3 Cara Ampuh Menghilangkan Bau dan Bekas Kopi pada Termos

Apakah kamu seorang pecinta kopi? Kopi di pagi hari tentu akan membuatmu lebih semangat memulai hari. Seringkali kita membawa kopi saat pergi berbelanja ataupun bekerja menggunakan termos untuk membuatnya tetap hangat. Termos stainless steel yang bisa kamu gunakan kembali tentu sangat praktis, portable dan ramah lingkungan. Namun, setelah menggunakannya bau kopi menempel dan sulit hilang. Saat digunakan kembali, bau kopi yang menempel tentunya akan mempengaruhi aroma dan rasa dari minumanmu.

lakukan tips berikut untuk menghilangkan bau kopi pada termos stainless steel-mu.

Bahan yang dibutuhkan: Cuka suling putih Baking soda Air panas Cara membersihkan:

1. Tuangkan 1 ons cuka ke dalam termos yang akan dibersihkan, lalu tambahkan 1 sdm baking soda. Gunakan sendok untuk mengaduk larutan sampai mengeluarkan suara mendesis dan berbusa.

2. Setelah desis berhenti, isi termos dengan air panas hingga penuh.Selanjutnya diamkan termos selama 10 menit tanpa ditutup untuk menghilangkan noda dan aroma kopi.

3. Setelah 10 menit, sikat bagian dalam termos dengan sikat khusus pembersih botol dan gosok bagian dalam termos. Bilas termos dengan air panas dan pastikan tidak ada sisa cuka dan baking soda yang tertinggal.

4. Lap termos dan biarkan mengering.

Sabun cuci piring bubuk

Bahan yang dibutuhkan: 1 sdm sabun cuci piring bubuk Air panas Cara membersihkan: 1. Masukkan 1 sdm bubuk cuci piring kedalam termos lalu tuangkan air panas kedalamnya. 2. Pasang tutup termos lalu kocok hingga berbusa dan buang larutan sabunnya. 3. Rendam termos dengan tutup terbuka menggunakan air hangat selama beberapa jam. Jika bau masih membandel rendam hingga semalaman. 4. Tuangkan kembali larutan sabun dan air lalu gosok bagian dalam botol dengan sikat kecil.

5. Bilas dan biarkan mengering

Garam dan es batu Bahan yang dibutuhkan: 3 sdm garam Es batu Cara membersihkan:

1. Isi seperempat termos dengan es batu lalu tambahkan 2 sampai 3 sendok garam, tergantung pada ukuran termos. Lakukan dengan cepat agar es tidak segera mencair.

2. Kencangkan tutup termos lalu kocok dengan kuat. Garam akan bekerja seperti scrub yang mengangkat bau dan noda-noda di dalam termos.

3. Setelah noda dan bau hilang, bilas dan keringkan.

4 Cara Membersihkan Botol Termos yang Kotor dan Bau

Minuman air hangat diyakini dapat meningkatkan kesehatan. Tak heran, hal ini membuat banyak orang memilih menggunakan botol termos sebagai wadah air hangat.

Namu, botol terrmos mudah kotor, terlebih bila tidak dibersihkan secara teratur. bBAhkan, dlansir fari Renonation Singapore. sebuah penelitian menemukan bahwa botol termos mengandung lebih banyak bakteri mangkuk kloset.

Belum lagi, wadah bagian dalam botol termos dan cincin kart botol mudah kotor,bau, serta berubah earna menjadi kekuningan. Nah, berikut cara membersihkan botol termos yang kotor dan bau.

Pembersihan sederhana
Pertama, rendam botol termos dalam air panas pada suhu 60 derajat Celsius, lalu gunakan sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran yang menempel pada permukaan botol. Hindari menggunakan sabut gosok yang keras dan sikat atau penggosok baja tahan karat untuk menghindari goresan pada lapisan, yang membuat kotoran lebih mudah menumpuk. Sebaiknya, menggunakan sikat lembut atau spons. Gosok setiap permukaan botol termos secara menyeluruh, dari tutup, permukaan luar dan dalam termos, hingga cincin karet.

Hilangkan noda teh dan kopi

Menyeduh minuman teh dan kopi ke dalam botol termos dapat meninggalkan noda. Jika termos tidak langsung dicuci setelah digunakan, noda akan semakin sulit dibersihkan.

  • Berikut dua metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan noda kopi dan teh pada botol termos.  Masukkan es batu ke botol termos hingga mencapai seperempat tinggi botol. Kemudian, tambahkan tiga sendok makan garam, tutup botol sampai rapat, kocok selama tiga menit, lalu bilas dengan air hangat.
  • Letakkan botol termos di wastafel dapur, tambahkan sekitar satu inci cuka putih dan dua sendok makan baking powder ke dalam botol, lalu tambahkan air panas. Anda tidak perlu menutup tutup botol. Gelembung akan keluar secara alami, rendam selama satu hingga dua jam, lalu gosok botol termos dengan air hangat.

Menghilangkan bau

Setelah meminum minuman yang meninggalkan bau, gunakan cuka putih yang diencerkan dengan air, lalu rendam botol termos selama setengah jam, dan bilas dengan air panas untuk menghilangkan bau cuka yang kuat.

Pembersihan mendalam

Jika ingin melakukan pembersihan mendalam, bersihkan botol termos menggunakan sabun cuci piring yang mengandung oksigen setiap beberapa bulan sekali. Misalnya, Anda dapat meletakkan botol di wastafel dapur dan menambahkan hidrogen peroksida sebanyak satu inci.
Kemudian, tambahkan satu sendok makan baking powder yang dapat dimakan dan tambahkan air mendidih. Gelembung akan keluar dan kotoran akan mengalir keluar bersama gelembung. Ingatlah untuk tidak menggunakan pembersih klorin saat membersihkan botol termos. Klorin dapat merusak permukaan baja tahan karat dan wadah bagian dalam botol termos.

Bahan dari Lapisan Pelindung Luar Termos Air yang Banyak Digunakan

 

Termos merupakan alat dapur yang sangat kita butuhkan untuk menyimpan air agar tetap panas. Hal ini dibuktikan dengan hampir setiap rumah menyimpan alat yang satu ini. Termos sendiri terdiri dari beberapa lapis. Misalnya saja lapisan pelindung luar termos terbuat dari bahan plastik.

Meskipun dari luar plastik, namun kenyataannya termos memiliki beberapa lapisan yang jarang diketahui. Lantas, apa saja lapisan pada termos dan mengapa kebanyakan lapisan pelindung luar terbuat dari plastik?

Bahan dari Lapisan Pelindung Luar Termos Air yang Banyak Digunakan

Termos adalah sebuah botol

yang dirancang untuk dapat menyimpan cairan agar memiliki suhu tetap atau dapat menjaga suhu dalam jangka waktu lama. Termos pertama kali dibuat pada tahun 1902 oleh James Dewar.
Pada saat itu, James Dewar menghadapi masalah susu bayinya agar bisa diminum dalam keadaan hangat. Akan tetapi, mempertahankan susu agar hangat dalam waktu lama merupakan masalah sulit pada waktu itu.
Untuk mengatasi masalah tesebut, ia menciptakan sebuah botol vakum dengan dinding dikosongkan dan ditutup rapat untuk mencegah agar panas tidak hilang. Inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya termos.
Penggunaan kata termos pertama kali digunakan oleh peniup kaca di Jerman dengan nama GmbH Thermos. Orang-orang menamakannya dengan termos vakum. Sehingga, orang Munich menamakannya dengan termos yang berasal dari bahasa Yunani “therme” yang artinya panas.

Bagian-Bagian Termos

Dikutip dari buku Dunia IPA oleh H. Panut (2005:122), bagian-bagian yang ada pada termos yakni:

Tutup Termos

Tutup termos sebagai sumbatan yang berfungsi untuk mencegah air dan udara tidak keluar masuk dari termos. Dengan kata lain, tutup termos dapat mencegah perpindahan panas secara konveksi dan konduksi.

Bagian Luar Termos

Bagian luar termos memiliki bentuk tabung yang terbuat dari material plastik atau logam tahan karat yang kokoh serta dapat melindungi bagian dalam termos. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi termos dari benda di luar dan juga sebagai pelindung bagian yang ada di dalamnya.
Adapun penggunaan plastik sebagai bagian luar termos karena dari sisi harga lebih mudah dibandingkan dengan logam. Selain itu, termos juga tidak terlalu berat untuk di angkat anak kecil.

Bagian Kaca Luar

Lapisan kaca pada bagian luar berfungsi untuk penahan panas secara radiasi dari luar. Sehingga, panas dari luar yang masuk akan dipantulkan kembali ke luar. Hal inilah yang memuat termos bisa menjaga minuman tetap panas.

Ruang Vakum

Ruang vakum adalah ruang yang memisahkan dari lapisan kaca luar dengan kaca dalam. Fungsinya adalah mencegah transfer panas dari bagian luar dan dalam termos yang dapat menyebabkan isolasi termal.

Bagian Kaca Dalam

Kaca memiliki sifat yang reflektif. Artinya, kaca dapat panas yang keluar dari termos sehingga masuk kembali ke dalam termos.

Penyangga

Penyangga dalam termos berfungsi untuk mencegah bagian dalam bergeser hingga pecah.
Itulah bagian-bagian yang ada di termos sebagai alat untuk menahan panas air. Meskipun dilihat dari luar biasa saja, ternyata di dalam termos memiliki bagian-bagian yang menarik untuk diketahui. 

Kata Studi, Botol Minum Kita Bisa Punya Lebih Banyak Kuman dari Dudukan Toilet

Sebuah studi belum lama ini mengungkap botol air yang digunakan kembali dapat mengandung sekitar 40.000 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet (dalam beberapa kasus). Bahkan, mangkuk minum hewan peliharaan 14 kali lebih bersih dibandingkan botol air sehari-hari jika botol tersebut tidak dicuci secara teratur.
Namun, lebih banyak bakteri tidak selalu berarti kabar buruk. Dalam hal ini, sebagian besar bakteri berasal dari mulut kita sendiri dan itu tidak terlalu berbahaya.

Pada bulan November 2022, tim ahli kualitas air dari WaterFilterGuru yang berbasis di Denver, mengumpulkan sampel usap kuman dari permukaan berbagai botol air bekas dengan desain berbeda yang populer di Amerika Serikat.

Setiap permukaan diseka tiga kali, termasuk penutupnya, dan semua sampel ini diuji di laboratorium. Hasil tes tersebut baru-baru ini dipublikasikan.

“Kami menemukan rata-rata jumlah bakteri CFU (Colony-Forming Units) dalam botol air yang dapat digunakan kembali mencapai 20,8 juta, hal ini menggarisbawahi pentingnya kebersihan yang ketat. Temuan ini hampir konsisten pada berbagai jenis botol yang diuji, menandakan apa pun desain atau jenis tutup botolnya, menjaga kebersihan sangat penting untuk kesehatan semua orang.” Brian Campbell, Spesialis Air Bersertifikat dan pendiri WaterFilterGuru kepada ZME Science, dikutip Minggu (10/3/2024).

Kenapa Botol Minuman Bisa Sangat Kotor?
Menurut penelitian, sekitar 15% orang Amerika tidak membersihkan botol air minum mereka secara teratur. Individu-individu dalam kelompok usia gen-Z ditemukan paling enggan untuk membersihkan botol mereka. Sekitar 16% mencuci botol mereka hanya beberapa kali dalam sebulan.

Semua botol yang tidak bersih menjadi tempat berkembang biaknya kuman dalam jumlah besar. Apalagi, setiap kali seseorang meminum air dari botol tersebut, bakteri dari mulutnya juga semakin mencemari botol tersebut.

“Mulut manusia adalah rumah bagi sejumlah besar bakteri berbeda. Jadi tidak mengherankan jika wadah minum dipenuhi mikroba,” jar Andrew Edwards, ahli mikrobiologi di Imperial College London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dikutip dari News.com.au.

Namun, ketika peneliti mengamati jenis bakteri yang ada pada botol air, ternyata sejumlah besar bakteri berasal dari mulut kita sendiri, sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan.

Meski begitu, bukan berarti juga semua bakterinya tidak berbahaya.

Para peneliti juga mendeteksi keberadaan basil dan batang gram negatif, dua bakteri penyebab penyakit yang berkaitan dengan masalah lambung (dan usus) dan resistensi antibiotik.

“Botol yang memberikan hidrasi ke dalam rutinitas harian Anda dapat membuat Anda sakit jika tidak dirawat dengan baik. Jika Anda merasa tidak enak badan, periksalah kebiasaan membersihkan botol air Anda untuk mengetahui apakah bakteri dan jamur mungkin menjadi penyebabnya,” kata penulis penelitian.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa di antara berbagai jenis botol, botol dengan tutup cerat dan tutup ulir memiliki jumlah bakteri paling banyak, sedangkan botol dengan tutup yang dapat diremas memiliki jumlah bakteri paling sedikit.

Dalam penelitiannya, para peneliti tidak memperhitungkan botol air yang dapat digunakan kembali, yang dicuci dan dibersihkan setiap hari.

Temuan ini didasarkan pada kebiasaan membersihkan botol air dari 1.000 orang Amerika, dan bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi jumlah CFU dalam botol mereka.

“Sayangnya, kami tidak bisa membicarakan botol yang dicuci dan dibersihkan setiap hari, karena kami tidak memasukkannya ke dalam sampel usap kami,” kata Campbell.

Dia lebih lanjut menyarankan, menggunakan botol air yang dapat digunakan kembali umumnya aman jika menjaga kebersihan.

Cara Menjaga Kebersihan Botol Minum
Inilah beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga botol air minum bebas dari kuman berbahaya, menurut Campbell:

1. Bersihkan botol air secara teratur, idealnya setiap hari, menggunakan sabun dan air panas.

2. Keringkan botol secara menyeluruh setelah dicuci untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

3. Hindari berbagi botol dengan orang lain untuk mengurangi risiko penyebaran kuman.

4. Pilih botol yang mudah dibersihkan dan memiliki lebih sedikit tempat yang sulit dijangkau.

Penulis penelitian juga merekomendasikan untuk membersihkan botol air seminggu sekali, lebih sering jika juga minum selain air dari botol.

“Kebiasaan sederhana dan mudah diikuti ini dapat mengurangi jumlah kuman secara signifikan, menjadikan botol yang dapat digunakan kembali menjadi pilihan yang aman dan ramah lingkungan,” kata Campbell kepada ZME Science.

Sumber: Detik.com

Ajari Sejak Dini, Inilah Manfaat Membawa Botol Minum Sendiri untuk Anak-anak

Ajari Sejak Dini, Inilah Manfaat Membawa Botol Minum Sendiri untuk Anak-anak

Masalah sampah plastik yang terus menumpuk sudah cukup memprihatinkan, terutama pada dekade ini. Sampah plastik yang berlebihan ini tentu akan berpengaruh pada lingkungan dan masa depan yang akan datang. Melihat masalah tersebut, ada berbagai cara yang dilakukan pemerintah. Mulai dari kampanye penggunaan tote bag sebagai pengganti kantong plastik, menyetop penggunaan kantong plastik di minimarket, hingga menghimbau masyarakat untuk menggunakan alat makan sendiri saat bepergian.

Sebagai orang tua, tentunya kamu memiliki peran penting untuk mengajarkan si kecil untuk peduli dengan lingkungan. Misalnya dengan meminta mereka stop menggunakan plastik dengan tidak perlu lagi membeli air mineral kemasan. Ajarkan mereka tentang sampah plastik sekali pakai yang tidak mudah terurai dalam waktu yang singkat dan beralihlah ke wadah plastik yang bisa digunakan berulang kali.

Salah satunya dengan membawa botol minum dan alat makan sendiri saat keluar rumah. Berikut ini manfaat membawa botol minum sendiri untuk anak-anak:

  • Mengajarkan lebih hemat

Botol minum dapat mengajarkan anak-anak untuk menghemat pengeluaran. Pertama, kamu hanya perlu menyiapkan satu botol minum yang bisa digunakan berkali-kali. Kedua, anak tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli air minum kemasan setiap harinya. Dengan begitu, kamu bisa mengajak mereka untuk menabung dari uang jajan mereka.

Misalnya setiap harinya anak perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 3 ribu untuk membeli satu botol air. Dalam waktu sebulan, berarti akan menghabiskan Rp. 90 ribu. Nah, nominal tersebut bila kamu hemat dan keluarkan untuk membeli keperluan anak atau keinginan anak lainnya.

  • Mengurangi polusi sampah plastik

Plastik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Pada kehidupan saat ini memang tidak bisa menghindari plastik, namun setidaknya kita bisa sama-sama untuk mengurangi penggunaan konsumsi plastik. Misalnya dengan membawa botol minum sendiri saat bepergian. Mengajarkan anak dari kecil untuk membawa botol minum sendiri akan membuatnya menjadi terbiasa.

Jadi hingga dia besar, mom dan anak berkontribusi menjaga pencemaran lingkungan dengan tidak membeli botol minum kemasan sekali pakai yang banyak dijual di warung-waung. Kamu hanya perlu membawa botol minum sendiri lalu menggunakannya berulang kali. Cara yang konsisten ini tentu akan mengurangi sampah plastik.

  • Botol minum lebih menyehatkan

Mengajarkan anak untuk membawa tempat minum sendiri tentu akan lebih menyeharkan tubuh. Hal ini karena anak akan terhindar dari botol minum yang membuat tubuh menjadi nggak sehat. Misalnya jika air kemasan itu palsu, air yang belum dimasak, hingga air minum kemasan yang sudah kadaluwarsa. Botol air minum yang anak-anak bawa akan membuat mereka tetap sehat dan aman.

Botol plastik yang biasa dijual biasnaya terbuat dari plastik PET yang mengeluarkan senyawa kimia berbahaya ketika dipakai dalam jangka waktu yang lama atau terkena air panas. Botol minum anak yang kamu siapkan dapat membuatmu memonitor jumlah air yang anak minum. Tentu kita tau bahwa konsumsi air harian untuk anak harus cukup agar metobolisme tubuh lancar.

  • Botol minum akan lebih aman dibawa tas

Umumnya botol minum atau tumbler terbuat dari bahan yang kuat dan dibuat dengan desain yang bagus agar tidak mudah bocor. Anak-anak bisa membawa botol minum dengan aman dalam tas sekolah mereka. Tak hanya itu, botol minum anak ini memiliki bahan dan kualitas yang kuat akan menjaga barang bawaan lain seperti buku sekolah dan alat tulis mereka tetap aman.

Tentunya ini berbeda dari bahan plastik sekali pakai dalam kemasan mineral. Botol yang dipakai umumnya berbahan tipis yang jika ditekan dapat langsung rusak bahkan menumpahkan banyak air.