Waspadai Bahaya Kandungan BPA di Botol Plastik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Ini dapat berisi: several water bottles lined up in a row

Dalam kajian bertajuk “Study of Clean Water Consumption Patterns during Covid-19 Pandemic” adalah ada kecenderungan selama masa pandemi masyarakat memanfaatkan air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai alternatif sumber air minum.

Adanya peningkatan konsumsi AMDK selama masa pandemi, kita perlu mencermati aspek keamanan penggunaan kemasan plastik pada AMDK. Misalnya plastik jenis polycarbonat yang di dalamnya terkandung Bisphenol A (BPA) yang berfungsi agar botol tidak mudah rusak ketika jatuh.

Kandungan Bisphenol A (BPA) dalam kemasan AMDK memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat di luar maupun di dalam negeri. Kandungan Bisphenol A (BPA) diduga berdampak kepada risiko gangguan hormon, kanker, kelainan organ reproduksi, dan gangguan sistem imun serta perilaku pada bayi atau anak kecil.

Para peneliti di luar negeri sedang mendalami Kandungan Bisphenol A (BPA), bahkan beberapa otoritas obat dan makanan di luar negeri sejak 10 tahun lalu sudah mulai meregulasi dan memberlakukan standar yang ketat terkait dengan parameter BPA ini dan meminta industri mengganti bahan kemasan plastik minuman dengan Bisphenol-S (BPS) atau Bisphenol F (BPF).

Menurut FDA (Food and Drug Administration), BPA sangat sulit untuk dihindari. Sebab BPA bisa saja masuk ke dalam tubuh jika wadah plastik dipanaskan , tergores, atau rusak. Bahkan, BPA ada di pipa air, cat, mainan, hingga lensa kacamata.

BPA dianggap berbahaya, karena keberadaannya bisa mengganggu fungsi endokrin. Endokrin sendiri memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme tubuh, pengaturan suasana hati, dan juga berkaitan dengan fungsi seksual dan reproduksi.

Untuk itu, sejak tahun 2012 FDA melarang penggunaan BPA pada wadah minum dan makan yang digunakan pada bayi. Bahkan, di bulan Juli 2013, FDA melarang keras penggunaan BPA pada kemasan susu formula dan makanan bayi.

Alangkah baiknya ketika kita membeli air minum dalam kemasan (AMDK), kita pastikan kemasan bebas dari Kandungan Bisphenol A (BPA).

Dampak Buruk Dari Kebiasaan Mengisi Ulang Botol Air Minum Kemasan

Ini dapat berisi: many water bottles are stacked on top of each other

Kebanyakan orang pasti pernah melakukan pengisian ulang pada botol air minum kemasan. Alasan umumnya karena masih bisa digunakan kembali sehingga tidak rela untuk membuangnya.

Meski yang kita lakukan ini terdengar ramah lingkungan, akan tetapi kebiasaan semacam ini ternyata buruk bagi kesehatan kita.

Menurut pendapat para ahli, botol air minum kemasan ternyata mengandung Bisphenol A atau BPA, bahan kimia ini digunakan untuk memproduksi plastik.

Bahan kimia ini berbahaya dan dapat larut dalam air serta dapat menumbuhkan bakteri berbahaya pada celah botol.

Ketika BPA yang masuk ke dalam tubuh berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, bahkan dapat mengubah fungsi imunitas tubuh. Tak hanya itu, BPA juga berdampak pada peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, kelainan organ hati, dan gangguan perilaku pada anak kecil. Inilah mengapa banyak produk bayi yang memberikan klaim bahwa produk mereka bebas dari BPA.

Kent Atherton CEO PuriBloc technology, merupakan perusahaan teknologi pemurnian air, menyampaikan bahwa banyak orang yang membeli botol air plastik dan mereka melakukan isi ulang kembali botol tersebut tanpa tahu risikonya.

Selain itu, botol air minum kemasan plastik sekali pakai sebagian besar terbuat dari polietilen tereftalat atau PET, yang aman digunakan.

Meskipun plastik ini sering digunakan untuk wadah makanan atau minuman, jangan biarkan isinya berada terlalu lama dalam kemasan, sebab PET mengandung antimon trioksida, zat yang dapat menyebabkan kanker. Maka hal itu jangan gunakan botol air minum kemasan dari plastik PET berulang kali ya.

Walaupun sekali pakai, plastik jenis PET bisa di proses daur ulang kembali. Produk yang bisa dihasilkan dari RPET (Recycled PET) sangat beragam, misalnya benang untuk baju, koper, sparepart otomotif, karung, bahkan bijih plastik sebagai bahan dasar untuk memproduksi PET yang baru.

Menurut Profesor Stephanie Liberatore dalam jurnal akademik The Science Teacher, botol atau wadah air tentu sering bersentuhan dengan mulut dan tangan. Sehingga terdapat bakteri pada botol air minum kemasan, ketika kita terus mengi ulang kembali botol, maka hal ini yang menyebabkan bakteri terus berkembang biak pada botol air minum kemasan.

Sebagai gantinya, kita harus mendaur ulang botol air minum kemasan satu kali minum. Karena kita masih bisa menggunakan botol plastik bebas BPA atau yang terbuat dari kaca dan stainless steel.

Langkah itu tidak hanya akan bermanfaat bagi kesehatan, tetapi kita juga dapat membantu lingkungan tetap terjaga.

Sejarah Penemuan Kemasan Botol untuk Industri Minuman di Dunia

Ini dapat berisi: a bottle of water is shown with the caption'world and science interesting fact the expiition date on water bottles is for the bottom, not the water

Pertama kali penemuan botol kaca terjadi pada 7000 SM, tidak lama setelah bangsa Venesia menemukan metode pembuatan kaca.

Namun, botol kaca penggunaannya baru dikenal oleh masyarakat sekitar tahun 3000 SM. Botol kaca menggantikan tembikar, terutama kendi sebagai tempat penyimpanan anggur, dan air.

Walaupun demikian masyarakat tidak banyak menggunakannya, karena proses produksinya yang masih terbatas dan bahannya yang belum banyak ditemukan.

Botol kaca baru benar-benar diproduksi masal sekitar tahun 1600-an, ketika penduduk Jamestown, Amerika, membangun tungku peleburan kaca pertama di Amerika.

Botol kaca belum banyak diproduksi, karena proses pembuatannya masih mengandalkan peniupan kaca manual. Penemuan mesin peniup kaca otomatis pada 1903, ketika permintaan pembuatan botol-botol kaca untuk menyimpan anggur semakin meningkat.

Penemuan tersebut mengubah proses produksi minuman kemasan menjadi lebih mudah untuk dikonsumsi.

Sedangkan penemuan botol plastik menjadi babak baru dalam industri pengemasan minuman, berdampingan dengan botol kaca yang semakin banyak digunakan oleh berbagai produk.

Botol plastik pertama kali ditemukan oleh Alexander Parkes, seorang metalurgis pada 1862. Bahan botol plastik pertama yang ditemukan oleh Parkes berassal dari selulosa bernama Parkesine.

Penemuannya itu kemudian dipamerkan di Great Internasional Exhibition, London. Ia mengklaim penemuannya lebih murah dibandingkan dengan karet, dan lebih mudah dibentuk. Akan tetapi memasuki akhir abad ke-19, bahan baku pembuatan plastik melonjak tinggi sehingga penemuannya tidak dapat dikembangkan.

Beberapa penemuan bahan baku plastik menjadi cikal bakal munculnya ide pembuatan botol plastik untuk industri makanan dan minuman.

Akhir abad ke-19, John Wesley Hyatt mengembangkan termoplastik yang dibuat dari campuran kertas tisu, asam nitrat, dan asam sulfat. Pada 1907, Leo Baekland, seorang ahli kimia menemukan plastik yang membantu pembuatan senjata, diberi nama Bakelite.

Pengembangan plastik terus terjadi untuk mencari jenis plastik yang ringan dan aman untuk industri makanan dan minuman.

Memasuki abad ke-20, plastik dari bahan nilon, akrilik, neoprene, SBR, dan polietilen semakin berkembang untuk berbagai sektor industri.

Botol plastik yang digunakan untuk minuman bersoda digunakan pertama kali pada 1970 dengan bahan yang sudah aman untuk tubuh.

Standardisasi untuk penggunaan botol plastik semakin ketat untuk menjaga keamanan dan kualitas minuman di dalamnya. Pada 1977 dibuat standar keamanan botol plastik dengan label PET yang disesuaikan penggunannya untuk Air minum dalam kemasan (AMDK).

Jenis – jenis plastik yang aman untuk kemasan makanan dan minuman dapat diketahui dengan melihat kode daur ulang yang berupa segitiga panah dengan angka di dalamnya. Kode tersebut biasanya ada di bagian bawah kemasan plastik.

Inilah kode daur ulang yang tertera pada kemasan plastik :

Kode 1 Poli Etilen Tereftalat (PET)

Bahan plastik ini bersifat kuat, jernih, kedap gas dan air. Biasanya ada di botol minuman, kemasan selai, botol sambal dan botol kecap.

Ada dua tips untuk kemasan plastik ini. Pertama, sebaiknya tidak digunakan untuk pangan dengan suhu di atas 60 derajat celcius. Kedua, hanya untuk satu kali pemakaian dan bukan untuk pemakaian berulang.

Kode 2 High Density Polyethylene (HDPE)

Bahan plastik ini bersifat keras hingga semi fleksibel, tahan terhadap bahan kimia dan kelembapan. Permukaannya berlilin, buram dan mudah diwarnai.

Biasanya digunakan untuk kemasan botol susu cair dan jus, tutup botol plastik, wadah es krim dan ada di kemasan mentega.

Tips untuk penggunaan kemasan plastik ini adalah hanyauntuk satu kali pemakaian dan bukan untuk pemakaian berulang.

Kode 3 Polivinil Klorida (PVC)

PVC ini terbagi menjadi dua jenis, jenis pertama yang bersikap kaku atau semi kaku ini bersifat kuat, keras, jernih dan bentuknya dapat diubah dengan larutan contohnya pada botol untuk jus, air mineral, minyak sayur, kecap, sambal dan baki.

Jenis kedua adalah PVC displatisasi atau lunak, sifatnya itu dapat dikerutkan dan jernih, contohnya ada pada pembungkus makanan.

Tipsnya jangan digunakan pada makanan yang berminyak atau berlemak atau mengandung alkohol terutama dalam keadaan panas.

Kode 4 Low Density Polyethylene (LDPE)

Bersifat kuat, fleksibel, kedap air, lalu permukaannya berlilin, tidak jernih tapi tembus cahaya. Biasanya digunakan untuk cup yoghurt, kantong belanja, kantong roti, makanan segar, dan botol yang dapat ditekan.

Plastik ini relatif aman jika digunakan untuk kemasan makanan jika dibandingkan dengan jenis plastik lainnya, tapi sering dibuat menjadi kantong daur ulang berwarna seperti warna hitam pada warna pekat lainnya.

Tipsnya, pertama, bisa digunakan untuk tempat mengukus makanan dengan suhu tertentu.

Kode 5 Polipropilen (PP)

Bersifat keras tapi fleksibel, permukaan berlilis, tidak jernih tetapi tembus cahaya, tahan terhadap panas, bahan kimia dan minyak.

Biasanya dipakai untuk kemasan makanan ringan (biskuit, chips, sereal dan sebagainya) juga sedotan.

Jenis plastik ini relatif aman jika digunakan untuk kemasan makanan jika dibandingkan dengan jenis plastik lainnya.

Plastik ini mempunyai keistimewaan tahan terhadap pemanasan dan dapat digunakan untuk pemanasan menggunakan microwave, tapi penggunaannya harus sesuai dengan saran pada kemasan.

Kode 6 Polisterina (PS)

Polisterina terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama bersifat jernih seperti kaca atau buram, kaku, dan getas (rapuh).

Biasanya digunakan sebagai gelas, sendok dan garpu plastik, wadah es krim dan sebagainya.

Jenis kedua Polisterina berbentuk styrofoam bersifat seperti busa, biasanya berwarna putih, lunak dan getas (rapuh).

Biasanya digunakan untuk piring, mangkok, dan gelas plastik.

Tipsnya, pertama, hindari penggunaan untuk mewadahi makanan berminyak atau berlebih dalam keadaan panas. Kedua, jangan digunakan untuk menghangatkan makanan menggunakan microwave.

Kode 7 Lain-lain (misalnya: Polikarbonat)

Polikarbonat Bersifat keras, jernih dan secara termal sangat stabil. Biasanya digunakan untuk botol air minum dan galon air minum.

Tipsnya, hindari penggunaan botol atau galon air minum yang sudah berubah penampakan fisiknya, seperti mulai buram atau berubah warna dan banyak goresan.

Terima kasih semoga bermanfaat

APA ITU TUMBLER? DAN APA FUNGSINYA?

Pernahkah terlintas di pikiran Anda soal apa itu tumbler? Sekarang ini, banyak yang menggunakan istilah “tumbler” untuk menyebut tempat minum yang berbentuk botol. Ada juga yang menyebut tumbler untuk menunjuk botol termos. Namun sebenarnya, apa itu tumbler? Mengapa istilah ini digunakan untuk menyebut botol minuman? Apa fungsi tumbler? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Sejarah apa itu tumbler

“Tumbler” sendiri punya arti harfiah “orang yang terguling.” Istilah ini mulai digunakan untuk menyebut wadah minuman pada abad ke-17. Kala itu, wadah minuman terbuat dari bahan logam yang mengecil ke bawah sehingga mudah terguling (tumbling).

 

Wadah minuman dengan model yang demikian masih bisa ditemukan hingga sekarang. Tumbler umumnya digunakan untuk menampung minuman hangat yang dijual di musim dingin. Bentuk tumbler yang harus dipegang memberikan sensasi nyaman di tangan jika diisi dengan minuman hangat seperti kopi atau cokelat.

 

Apa itu tumbler di masa kini

Sekarang, tumbler sudah mengalami transformasi. Tumbler bukan lagi sekadar “wadah minuman yang mudah terguling,” tetapi juga sering digunakan untuk menyebut wadah minuman secara umum.  

 

Model dan bahan tumbler pun sangat variatif, ada yang terbuat dari plastik, kaca, hingga stainless steel. Tumbler pun tidak hanya menjadi tempat minum biasa, namun juga bisa menjadi media iklan hingga bagian dari gaya hidup sehat.

 

Fungsi tumbler

Dengan semakin berkembangnya model dan desain tumbler, fungsinya pun turut mengalami perubahan. Berikut adalah beberapa fungsi tumbler yang umum ditemukan:

  • Untuk mempertahankan suhu minuman

Tumbler dengan model dan bahan tertentu seperti stainless steel memang bisa berfungsi layaknya sebuah termos mini. Dengan begitu, suhu minuman yang disimpan dalam tumbler seperti ini pun dapat terjaga. Anda bisa membawa minuman hangat atau minuman dingin ke mana saja tanpa harus takut suhunya berubah.

  • Untuk promosi

Tumbler pun bisa menjadi media promosi yang sangat efektif. Bagi Anda yang memiliki usaha atau ingin menyampaikan pesan tertentu, tumbler bisa menjadi pilihan. Sekarang ini, Anda bisa menambahkan desain atau ilustrasi khusus pada bagian luar tumbler.

 

Setelah desain atau pesan Anda dicetak, bagikanlah tumbler tersebut. Tumbler sangat fungsional, sehingga besar kemungkinannya untuk digunakan oleh penerima. Saat digunakan inilah tumbler bisa menjadi “penyampai pesan.” Orang lain bisa melihat pesan yang terpampang pada permukaan tumbler dan mengetahui pesan yang ingin Anda sampaikan. Efektif untuk Anda yang baru memulai usaha!

 

  • Untuk souvenir atau merchandise

Ingin memberikan souvenir kepada tamu undangan acara istimewa Anda? Tumbler bisa dijadikan pilihan. Selain fungsional, tumbler juga bisa didesain agar terlihat cantik dan sesuai dengan konsep acara Anda. Misalnya, untuk souvenir pernikahan, Anda bisa mencantumkan nama atau ilustrasi wajah pada bagian luar tumbler.

 

Anda juga bisa menjadikan tumbler sebagai merchandise. Bagi Anda yang memiliki komunitas atau grup, tumbler bisa menjadi merchandise. Tumbler yang seragam dengan sesama anggota komunitas tentu bisa menjadi tanda keakraban.

 

  • Untuk mengurangi limbah

Kebanyakan kafe atau kedai minuman yang menyediakan layanan take away biasanya menggunakan wadah plastik atau karton untuk mewadahi minuman. Wadah plastik atau karton tersebut umumnya hanya bisa sekali pakai. Bayangkan, ada berapa banyak limbah plastik dan karton jika semua orang memilih untuk takeaway.

 

Tumbler bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Dengan membawa tumbler ke kedai minuman, Anda bisa menyimpan minuman take away tanpa harus meminta wadah plastik dari penjual. Dengan begitu, penggunaan plastik pun bisa dikurangi. Kini, sudah banyak tempat yang memperbolehkan konsumennya untuk membawa tempat minumnya sendiri. Jadi, Anda bisa menggunakan tumbler kesayangan.

 

  • Untuk dijadikan hadiah

Tumbler pun cocok untuk dijadikan hadiah bagi orang tersayang, entah itu untuk perayaan ulang tahun, kelulusan, atau anniversary. Anda bisa memberikan tumbler yang telah didesain khusus agar spesial bagi si penerima.

 

Pilih tumbler dengan bahan yang tahan lama seperti stainless steel. Di bagian luarnya, Anda bisa menambahkan logo, tulisan, atau bahkan gambar dengan metode cutting sticker atau grafir laser. Selain istimewa, kado berupa tumbler pun bermanfaat karena bisa digunakan sehari-hari.

Apa Arti Tumbler, Jenis, Fungsi, dan Rekomendasi untuk Media Promosi

ilustrasi pilihan tumbler untuk artikel apa arti tumbler

Apa arti tumbler? Sebelum kesana, disadari ataupun tidak, saat ini banyak sekali berlalu-lalang produk botol minum

dengan berbagai desain serta bentuk yang unik yang digunakan oleh berbagai kalangan.

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu tumbler dan apa perbedaannya dengan botol minum atau termos. Begitupun dengan jenis, fungsi, dan kegunaannya selain sebagai wadah minuman. Di artikel ini akan dibahas mengenai apa arti tumbler dengan berbagai jenis bahan beserta fungsi sekaligus rekomendasi yang sesuai untuk setiap kebutuhan Anda.

Apa arti tumbler?

Pengertian tumbler mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tumbler adalah wadah air minum berbentuk seperti gelas tanpa gagang, memiliki tutup, terbuat dari kaca atau plastik, dapat menjaga suhu minuman tetap seperti semula, dan mudah dibawa ke mana saja.

Lalu apakah botol minum termasuk tumbler? Pada dasarnya di Indonesia sendiri, botol minum dan tumbler memiliki kegunaan yang sama karena dua jenis wadah ini digunakan untuk menyimpan dan membawa minuman sehingga bisa dikatakan botol minum termasuk ke dalam kategori tumbler.

Walaupun ada yang mengatakan ada sedikit perbedaan antara tumbler dan botol minum. Jika ingin tahu apa perbedaan tumbler dan botol minum, botol minum lebih difokuskan untuk kemudahan dalam mobilitas sehari-hari. Produk ini tidak selalu dirancang untuk menjaga suhu sehingga desainnya lebih fungsional dan praktis serta digunakan untuk menyimpan minuman biasa seperti air, jus, atau minuman olahraga yang membutuhkan kemudahan minum dengan cepat saat bergerak.

Sedangkan tumbler umumnya digunakan untuk minuman yang memerlukan pengaturan suhu khusus sehingga cocok untuk teh, kopi, atau minuman dingin seperti air es. Oleh karena itu, tumbler seringkali terbuat dari bahan yang dapat menjaga suhu seperti stainless steel atau double-walled glass dengan penutup yang rapat dan tahan tumpah saat diperjalanan. Desainnya pun lebih elegan stylish dengan bentuk yang lebih bervariasi, termasuk ukuran tumbler minum yang lebih besar dan lebih kecil.

Jenis – jenis tumbler berdasarkan bahan

Setiap jenis tumbler berdasarkan bahan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Pemilihannya pun dapat beragam sesuai dengan preferensi dan kebutuhan penggunaannya. Berikut bahan tumbler yang umum digunakan.

1. Stainless steel tumbler

Tumbler stainless steel

memiliki kelebihan karena anti karat, tahan lama, dan mempunyai kemampuan isolasi yang baik untuk menjaga minuman tetap panas atau dingin. Oleh karena itu, bahan stainless steel merupakan bahan yang populer sehingga sering hadir dan dijadikan souvenir tumbler acara dalam berbagai desain dan ukuran mulai dari ukuran tumbler 500 ml, tumbler 600 ml, dan ukuran – ukuran lainnya.

2. Tumbler plastik

Bahan plastik terkenal lebih ringan dan seringkali lebih ekonomis daripada tumbler lainnya. Meskipun mungkin tidak memiliki kemampuan isolasi sebaik tumbler stainless steel, tumbler plastik

memiliki lebih banyak warna dengan berbagai varian desain yang unik dan menarik sehingga mudah dieksplorasi.

3. Tumbler kaca 

Terbuat dari bahan kaca, tumbler kaca umumnya memiliki desain yang elegan dan terlihat lebih mewah. Beberapa desainnya pun memiliki lapisan ganda untuk mempertahankan suhu minuman. Kelemahannya, karena terbuat dari kaca, tumbler minum rentan terhadap kerusakan jika jatuh atau terbentur.

4. Tumbler keramik

Pilihan tumbler keramik cocok jika menginginkan tumbler botol minum untuk minuman panas seperti kopi atau teh. Namun, tumbler jenis ini biasanya lebih berat dan lebih rentan terhadap kerusakan.

5. Tumbler bambu

Dibuat dengan perpaduan tanaman bambu dan bahan lain, tumbler ini membawa pesan ramah lingkungan dengan memberikan tampilan alami yang menarik.

6. Aluminium tumbler

Tumbler aluminium cenderung ringan dan tahan karat. Meski tidak memiliki kemampuan isolasi sebaik stainless steel, tumbler aluminium menjadi pilihan yang baik untuk minuman sehari-hari.

Fungsi tumbler dan manfaatnya

Setelah mengetahui apa arti tumbler, penting untuk memahami fungsi tumbler, manfaat, dan kegunaannya selain menjadi wadah minuman. Dengan mengetahui fungsinya, maka akan lebih mudah menentukan botol minum tumbler seperti apa yang dibutuhkan. Apakah hanya untuk minum? Untuk berhemat? Bahkan menjadi media promosi untuk beriklan.

1. Menjaga suhu minuman

Ini adalah fungsi utama dari tumbler minum. Tumbler yang terbuat dari bahan isolasi termal seperti stainless steel atau double-walled glass dapat menjaga minuman tetap panas atau dingin lebih lama.

Lalu apa perbedaan tumbler dan termos? Termos memiliki lapisan isolasi yang lebih tebal dan lebih baik daripada tumbler sehingga bisa mempertahankan suhu cairan di dalamnya. Biasanya termos juga memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih berat. Namun jangan khawatir, saat ini ada produk tumbler termos berupa vacuum tumbler yang memiliki ukuran lebih kecil namun tetap dapat menjaga suhu.

2. Menjaga kehigienisan

Dengan menggunakan tumbler pribadi, Anda dapat lebih mudah menjaga kebersihan dan kesehatan sekaligus menghindari penggunaan botol minum sekali pakai yang dapat berisiko menimbulkan kontaminasi dan pencemaran lingkungan.

3. Mengurangi limbah plastik & kontribusi lingkungan

Bayangkan jika saat ke bepergian ke kantor atau ke tempat umum tidak membawa tumbler dan selalu membeli air mineral dalam kemasan? Semakin banyak air minum dalam kemasan yang dibeli maka semakin banyak limbah plastik yang dihasilkan. Dengan menggunakan tumbler dapat membantu mengurangi jumlah botol plastik sekali pakai yang terbuang setiap hari sekaligus berkontribusi terhadap pemeliharaan lingkungan.

4. Hemat biaya

Membeli kopi, teh, dan air minum kemasan saat diperjalanan selalu menjadi pilihan jika tidak membawa air minum. Membawa tumbler setiap kali pergi dapat membantu menghemat uang dalam jangka panjang sehingga bisa mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

5. Media promosi yang efektif

Karena awam digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tim pemasaran perusahaan maupun merek memakai botol minum tumbler sebagai tumbler promosi mereka. Tidak lain alasannya karena seringnya frekuensi pemakaian dan mudah dibawa sehingga menjadikan tumbler sebagai barang promosi perusahaan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran merek lewat desain serta logo perusahaan yang dicetak pada permukaannya.

Rekomendasi tumbler untuk media promosi perusahaan

Di era dengan kemajuan teknologi dan serba digital, variasi dan ide dalam mengiklankan merek semakin kreatif. Berbagai platform dan channel dipakai demi tercapainya target pemasaran. Tidak terkecuali pemakaian tumbler sebagai media beriklan sehingga pada acara-acara sering kali produk ini diberikan sebagai souvenir botol minum.

1. Tumbler insert paper untuk desain branding yang kreatif dan budget terbatas

Apa arti tumbler insert paper?

Tumbler insert paper merupakan tumbler dengan branding perusahaan berupa kertas yang dimasukkan dalam selongsong di antara rongga yang terdapat pada tumbler.

Biasanya, tumbler insert paper terbuat dari bahan plastik yang transparan sehingga desain yang sudah dibuat dapat terpampang jelas.

2. Tumbler mug berbahan stainless steel untuk temani bekerja

Apa arti tumbler mug? Tumbler mug merupakan tumbler minum berbentuk mug atau cangkir.

Tumbler dari bahan stainless steel ini dilengkapi dengan tutup sehingga cairan dalam tumbler tidak mudah tumpah. Selain itu, suhu minuman di dalam tumbler tetap terjaga karena dilengkapi dengan insulator. Permukaannya pun dapat digrafir logo perusahaan atau desain menarik untuk memberi kesan pada penerima.

Model tumbler ini cocok untuk Anda berikan sebagai souvenir kantor kepada karyawan untuk temani mereka selama bekerja karena mudah dibawa dan dipakai. Tinggal seruput kopi, teh, atau air minum tanpa harus membuka tutup secara berlebihan.

3. Tumbler termos jaga suhu tetap stabil

Model tumbler ini merupakan model yang populer dan sering diincar sebagai souvenir botol minum. Modelnya pun beragam ada yang disertai built-in cangkir dan ada yang mempunyai penunjuk suhu. Tapi sebelumnya apa arti tumbler termos? Tumbler termos merupakan tumbler dengan ukuran yang lebih kecil dari termos pada umumnya yang yang dapat menjaga suhu minuman di dalamnya. Tentunya lebih tebal dari tumbler stainless steel biasa.

Cocok dijadikan souvenir promosi jika Anda membutuhkan souvenir tumbler yang fungsional dan dapat dipakai dalam berbagai kondisi sehari-hari. Bubuhkan logo perusahaan Anda pada permukaannya agar penerima tetap mengingat Anda.

4. Tumbler sport untuk aktivitas olahraga