Mirip, Tapi Tak Sama ! Ini Dia Perbedaan Memo Dan Agenda

Mirip, Tapi Tak Sama ! Ini Dia Perbedaan Memo Dan Agenda

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata “memo” dan “agenda” ? Sebuah buku catatan yang kita gunakan untuk mencatat to do list ? Bisa jadi. Lalu apa sih bedanya antara memo dan agenda ? Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan beberapa perbedaan dari memo dan agenda supaya kamu tidak salah.

Pertama yang akan kami bahas adalah memo, apa sih memo ? Secara garis besar, memo memang bersifat sebagai pengingat atau catatan ringkas mengenai suatu permasalahan yang tengah dibahas.

Sedangkan buku agenda sendiri merupakan buku yang dipakai untuk mencatat surat masuk dan surat keluar dalam periode tertentu (biasanya satu tahun). Petugas yang mencatat dengan menggunakan agenda tersebut disebut dengan agendaris.

Jadi, apa menurut mu perbedaan dari keduanya ? jadi memo lebih bersifat sebagai pengingat suatu hal yang sedang atau akan dibahas. Sedangkan buku agenda untuk mencatat apa saja yang akan atau telah kita lakukan. Masih belum paham ? secara singkatnya memo mencatat hasil dan agenda mencatat tindakan.

Dari penjelasan kami diatas apakah kalian masih bingung antara perbedaan memo dan agenda ? sebenarnya keduanya memiliki fungsi yang sama-sama untuk mencatat. Kembali lagi, semuanya tergantung pada kebutuhan kalian.

Mengenal Istilah BPA Free

Mengenal Istilah BPA Free

Kebanyakan produk plastik yang beredar di pasaran telah memiliki label BPA free. Tiap produk yang berlabel BPA free memiliki implikasi bahwa produk tersebut lebih aman dari produk yang tak berlabel BPA free. Namun,  tahukah anda apa yang dimaksud dengan BPA free ?

Pada artikel ini kami akan membahas Mengenai BPA free, silahkan disimak.

BPA atau bisphenol A merupakan sebuah bahan kimia industri yang digunakan pada pembuatan plastik polikarbonat serta resin epoksi tertentu. Dulunya, plastik yang mengandung BPA sering digunakan sebagai wadah untuk makanan atau minuman. Tak hanya itu, resin BPA juga kerap jadi bahan pelapis permukaan kaleng makanan, tutup botol, hingga komposit gigi.

Mengenal Kode Produk BPA Free

Kode ini berupa angka yang terletak di sebuah arah panah berbentuk segitiga dan umumnya terletak di bagian bawah produk.

  • Pertama, kode 1, 2, 4, dan 5 berarti produk tersebut bebas dari BPA dan bahan turunan berbahaya. Kode botol BPA free ini akan sering kamu temui pada produk plastik lainnya juga.
  • Lalu, kode 7 berarti produk tersebut mengandung BPA dan wajib kamu hindari penggunaannya.
  • Kemudian, kode 3 dan 6 berarti produk tersebut tak mengandung BPA, namun mengandung bahan turunan berbahaya lain yang juga perlu kamu hindari penggunaannya.

Cara Merawat Produk BPA Free

Salah satu cara untuk merawat produk BPA free adalah dengan menghindarkannya dari suhu tinggi, seperti microwave, supaya senyawa kimia tak meresap masuk ke dalam makanan dan minuman. Namun, hal ini tak berlaku untuk produk BPA free tahan panas.

Selain itu, usahakan untuk memakai sabun cuci yang aman untuk produk plastik sehingga residu yang mungkin saja tertinggal di dalam produk juga tak mencemari makanan atau minuman.

Tips Merawat Payung Agar Awet

Tips Merawat Payung Agar Awet

Wah udah mulai musim hujan nih. Kamu sudah sedia payung belum ? Apa, payung kamu cepat rusak ??? Eiittsss, tenang pada artikel ini Toko Merchandise akan memberikan beberapa tips merawat payung agar awet. Dibaca sampai selesai ya !!!

Lipat Dalam Keadaan Kering

Payung yang terlipat dalam keadaan basah dapat membuat jamur tumbuh dan merusak kain payung. Selain itu, air yang mengendap di dalam payung dapat menyebabkan rangka besi pada payung menjadi karatan. Sehingga rangka payung menjadi patah, rusak, dan tidak bisa digunakan.

Lipat Dengan Benar

Melipat payung secara tidak tepat dapat membuat kain payung mudah robek. Lain daripada itu, melipat payung sembarangan dapat menyebabkan rangka payung rentan patah. Padahal, payung didesain dengan lipatan khusus untuk mempermudah pengguna melipatnya dengan rapi setiap saat. Jadi, lebih cermat dan hati-hati dalam melipatnya.

Simpan Ditempat Kering

Menyimpan payung di tempat yang kering dengan cara digantung dan jangan ditindih dengan barang-barang yang berat. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar rangka payung tidak patah.

Gunakan Sarung Payung

Sarung payung dapat menjaga payung dari debu dan kotoran ketika sedang tidak digunakan. Lain daripada itu, sarung membantu melindungi kain payung dari robekan.

Periksa Secara Berkala

Memeriksa payung secara berkala di saat tidak digunakan. Tujuannya yakni untuk mengetahui apabila ada kain yang robek atau rangka yang patah sehingga payung tidak bisa digunakan.

Mana aja Bahan Baju yang Bikin Tidak Bau Badan

Pernah memperhatikan ketiak jadi lebih bau saat mengenakan pakaian tertentu? Bukan cuma karena cuaca panas, rasanya keringat yang keluar tidak terserap dengan baik. Selain itu, ada juga kain yang membuat kulit gatal atau setidaknya terasa tak nyaman. Lalu satu hal yang menjadi pertanyaan, kain seperti apa yang bisa menghindarkan kita dari bau badan?

Kain yang terbuat dari serat alami cenderung lebih aman dan nyaman di kulit. Daya serapnya juga lebih baik. Beberapa diantaranya bahkan bagus untuk kulit rentan alergi.

1. Cotton Combed

Menurut artikel lansiran Olympics 30, cotton combed adalah jenis kain katun yang dibuat dari serat kapas murni. Biasanya digunakan untuk produksi kaus-kaus keluaran distro.

Jenis kain yang satu ini memiliki tekstur halus, dingin, dan sangat mudah menyerap keringat. Jadi memang ideal untuk bahan sandang di negara-negara beriklim tropis seperti Indonesia.

2. Linen

Kain linen dibuat dari tenunan serat rami. Biasanya digunakan sebagai bahan seprai, karena cukup sejuk dan mampu menyerap keringat dengan baik. Anda bisa memilih pakaian dengan bahan linen berkualitas yang lebih halus daripada linen biasa.

Kain ini bersifat tahan lama dan nyaman di kulit. Jika bersentuhan dengan kulit, kain ini tidak mudah menimbulkan reaksi alergi pula.

3. Katun Jepang

Menurut artikel lansiran Gulalives, katun jepang biasa digunakan sebagai bahan mukena karena ringan dan sejuk. Kain ini mempunyai daya serap yang baik, sehingga cocok dijadikan bahan pakaian di musim kemarau. Selain itu, kain katun jepang juga lebih berkualitas daripada katun biasa, sehingga tidak mudah luntur meskipun dicuci berkali-kali.

4. Katun Silk

Kain ini memadukan sejuknya katun dan kelembutan sutra. Kerap digunakan untuk bahan pakaian maupun mukena, karena sejuk di kulit.

5. Katun Paris

Katun paris memiliki penampilan yang mirip dengan katun jepang. Terasa sejuk di kulit dan mudah menyerap keringat, namun sedikit lebih tipis daripada katun jepang.

6. Katun Rayon

Kain katun rayon sedikit mirip dengan kaus, tetapi lebih jatuh dan sejuk. Tidak seperti kain rayon lainnya yang panas, katun rayon dipintal dari bahan semisintetis yang dikombinasikan dengan kapas.

7. Sutera

Termasuk kain berkualitas tinggi, sutera terjamin kelembutan dan kesejukannya saat dikenakan. Namun harganya memang lebih mahal daripada kain jenis lain.

Tak hanya lembut, sutera juga lebih aman dipakai oleh penderita eczema dan asma. Pasalnya, bahan ini tidak disukai jamur, baik untuk menghindari reaksi alergi, dan bisa membantu memperbaiki kualitas tidur juga.

8. Chambray

Kalau Anda tak bisa meninggalkan jeans bahkan di saat cuaca panas, setidaknya cobalah untuk beralih ke bahan chambray. Jenis kain ini kadang juga disebut soft jeans. Menurut artikel lansiran ELLE, chambray adalah sejenis denim, namun lebih tipis dan ringan.

9. Jersey

Artikel di Bukalapak Review merekomendasikan kain jersey untuk bahan pakaian saat cuaca panas. Kain ini memiliki tekstur licin, mengilap, dan jatuh di badan.

Bahannya cenderung tipis dan agak transparan. Selain itu mudah kusut pula. Namun kainnya sendiri memang terasa dingin di kulit dan mudah menyerap keringat.

10. Viscose

Meskipun tidak semahal sutera yang teksturnya mirip, kain viscose juga berkualitas tinggi. Terasa sejuk, mudah menyerap keringat, dan terlihat mewah pula. Viscose dipintal dari serat semisintetis, karena bahan utamanya berasal dari sumber alami yang diproses dengan bahan kimia agar menjadi lembut. Kalau kulit Anda tergolong sensitif dan mudah alergi terhadap jenis kain tertentu, sebaiknya hindari viscose dan pilih sutera saja.

11.Katun Alami

Kain katun yang terbuat dari serat alami memiliki pori-pori yang memudahkan sirkulasi udara, menyerap keringat, dan melindungi pemakainya dari paparan sinar matahari terik dan udara dingin. Kain ini juga hypoallergenic dan tahan lama.

12. Bamboo

Sesuai namanya, kain ini terbuat dari serat bambu. Selain lebih ramah lingkungan, jenis kain bamboo juga lembut, menjadikan kulit mudah bernapas, hypoallergenic, dan bisa mengatur suhu.

Satu lagi kelebihan bamboo, kain ini memiliki daya serap keringat lebih bagus daripada katun dan bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet.

13. Wol Merino

Kain wol merino dibuat dari rambut domba Merino asli yang memiliki serat paling lembut. Kain ini terasa nyaman di tengah udara panas maupun dingin. Selain itu, permukaannya terasa lembut di kulit, ringan, dan mampu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet seperti bamboo.

14. Cashmere

Cashmere atau kashmir adalah jenis kain yang banyak dipakai desainer brand high-end karena kemewahannya. Permukaannya sangat halus seperti sutera kualitas tinggi.

15. Hemp

Kain hemp sudah digunakan manusia selama ribuan tahun. Jenis kain ini disukai karena kuat dan tahan lama. Bahannya pun terbuat dari serat alami. Kain ini bersifat breathable dan menyerap keringat dengan baik, sehingga terasa lembut di kulit.

Itulah jenis-jenis kain yang cocok untuk bahan pakaian saat cuaca panas.

Ini Dia Beberapa Bahan Payung Yang Bagus

Ini Dia Beberapa Bahan Payung Yang Bagus

Payung kamu sering cepat rusak atau patah? pasti kamu salah nih pilihnya. Padahal, salah satu pelindung ini merupakan barang wajib yang harus ada di mobil, rumah, bahkan di tas. Oleh karenanya, bahan payung sangat penting untuk menjaga fungsinya.

Tenang aja, Toko Merchandise sudah merangkum bahan apa saja yang bagus untuk payung, supaya lebih awet digunakan.

1. Parasut Silver

Kain ini memiliki sifat tahan air atau waterproof, cepat kering, dan terhitung tahan lama. Bahan ini disebut silver karena coating pelapis tahan air yang berwarna silver. Kain parasut silver merupakan jenis kain parasut yang populer karena kuat, tahan lama, dan memiliki ketahanan terhadap air yang mengalir maupun menggenang.

2. Poliester

Bahan ini bersifat hidrofobik dan cepat kering. Walau terkena ait atau hujan, payung dengan bahan baku kain polIester bersifat cepat kering. Kain polyester terbuat dari bahan wol dan sutra yang berasal dari serat alami. Bahan ini memiliki kelebihan tidak mudah kusut, bahan halus, tahan terhadap air, kuat, dan tahan lama.

3. Bahan Nilon

Bahan ini juga memiliki tekstur yang lembut, mudah dicuci, tidak menyerap air, cepat kering, tahan kotoran, tahan bakteri, tahan terhadap serangga, tahan terhadap keringat, tahan terhadap panas, dan bahan kimia. Nilon merupakan kain yang paling populer diantara kain payung lainnya. Nilon tidak dapat ditembus air dan dapat menghalangi sinar UV jika ditenun dengan rapat. Bahannya ringan dan fleksibel.

4. Plastik PVC

Plastik PVC termasuk ke dalam bahan yang kuat, tidak memiliki bau, murah, dan tahan air. Payung berbahan baku PVC harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan agar gagang payung tidak berkarat. Bahan PVC sangat tahan lama dan memiliki kemampuan luar biasa dalam menahan distorsi. Produsen payung menyukai keserbagunaan, efektivitas biaya, sifat kedap air, dan umur panjang dari bahan ini. Payung PVC lebih murah karena produksi kainnya membutuhkan lebih sedikit energi. Namun, kain PVC dapat menyusut jika terlalu panas atau selama penyimpanan.

Itulah beberapa rekomendasi bahan yang bagus untuk kamu jadikan payung. Tertarik untuk custom payung ? Toko Merchandise siap membantu