Bedanya Earphone dengan Airpods

Perbedaan AirPods vs EarPods cukup ramai dibicarakan para pecinta teknologi beberapa waktu belakangan. Khususnya bagi para pengguna produk perangkat audio dari Apple. Perangkat audio ini tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Entah hanya untuk mendengarkan musik, kebutuhan bekerja, dan lain sebagainya.

Earphone adalah perangkat audio kecil yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam telinga atau melekat pada telinga. Mereka biasanya terdiri dari dua speaker mini yang disebut driver yang menghasilkan suara stereo.

Perangkat ini sering digunakan untuk mendengarkan musik, menerima panggilan telepon, atau bermain game secara pribadi tanpa mengganggu orang di sekitar. Earphone sering kali lebih ringkas dan portabel daripada headphone atau headset yang lebih besar

Hal ini sangat cocok untuk digunakan saat bepergian atau berolahraga. Mereka tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk earphone dalam (in-ear), earphone telinga (earbuds), dan earphone dengan fitur-fitur tambahan.

Misalnya, noise-cancellation atau konektivitas nirkabel. Perangkat audio tersebut biasanya menggunakan koneksi kabel atau nirkabel, tergantung pada model dan preferensi pengguna.

AirPods diluncurkan pada tahun 2016 lalu oleh Apple dengan konsep true wireless. Itu artinya, pihak pabrikan tidak menyematkan kabel pada produk terbaru ini. Kemudian, dari segi ketahanan baterainya diklaim lebih baik, termasuk kualitas audio yang ditawarkan kepada penggunanya.

Selain itu, AirPods juga dilengkapi dengan mikrofon untuk memfilter kebisingan suara. Terutama saat digunakan untuk melakukan panggilan, mendengarkan musik, dan menikmati konten lainnya. Kerennya lagi, AirPods tekoneksi dengan virtual assistant Apple yakni Siri.

Pada tahun 2019, Apple kembali meluncurkan generasi kedua AirPods setelah kesuksesan sebelumnya, yakni AirPods 2. Secara desain memang mirip dengan generasi awal. Namun, di generasi terbaru ini dibekali dengan chip H1 yang membuatnya lebih simpel ketika mengaktifkan siri dengan cukup mengatakan “Hey Siri”.

Beberapa perbedaan nya yang bisa kamu cek :

Desain AirPods vs EarPohone

Selanjutnya, dari segi desainnya juga hampir sama. Yakni sepasang perangkat audio yang disesuaikan dengan kontur telinga pengguna. Perbedaan yang mencolok dari segi desain ini adalah AirPods tidak dilengkapi kabel.

Tentu, ini menjadi pilihan bagi Anda yang menekankan kepraktisan seperti untuk berolahraga. Lalu, AirPods memiliki case khusus yang juga berfungsi sebagai tempat untuk mengisi daya perangkat. Untuk bobot perangkat, tidak memiliki perbedaan yang mencolok dan sama-sama nyaman digunakan.

Perbandingan Audio, Musik, dan Penggunaan

Perbandingan yang pertama adalah dari segi kualitas audio. Sebenarnya, antara AirPods vs EarPods memiliki kualitas audio yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, untuk bass AirPods dinilai lebih baik. Terutama saat pengguna mendengarkan genre musik tertentu seperti rock, hip-hop, dan lain sebagainya.

Dari sisi penggunaan, EarPods memiliki pengaturan kontrol fisik seperti PlayPause, dan pengaturan volume. Kemudian terdapat pengaturan Fast ForwardRewindSkip, dan Previous. Namun, di AirPods pengaturannya lebih sedikit. Di sini pengguna hanya bisa memilih dan mengaktifkan dua fungsi secara bersamaan saja.

Perbedaan Harga

Hal lainnya yang penting untuk disimak dan jadi pembeda antara AirPods vs EarPods yakni dari segi harga. Seperti disinggung sebelumnya, EarPods memang lebih terjangkau yakni di kisaran mulai Rp500 ribuan. Sementara, AirPods generasi ke-2 dibanderol sekitar Rp1.8 jutaan dan Rp3.2 jutaan untuk AirPods generasi ke-3 apabila dikonversikan ke mata uang Rupiah.

Tak sampai di situ saja, jika pengguna AirPods mengalami kerusakan perangkat dan ingin memperbaikinya, tentu akan mengeluarkan biaya lebih. Sebab, ketika komponen perangkat dijual terpisah, harganya pun cukup tinggi untuk biaya servisnya.

Blacu Atau Kanvas ? Worth It Yang Mana Ya ?

Blacu Atau Kanvas ? Worth It Yang Mana Ya ?

Bahan totebag saat ini memang beragam. Namun, ada dua jenis kain yang sering digunakan yakni kain blacu dan kain kanvas. Meski terlihat hampir sama namun dari segi karakternya sebenarnya berbeda bila Anda jeli mengenalinya. Apa saja perbedaan dan karakteristik keduanya?

Kain blacu dikenal pula dengan sebutan kain mori. Bahan utama pembuatannya adalah kapas yang sudah ditenun. Lalu, untuk jenisnya juga dibagi menjadi dua yakni mori yang sudah dibleaching dan kain mori yang belum diputihkan. Jenis kedua inilah yang disebut blacu.  Dari segi ketebalan, memang tidak begitu tebal. Sedangkan untuk teksturnya relatif lebih kasar karena serat-seratnya yang ada di permukaan. Harganya pun cukup terjangkau.

Biasanya, jenis kain kerap digunakan untuk media lukis. Namun, seiring perkembangan zaman kain ini pun menjadi bahan totebag yang cukup baik. Selain itu, kanvas yang digunakan untuk melukis berbeda dengan kain kanvas untuk totebag yang disebut baby canvas. Karakteristik dari kain ini ialah ketebalannya yang cukup tinggi. Dengan begitu, lebih kuat untuk menampung barang-barang saat belanja. Dari segi tekstur pun lebih halus dari bagian luar atau permukaannya. Di sisi lain, harganya pun cukup tinggi dan sepadan dengan kualitas yang dimilikinya.

Lalu mana yang lebih worth it untuk dijadikan totebag ?

Jika Anda lebih mementingkan kualitas dan tingkat keawetan yang tinggi untuk totebag souvenir maka pilihan tepat adalah kain kanvas. Hal ini karena tekstur kanvas lebih tebal. Meski begitu, kain ini tidaklah kasar melainkan bertekstur lembut sehingga penggunanya pun lebih nyaman. Berbeda halnya yang cenderung mempertimbangkan dari harga yang terjangkau. Di sini, Anda bisa memilih kain blacu sebagai tas totebag. Akan tetapi untuk teksturnya tidaklah sehalus kain kanvas dan tingkat ketebalannya yang cukup rendah. Namun di sisi lain masih cukup untuk menampung barang-barang bawaan Anda.

Perbedaan

1. Ketebalan Bahan

Bahan kanvas memiliki ketebalan yang lebih unggul dibandingkan dengan blacu. Karena pada umumnya kanvas dibuat dengan teknik benang dua lapis, sehingga bobot bahannya menjadi lebih berat serta memberikan ketebalan secara rata pada seluruh permukaan.

2. Tekstur Bahan

Kanvas memiliki serat yang lebih rapat, hal ini karena dipengaruhi oleh faktor jenis benang yang digunakan pada proses tenun. Sedangkan blacu serat yang dimiliki lebih lebar.

3. Harga

Dari ulasan sebelumnya sudah dapat ditebak bukan bahwa totebag dari bahan kanvas pasti terlihat lebih mahal. Mengingat teknik pengerjaan yang berbeda, hal ini membuat totebag dengan bahan kanvas lebih mahal dibandingkan dengan blacu.

Nah, dari ulasan yang sudah kami jelaskan kira-kira kamu mau pilih yang mana nih ? keduanya sama-sama worth it to buy kok, kembali lagi sesuaikan dengan kebutuhan dan selera kamu ya. Tertarik untuk custom totebag ? Toko Merchandise siap membantu

 

Tips Merawat Plakat dirumah

Plakat akrilik merupakan tanda kenang-kenangan atau penghargaan yang dipakai sebagai pengakuan dan penghargaan atas keberhasilan suatu pekerjaan atau mengenang suatu peristiwa tertentu. Setelah berusahan mendapatkan pencapaian tertentu hingga mendapatkan plakat sebagai apresiasi, maka kamu tak bisa membiarkan plakat begitu saja tanpa perawatan.

Produksi plakat akrilik souvenir umumnya diciptakan menggunakan contoh yang bervariasi serta desain dan tampilan yang semenarik mungkin.plakat ini akan berguna untuk  memperingati hari atau peristiwa tertentu agar tidak mudah terlupakan. Misalnya seperti acara wisuda, pernikahan, kkn atau momen lain yang dianggap berkesan oleh banyak pihak.

Plakat bisa menjadi suatu pilihan yang tepat untuk dijadikan sebagai simbol peristiwa. Selain harganya yang terjangkau, proses pengerjaannya pun tidak memakan waktu yang lama. Bukan hanya itu saja yang menjadi kelebihan dari plakat berbahan akrilik. Benda yang satu ini sangat irngan dan tidak berat saat dipegang. Sehingga, sangat praktis digunakan dalam berbagai acara.

Dengan melakukan perawatan maka pencapaian yang pernah kamu raih tidak akan pernah terlupakan hingga kapanpun. Berikut tips merawat plakat akrilik sehingga bisa tetap bersih:

Membersihkan Plakat Secara Terjadwal

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam merawat plakat akrilik adalah dengan membersihkannya secara teratur atau terjadwal. Proses pembersihan plakat ini harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kondisi dari debu atau kotoran yang menempel. Selain itu, pencucian yang dilakukan secara terjadwal dapat menghindari adanya kerusakan pada plakat.

Sebaiknya kamu juga memperhatikan bahan yang digunakan untuk membersihkan plakat. Usahakan untuk menghindari bahan-bahan pembersih yang berbau kimia karena hal tersebut dapat memengaruhi kualitas plakat. Sebaiknya, gunakanlah bahan-bahan alami sebagai pencuci plakat akrilik.

Jika tidak ada bahan-bahan alami, kamu bisa membersihkannya hanya dengan menggunakan kain yang masih higienis. Usahakan untuk memakai kain yang memiliki serat-serat halus, sehingga kain tersebut dapat membersihkan kotoran yang menempel pada plakat akrilik secara maksimal.

Jauhkan dari Jangkauan Anak-Anak

Anak-anak suka sekali memainkan benda-benda yang menurut mereka menarik perhatian. Kadang kala, benda yang dipegang oleh anak rentan mengalami kerusakan akibat dibanting, dilempar, digosok dan lain sebagainya. Maka dari itu, agar plakat yang kamu punya tidak rusak, sebaiknya jauhkanlah plakat tersebut dari jangkauan anak-anak.

Kamu bisa menyimpan plakat akrilik di tempat aman yang tidak bisa diraih oleh anak-anak. Misalnya, di rak bagian paling atas, di dalam almari, di dalam etalase, dan lain-lain. Hal yang terpenting adalah anak-anak tidak dapat meraih plakat kesayangan kamu.

Meletakkan Plakat dalam Bentuk Display

Plakat yang sifatnya permanen saja dapat rusak bila jarang dirawat, apalagi plakat yang standar kualitasnya di bawah plakat permanen. Semua jenis plakat memang perlu penanganan yang tepat agar terhindar dari berbagai macam kerusakan dan kecacatan. Alangkah lebih baik jika plakat akrilik yang kamu koleksi diletakkan pada lemari atau etalase diplay yang memang dikhususkan untuk plakat. Selain memudahkan perawatan, hal ini juga dapat menambah kesan estetika dari plakat tersebut. Bagaimanapun, plakat akan terlihat lebih menarik jika disandingkan dengan benda-benda sejenisnya.

Meletakkan plakat akrilik di dalam etalase atau lemari display juga dapat mencegah debu dan kotoran menempel pada plakat. Memang, yang namanya debu tidak akan bisa dihindari seratus persen meskipun barang sudah diletakkan dalam lemari yang terkunci rapat. Jika plakat tidak dikeluarkan dalam etalase pun, debu juga tetap dapat masuk dan menempel pada benda berharga tersebut. Maka dari itu, agar kualitas plakat tetap baik, penting sekali untuk membersihkannya secara teratur.

Melapisi Plakat dengan Bahan Khusus

Jika meletakkan plakat pada etalase display masih kurang memuaskan dalam menjaga kualitas plakat, maka kamu bisa menambah perawatan dengan memberikan pelindung pada plakat. Kamu bisa memberikan lapisan khusus pada plakat yang dapat melindungi benda tersebut dari berbagai kotoran yang mudah menempel. Sehingga, plakat bisa tetap dalam keadaan cantik sekaligus awet.

 

 

Tips Memilih Phone Holder Yang Tepat

Tips Memilih Phone Holder Yang Tepat

Fungsi phone holder atau perangkat penyokong ponsel itu adalah agar ponsel atau tablet  dapat berada di posisi yang ideal saat digunakan. Namun, sudah tepatkah kamu dalam memilih phone holder ? simak artikel ini ya

Yang dimaksud dengan posisi yang ideal itu adalah sudut baca yang tepat, jarak baca yang ideal, memungkinkan untuk dilepaskan dari tangan sehingga tidak membuat pegal karena harus dipegang lama-lama, aman, dan tentu saja memiliki desain ideal yang bisa disesuaikan.

Seperti namanya, car phone holder digunakan pada mobil atau motor, sedangkan desktop phone holder merupakan penyokong ponsel yang digunakan di meja atau permukaan tak bergerak lainya. Beda tipe, tentu saja beda desainnya. Dengan menggunakan phone holder, tangan tak perlu lagi memegang ponsel sehingga tangan bisa digunakan untuk beraktivitas lain, seperti melakukan presentasi, mengemudikan kendaraan, atau bahkan sambil mengajar.

Tipe phone holder : 

  • Desktop phone holder
  • Car phone holder

Lalu, apa aja sih tipsnya ?

  1. Pilih phone holder yang memiliki desain yang fleksibel, kokoh, dan ergonomis. Desktop flexible phone holder Rexus FP01 memiliki “desain pintar” yang bisa disesuaikan sedemikian rupa agar memperoleh posisi ideal saat menggunakan ponsel. Rexus Foldable Phone Holder FP01 dapat disesuaikan dalam beberapa posisi dan kemiringan (0 – 72 derajat) untuk menyesuaikan dengan sudut baca yang paling nyaman.
  2.  Ketika membeli, ada baiknya dicoba terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah phone holder tersebut memiliki sistem penguncian yang aman atau tidak (secure locking mechanism). Karena jika tidak, ponsel atau tablet akan mudah bergeser dan jatuh.
  3. Buat apa membeli phone holder jika tidak dapat digunakan untuk ponsel kesayangan? Pilih phone holder yang bisa menyesuaikan dengan ukuran layar ponsel atau tablet kamu. Rexus Foldable Phone Holder FP01 dapat digunakan untuk semua ukuran gawai ataupun smartphone karena memiliki ukuran dan desain yang bisa menyesuaikan.
  4. Jangan sampai kamu meletakkan ponsel di phone holder tetapi malah tergores. Makanya, pilih phone holder yang memiliki bantalan atau alas menempatkan ponsel yang lembut dan kesat sehingga ponsel tetap mantap dan tak mudah lolos.
  5. Material tidak bisa membohongi kualitas. Pilih phone holder yang mempunyai material yang kompak, kuat, ringan, dan kokoh. Penggunaan aluminium alloy, plastik ABS bercampur polycarbonate tentu jadi jaminan Rexus Foldable Phone Holder FP01 untuk dijadikan phone holder pilihan.
  6. Seperti halnya ponsel yang bisa dibawa kemanapun dan untuk aktivitas apapun, maka miliki phone holder yang mempunyai ukuran dan berat ideal agar gampang dibawa. Rexus Foldable Phone Holder FP01 memiliki beberapa pola lipatan yang memungkinkan untuk dilipat dengan rapi dan dibawa kemanapun. Ukurannya hanyalah 115 x 65 x 165 milimeter, dengan berat bersih 200gram. Pas buat temenin ponsel kamu.

Itu dia, beberapa tips yang bisa jadi pertimbangan kamu buat pilih phone holder yang nyaman. Tertarik untuk custom phone holder ? Toko Merchandise siap membantu

Ternyata, Kualitas Baterai Mempengaruhi Ketahanan Jam Dinding

Ternyata, Kualitas Baterai Mempengaruhi Ketahanan Jam Dinding

Tiap-tiap alat elektronik membutuhkan baterai yang sesuai. Ada banyak faktor yang mempengaruhi daya tahan pemakaian baterai. Simak artikel dibawah ini karena kami akan memberikan informasi mengenai baterai yang bagus untuk ketahanan jam dinding.

Baterai banyak jenisnya. Bisa dibedakan apakah bisa diisi ulang (rechargeable) atau tidak. Kemudian bisa dibedakan dari bahannya: Ni-Cd (Nickel Cadmium), Ni-MH (Metal Hydride) , Li-ion (Lithium-ion), Li-Poly (Lithium-ion polymer) dan sebagainya.

Baterai adalah pengisi daya yang penting untuk berbagai perangkat elektronik, mulai jam dinding, remote, sampai mainan. Baterai AA umumnya memiliki besar tegangan 1,5 volt. ABC Alkaline, Energizer Eveready, dan Dynamax adalah beberapa merek baterai AA yang mudah Anda temui di pasaran. Selain baterai AA sekali pakai, ada juga baterai AA rechargeable. Smartoools adalah salah satu merek baterai AA rechargeable. Namun, simak dahulu tips kami dalam memilih baterai AA yang bagus untuk berbagai alat elektronik. Di samping segi harga, masih ada hal-hal lainnya yang bisa Anda pertimbangkan.

Cara Memilih Baterai

  • Menentukan jenis baterai. Ada dua jenis baterai yang umum Anda temui, yaitu baterai sekali pakai dan rechargeable battery. Baterai AA sekali pakai adalah jenis baterai yang paling umum Anda temui, bahkan Anda bisa menemukannya di warung. Harga baterai AA sekali pakai cukup beragam, mulai dari seribu rupiah saja. Baterai ini sangat praktis karena Anda tidak perlu menunggu pengisian daya setelah baterainya habis. Batu baterai rechargeable adalah baterai yang bisa diisi ulang. Untuk itu, Anda harus memiliki tempat pengisian daya baterai. Periksalah apakah produk baterai rechargeable yang Anda incar dilengkapi dengan tempat pengisian daya atau tidak.
  • Ketahui materialnya. Anda pasti sering melihat baterai alkaline atau LR6. Alkaline yang dimaksud bukanlah merek baterai, melainkan elektrolit di dalam baterai. Alkaline berasal dari kata alkali atau zat yang bersifat basa. Zat yang digunakan di dalam baterai ini adalah potassium hydroxide. Selain itu, di dalamnya terdapat juga bahan kimia zinc dan manganese dioxide (MnO2). Kelebihan baterai alkaline adalah memiliki densitas atau kepadatan energi yang tinggi, dua kali lipat dari baterai zinc-carbon. Jadi, baterai alkaline mampu menghasilkan jumlah energi yang sama dengan baterai zinc-carbon dalam waktu dua kali lebih lama. Karena lebih tahan lama, baterai jenis ini memiliki harga yang lebih tinggi. Selain baterai sekali pakai, ada juga baterai rechargeable yang menggunakan alkaline.
  • Pilih kapasitas baterai sesuai kebutuhan. Kapasitas baterai adalah energi yang tersimpan di dalam baterai. Makin tinggi kapasitasnya, makin tahan lama pula baterai tersebut untuk digunakan. Kapasitas baterai diukur dengan satuan mAh.  Sebuah baterai AA dengan kapasitas 2.000 mAh berarti dapat memberikan daya sebesar 20 miliampere atau 2 ampere per jamnya. Jadi, baterai tersebut dapat bertahan selama kurang lebih seratus jam untuk perangkat yang membutuhkan daya sebesar 2 ampere. Memang kebanyakan baterai, terutama baterai sekali pakai, tidak menuliskan kapasitasnya. Kebanyakan baterai AA hanya menuliskan voltasenya saja, yaitu sekitar 1,2–2 volt. Berikut ini adalah kapasitas umum baterai berdasarkan bahan kimia di dalamnya:
    • Alkaline: 2.700 mAh
    • Carbon-zinc: 1.100 mAh
    • Lithium: 3.000 mAh
    • Ni-MH: 1.700–2.900 mAh

Nah, sudah tau kan anda bahwa memilih baterai untuk jam tidak boleh asal. Jika ingin jam dinding anda lebih awet, jangan lupa praktekan saran yang sudah kami jelaskan ya. Tertarik untuk custom jam dinding ? Toko Merchandise siap membantu