Payung Hitam Penyelamat Dari Paparan Sinar UV

Payung Hitam Penyelamat Dari Paparan Sinar UV

Funsi lain payung adalah menghadang lebih dari tiga per empat sinar ultra violet (UV) pada hari yang sangat terik. Payung hitam malah jauh lebih baik karena dapat menghadang sekitar 90 persen sinar tersebut. Dengan memperhatikan pemanfaatan payung sebagai pelindung panas yang banyak di negara-negara Asia, hampir 45 persen perempuan di China juga di Timur Tengah, maka para peneliti memutuskan untuk menilik lebih jauh tentang peran payung untuk menghadang sinar UV.

Payung penangkal sinar Matahari dapat menutup hingga 99 persen sinar UV. Rupanya payung biasa juga berfungsi baik yaitu dapat melindungi tembusan sinar UV antara 77 dan 90 persen, bila payungnya memiliki warna gelap.

Payung anti-UV adalah payung yang dibuat untuk melindungi Anda dari sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh matahari. Seperti yang Anda tahu, sinar ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kulit kusam dan tampak lebih tua, bahkan kanker kulit. Karena itu, lindungi diri Anda dengan payung anti-UV saat bepergian pada siang hari, terutama saat matahari sedang terik. Lalu, apa perbedaan payung anti-UV dengan payung biasa? Simak penjelasannya berikut ini.

  • Permukaan payung anti-UV dilapisi dengan lapisan khusus yang memungkinkannya menghalangi sinar ultraviolet. Lapisan yang biasanya dipakai adalah titanium dioxidezinc oxide, dan senyawa serupa lainnya. Berkat lapisan tersebut, payung dapat menyerap sinar matahari yang berbahaya.
  • Payung anti-UV umumnya berukuran lebih tipis dan ringan karena tidak perlu menahan hujan dan angin.
  • Memiliki kemampuan menghalangi sinar ultraviolet yang cukup tinggi, yatu 75%–99% tergantung bahan yang dipakai.

Bagaimana tertarik untuk custom payung ? Toko Merchandise siap membantu

 

Tips Memilih Payung Yang Tepat

Tips Memilih Payung Yang Tepat

Payung merupakan salah satu benda yang paling dibutuhkan ketika musim hujan tiba. Saat hujan tiba, payung adalah benda yang wajib dibawa saat hendak keluar rumah maupun saat akan berpergian. Namun, tahukah kamu bagaimana cara pemilihan payung yang tepat ? Memilih payung yang tepat dapat berpengaruh terhadap jangka panjang pemakaian payung loh. Nah, simak artikel ini ya karena kami akan memberikan beberapa tips memilih payung yang tepat.

1. Pertimbangkan bahan payung

Hal pertama dan yang sangat penting saat memilih payung adalah perhatikan bahannya. Pastikan bahan payung yang akan dibeli pas. Payung yang bagus kainnya tidak terlalu tebal maupun tipis. Karena jika terlalu tebal atau tipis payung mudah robek. Juga lebih disarankan memilih payung yang memiliki lapisan anti UV.

2. Pertimbangkan warna payung

Dalam memilih warna payung orang-orang cenderung memilih warna yang disuka. Tapi, lebih disarankan untuk memilih warna payung yang mencolok. Jadi, payung bisa digunakan saat musim panas juga. Hindari memilih payung berwarna gelap seperti hitam. Karena dapat menyerap panas.

3. Pertimbangkan ruas jari payung

Pada umumnya, payung memiliki beberapa ruas jari. Ada yang memiliki 7,8, dan 10 ruas jari. Disarankan memilih payung dengan ruas jari yang banyak karena lebih kokoh dibanding payung beruas jari sedikit.

4. Perhatikan pegangan payung

Pilihlah pegangan yang sekiranya nyaman digenggam. Pilihlah pegangan payung yang berbahan karet agar tidak licin ketika payung dipakai. Juga, lebih disarankan memilih pegangan payung yang ramping. Jadi payung bisa digenggam dengan satu tangan.

5. Pertimbangkan ukuran dan berat payung

Pilihlah payung yang besarnya dapat melindungi tubuh secara maksimal. Tapi pilihlah payung yang ringan dan tidak kesulitan ketika membawa payung.

Nah, itu dia beberapa tips dalam memilih payung yang tepat. Tertarik untuk custom payung ? Toko Merchandise siap membantu

Manfaat Menggunakan Payung Terbalik

Payung tersedia dalam banyak jenis dan desain. Setiap jenis payung dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan situasi yang berbeda. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan tujuan pemakaian payung sebelum membelinya. Payung umumnya terbuat dari kain atau bahan kertas yang waterproof, kemudian diberi tangkai dan dapat dilipat. Payung dibuat dalam berbagai jenis dan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Sejarah Payung

Sebelum muncul berbagai jenis payung, pada abad ke-16 payung hanya dianggap sebagai aksesori bagi wanita. Kemudian Jonas Hanway, seorang petualang dan penulis Persia, mulai sering membawa payung di tempat umum, sehingga berhasil menarik banyak pria untuk ikut memakainya. Payung generasi awal di Eropa terbuat dari bahan kayu atau tulang paus, kemudian ditutup kain kanvas dan diberi minyak. Untuk menarik perhatian banyak orang, payung diberi warna dan gambar yang menarik. Kemudian pada tahun 1852, Samuel Fox menemukan sebuah rangka besi yang dapat dijadikan sebagai bahan pegangan payung. Selanjutnya, perkembangan payung berfokus pada metode tutup atau lipat agar lebih praktis.

Mengapa menggunakan payung terbalik ?

“payung terbalik” memiliki bingkai yang dapat dilipat ke dalam, yang berarti sebagian besar tetesan air hujan akan mengalir ke tengah, bukannya jatuh dari lengan Anda. Juga lebih praktis untuk membuka dan menutup di ruang kecil (seperti pintu masuk toko, di samping mobil di tempat parkir, dan angkutan umum). Saat Anda tidak menggunakan payung, payung dapat berdiri sendiri, yang berarti Anda tidak akan membasahi kaki Anda atau menemukan bahwa payung telah terguling ke lantai dan terkumpul entah apa.

Payung Terbalik ditemukan oleh Jenan Kazim, seorang insinyur di London, terinspirasi dari ide ibu mertuanya, yang mengeluhkan payungnya yang menetes ke lantai rumahnya. Payung itu sendiri menjadi populer dalam waktu singkat. Didesain agar jauh dari tubuh penggunanya, payung terbalik tidak akan membiarkan Anda berendam di air saat payung basah tertutup rapat. Selain itu, Anda dapat menutup sebagian payung agar dapat bertumpu pada tanah tanpa penyangga apa pun.

Fitur payung terbalik:

1. Ini akan membuat Anda tetap kering saat hujan

Payung terbalik susinoumbrella dilapisi dan berlapis ganda, sehingga Anda akan tetap kering dan rusuk payung tidak berkarat. Lapisan Teflon tahan air, tahan debu, tahan sinar UV dan serpihan. Fungsi buka/tutup otomatis juga membuat Anda tidak perlu merogoh bagian dalam payung dan membasahi lengan setiap kali membuka dan menutup payung.

2. Mudah dibuka dan ditutup bahkan di ruang kecil

Berbeda dengan payung biasa yang repot dibuka di tengah keramaian, payung ini akan berbentuk kerucut ke atas saat dibuka, sehingga saat membuka atau menutup payung, Anda tidak akan menyodok orang yang dekat dengan Anda di tengah keramaian. Payung terbalik sangat cocok untuk menutup dan membuka di ruang kecil tanpa mengganggu orang lain.

3. Tempat payung sangat ringan

Rangka payung payung terbalik biasanya terbuat dari bahan fiberglass yang sangat ringan dan tidak mudah pecah. Rangka besi biasa terlalu berat dan mudah patah.

4. Payung terbalik adalah teman yang baik bagi pengemudi mana pun

Saat ingin pulang untuk menghindari hujan yang mengganggu, mobil menjadi tempat berlindung yang aman. Satu-satunya masalah adalah ketika hujan mengikuti Anda ke dalam mobil. Tetesan air pada payung basah dapat membentuk genangan air yang mengganggu di tempat yang paling tidak Anda inginkan. Mengatasi masalah menjengkelkan ini sederhana saja, gunakan payung terbalik. Tidak hanya dapat menjaga mobil tetap kering, payung ini juga dapat dibuka dan ditutup dengan mudah tanpa harus keluar dari mobil. Selain itu, desainnya yang ringkas menjadikan payung reversibel ini memiliki ukuran yang pas untuk disimpan di dalam mobil. Jangan pernah khawatir meninggalkan payung di rumah saat Anda pergi keluar dan mengemudi.

Cari Tau Sejarah Payung Yuk !

Payung menjadi salah satu barang paling dibutuhkan di kala musim hujan. Bahkan tak jarang saat cuaca panas, payung juga digunakan untuk melindungi dari terik Matahari. Terlepas dari pentingnya, tahukah kamu siapa penemu payung pertama? Mengutip situs Wonderopolis, dalam catatan sejarah, payung ternyata sudah digunakan di Mesir kuno, Mesopotamia, China, dan India sejak dahulu kala. Awalnya, payung justru tidak digunakan untuk melindungi orang dari hujan. Sebaliknya, orang kuno menggunakan payung untuk menghalangi panas matahari.

Sejarah Payung

1. Asal Usul Istilah Payung

Kata payung atau Umbrella dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin yakni Umbra yang berarti naungan atau bayangan. Pada abad ke-16 payung sangat populer di dunia barat terutama di daerah beriklim hujan tepatnya dataran Eropa utara. Awalnya payung hanya sebuah aksesori yang digunakan wanita. Hingga akhirnya datang musafir dan penulis Persia bernama Jonas hanway (1712-1786). Ia membawa dan menggunakan payung di depan umum pada masyarakat Inggris selama 30 tahun. Sejak saat itu, ia memopulerkan penggunaan payung di kalangan pria bukan hanya aksesori wanita. Namun pada masa itu, pria Inggris menyebut payung dengan sebutan Hanway.

2. Toko Payung Pertama

Sejak dipopulerkan oleh Jonas Hanway, toko payung pertama yakni “James Smith and Sons” dibuka pada tahun 1830. Toko itu berlokasi di 53 New Oxford Street di London, Inggris. Menariknya, payung Eropa terbuat dari kayu atau tulang ikan paus yang ditutupi dengan alpaka (metal paduan nikel, tembaga, dan seng yang mengkilap) dan kanvas yang diminyaki. Para perajin membuat pegangannya dengan bentuk melengkung khusus untuk payung yang dibuat dari kayu keras seperti kayu hitam. Dengan material itu, para perajin akan dibayar mahal untuk usaha mereka.

3. Inovasi Baru Payung

Pada tahun 1852, Samuel Fox pendiri English Steels Company menemukan desain payung dengan rangka baja. Mereka menggunakan stok farthingale stay atau baja yang juga digunakan dalam korset wanita. Setelah penemuan itu, payung bisa dilipat dan terus diterapkan dalam pembuatan payung berikutnya hingga saat ini.

4. Zaman Modern

Penemuan payung pada zaman modern semakin berkembang. Seperti pada tahun 1928, Hans Haupt menemukan payung lipat. Hans Haipth adalah seorang siswa seni pahat di Wina. Ia mengembangkan prototipe payung lipat dan mendapatkan hak patennya pada September 1929. Payung itu disebut dengan “Flirt Umbrella” atau payung rayuan yang dibuat oleh sebuah perusahaan Austria. Di Jerman, payung lipat dibuat oleh perusahaan bernama “Knirps” yang kemudian menjadi sinonim dalam bahasa Jerman untuk payung lipat kecil. Pada tahun 1969, Bradford E Phillips pemilik Totes Incorporated of Loveland, Ohio juga mendapat paten untuk “payung lipat yang dapat berfungsi baik”.

5. Fakta Lain Tentang Payung

1. Tak hanya berbentuk payung, payung juga dibuat menjadi topik sejak tahun 1880 hingga tahun 1987.

2. Payung golf menjadi salah satu payung dengan ukuran terbesar yang umum digunakan. Biasanya payung golf berukuran sekitar 60-70 inci atau 152-177 cm.

3. Payung menjadi produk konsumen dengan pasar global yang besar.

Pada tahun 2008, sebagian besar payung di seluruh dunia dibuat di Cina. Kota Shangyu, Cina memiliki lebih dari 1.000 pabrik payung. Di Amerika Serikat, sekitar 33 juta payung terjual setiap tahunnya dengan pendapatan USD 348 juta. Pada tahun 2008 pula Amerika Serikat mendaftarkan 3.000 hak paten aktif atas penemuan payung.

Musim Hujan Telah Tiba, Siapkan Payungmu dari sekarang!

Musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan-bulan tertentu setiap tahunnya. Ini prediksinya, mengingat Indonesia memiliki iklim tropis yang dipengaruhi oleh angin monsun. Musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan-bulan antara Oktober hingga Maret. Waktu tibanya bisa sedikit berbeda tergantung dari daerahnya, namun umumnya cuaca mulai memburuk dan hujan turun dengan intensitas yang meningkat pada bulan-bulan tersebut. Selama musim hujan, curah hujan yang tinggi seringkali menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah.

Selain itu, musim hujan di Indonesia seringkali ditandai dengan perubahan suhu yang lebih sejuk dan udara yang lebih lembab. Hal ini disebabkan oleh adanya uap air yang meningkat dalam atmosfer selama musim hujan. Meskipun begitu, ada juga daerah-daerah tertentu di Indonesia yang memiliki pola musim hujan yang sedikit berbeda, seperti daerah-daerah dengan pengaruh monsun yang khas. Oleh karena itu, prediksi musim hujan di Indonesia perlu diperhatikan dengan cermat dan berdasarkan pada pola cuaca lokal yang berlaku di masing-masing daerah.

Tahukah kamu? payung ditemukan ribuan tahun yang lalu pertama kali di Tiongkok kuno. Awalnya payung hanya digunakan untuk memberi keteduhan bagi bangsawan dan penguasa, terutama saat bepergian. Selain manfaat fungsionalnya, payung juga memiliki daya tarik estetika. Desainnya yang beragam dari yang sederhana hingga artistik, warna-warna yang menarik, dan pola yang stylish memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan preferensinya. Tahukah kamu? Ternyata payung memiliki jenis yang beragam dan bukan itu-itu saja, lho! Nah, agar kamu tidak keliru, tidak ada salahnya untuk simak jenis-jenis payung berikut ini, yuk!

1. Payung standar

Payung jenis standar mempunyai dua versi, manual dan model otomatis. Dengan model otomatis, penggunanya dapat membuka dan menutup payung dengan lebih mudah, cukup menekan tombol di bagian bawahnya.

Bahan payung standar umumnya berupa kayu, logam, dan poliester. Ciri khas model ini adalah gagangnya yang dibuat melengkung di bagian bawah sehingga mudah untuk dipegang.

2. Payung golf

Sesuai namanya, golf umbrella awalnya didesain khusus untuk pemain golf. Ukuran payung golf terbilang besar, dengan lebar sekitar 178 cm. Meskipun besar, payung golf sudah dirancang agar dapat masuk dengan mudah ke dalam tas pemain golf, untuk digunakan di lapangan jika tiba-tiba turun hujan.

Berbeda dengan model lainnya yang melengkung, pegangan payung golf berbentuk lurus. Dengan desain tersebut, golf umbrella lebih mudah dimasukkan ke dalam tas golf dan tidak memakan banyak tempat.

3. Payung lipat

Punya hobi traveling? Kalau begitu, Anda wajib memiliki payung lipat. Sesuai dengan namanya, varian ini dapat dilipat menjadi bentuk yang lebih kecil, sehingga ringkas, praktis, dan tidak membutuhkan tempat penyimpanan yang besar.

4. Payung terbalik

Jenis payung terbalik kini menjadi salah satu payung souvenir yang sangat disukai. Disebut juga sebagai reversible umbrella, pegangannya dapat digunakan dua arah, membuka dan menutup baik ke dalam maupun ke luar.

Dengan mekanisme ini, sisi keringnya selalu berada di bagian luar sehingga mencegah air tumpah mengenai pengguna ketika payung akan ditutup. Tidak hanya itu, reversible umbrella juga memiliki kekuatan yang baik sehingga tidak mudah rusak saat diterpa angin.

5. Payung botol

Di pasaran, payung botol juga banyak disebut sebagai wine umbrella, crown umbrella, atau capsule umbrella. Penamaan ini sesuai dengan wadah payung yang berbentuk botol atau kapsul. Dengan tempat yang disediakan, bottle umbrella lebih mudah disimpan dan tidak membasahi area di sekitarnya.

Agar lebih ringkas, gagangnya berbentuk lurus, mirip dengan jenis payung golf. Payung promosi yang menggunakan model bottle umbrella terlihat lebih keren karena logo perusahaan juga dibubuhkan ke permukaan botolnya.

6. Payung anti UV

Sejalan dengan penyebutannya, anti UV umbrella didesain khusus agar mampu melindungi pemakainya dari paparan sinar ultraviolet (UV). Material kain anti UV umbrella biasanya bersifat tebal dengan tenunan yang lebih rapat.