KAI Wanti-wanti Kendaraan Prioritas Wajib Dahulukan KA Melintas

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan semua kendaraan wajib berhenti dan mendahulukan kereta api yang akan melintas di perlintasan sebidang.
Ketentuan tersebut juga berlaku bagi mobil pemadam kebakaran, ambulans yang sedang mengangkut orang sakit, maupun kendaraan prioritas lainnya.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan peringatan tersebut tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan Raya.

Peringatan itu dikeluarkan menyusul insiden kecelakaan mobil pemadam kebakaran yang tertabrak KA 2526 (limas dan cargo) di JPL 93 km 138+23 jalur hulu emplasemen Stasiun Haurgeulis pada Selasa (2/7) dini hari. Mobil damkar tersebut diduga menerobos pintu perlintasan JPL 93 yang sudah tertutup.
Akibat peristiwa itu, KA 2526 terlambat 27 menit dan KA 2502 terlambat 35 menit.

Selain itu, kejadian tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada lampu kabut kereta sebelah kanan pecah dan tangga lok kabin belakang bengkok. Tak ada korban dalam insiden tersebut.

“Pengguna jalan termasuk pemadam kebakaran dan ambulans harus mendahulukan perjalanan kereta api, sebab kereta api memiliki jalur tersendiri dan tidak dapat berhenti secara tiba-tiba,” jelas Joni.

Hal ini tercantum dalam Pasal 124 UU 23/2007 tentang yang berbunyi, “Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.”

Selain itu, Pasal 114 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) mengatur, pengendara di perlintasan sebidang wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain, mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

KAI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat akan menyeberangi perlintasan sebidang jalan raya dengan jalur kereta api. Joni mengimbau untuk memastikan jalur yang akan dilalui sudah aman, tengok kanan dan kiri, serta patuhi rambu-rambu yang ada.

Lebih lanjut, Joni menjelaskan kereta api memiliki posisi yang unik untuk diprioritaskan. Sebab, kereta api tidak hanya mengangkut penumpang atau barang, tetapi juga berperan dalam memperlancar transportasi massal yang penting bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Hal ini juga menyangkut keselamatan semua orang yang menggunakan jalan. Pentingnya mendahulukan kereta api ini terkait dengan kecepatan dan ukuran serta berat kereta yang jauh lebih besar daripada kendaraan bermotor lainnya.

Joni juga mengingatkan kereta api membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang daripada mobil, sehingga jika mobil tidak memberikan jalan, bisa terjadi tabrakan yang sangat parah.

Maka, aturan yang mengharuskan pengguna jalan untuk memberikan prioritas kepada kereta api bertujuan untuk mencegah kecelakaan yang bisa mengancam keselamatan banyak orang.

“Kami menghimbau agar kepedulian semua pengguna jalan raya terhadap keselamatan serta disiplin mematuhi rambu-rambu lalu lintas supaya selalu dipatuhi sehingga tercipta keamanan bagi kita semua” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia