfiber, bahan ini bermuatan positif lho. Ini menandakan kalau handuk dengan bahan microfiber bisa bertindak seperti magnet yang bakal menarik minyak dan kotoran. Kalau kamu punya handuk berbahan microfiber, sebaiknya jangan memakai pelembut kain supaya seratnya nggak tersumbat.

2. Katun

Katun udah cukup populer nih, baik jadi bahan untuk pakaian maupun handuk. Katun juga jadi salah satu bahan yang paling sering dipakai untuk handuk. Katun berasal dari serat tanaman kapas. Bahan katun terasa lembut saat terkena kulit dan juga nggak bakal bikin iritasi nih. Nggak cuma itu, handuk berbahan katun juga bisa menyerap air dengan sangat baik, jadi cocok banget untuk bayi yang punya kulit cenderung sensitif dan lebih lembut. Katun sendiri dibedakan lagi jadi 2 jenis lho yaitu carded cotton dan combed cotton. Proses produksi benang pada jenis carded cotton sebenarnya sama seperti pada tipe combed. Bedanya terletak pada mesin combing yang nggak lagi digunakan saat pemintalan untuk memisahkan serat-serat pendek. Oleh karena itu, benang carded punya serat yang berbulu dan cenderung lebih pendek. Soal harga, carded cotton lebih terjangkau. Di sisi lain, combed cotton punya benang yang disisir untuk memisah serat yang pendek supaya lebih lembut dan kuat. Sebanyak kurang lebih 12 sampai 15 persen volume kapas dihilangkan dalam proses tersebut. Proses itu kemudian menghasilkan benang combed yang lebih kuat, halus, tahan lama dan berkualitas tinggi.

3. Nilon

Handuk yang terbuat dari bahan nilon biasanya memiliki serat yang sedikit kasar, sehingga kurang cocok untuk digunakan sehari-hari. Namun, handuk dengan bahan nilon bagus digunakan sesekali guna membersihkan dan menggosok kulit secara menyeluruh untuk mengangkat sel kulit mati. Selain itu, kebiasaan menggosok kulit pun juga dianggap mampu melancarkan peredaran darah serta mendorong produksi kolagen.

4. Wol

Bahan wol mempunyai tekstur yang lembut dan tebal, tetapi masih terasa ringan.  Bahan ini juga memiliki daya serap air yang cukup tinggi. Hanya saja, harga handuk wol terbilang cukup mahal dibandingkan dengan yang lain karena bahan wol diperoleh dari bulu binatang seperti domba. Handuk bahan wol ini cocok untuk kulit sensitif. Selain itu, handuk wol juga harus dirawat dengan lebih telaten. Sebab, saat sudah lama dipakai, handuk wol agak sulit dibersihkan jika terkena noda kotoran.

5. Sutra

Jika bahan wol dari bulu binatang, maka bahan sutra terbuat dari air liur ulat sutra. Air liur diolah menjadi benang yang sangat lembut dan bernilai tinggi. Harga handuk sutra juga cenderung lebih mahal dibandingkan dengan handuk bahan lainnya. Handuk bahan sutra ini cocok untuk kulit sensitif.