Evolusi Thumbler Dalam Kehidupan Manusia

Evolusi Thumbler Dalam Kehidupan Manusia

Thumbler adalah salah satu benda yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman kuno hingga saat ini. Sebagai wadah untuk minuman, tumbler telah mengalami perjalanan panjang yang mencerminkan evolusi kebutuhan manusia akan kepraktisan, fungsionalitas, dan keindahan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahukah kamu bagaimana evolusi thumbler dari masa ke masa ? Simak artikel ini ya !

Pada zaman kuno gelas minum telah menjadi bagian penting dari kebudayaan manusia sejak zaman kuno. Bangsa Mesir Kuno, bangsa Romawi, dan bangsa Yunani adalah beberapa peradaban kuno yang menggunakan gelas-gelas minum dari berbagai bahan seperti tanah liat, logam, atau kaca. Di sini, tumbler digunakan untuk minum air, anggur, dan minuman lainnya dalam berbagai kesempatan, baik sehari-hari maupun dalam ritual keagamaan.

Di era abad pertengahan perkembangan teknologi pembuatan kaca di Venesia, Italia, pada abad pertengahan mengubah pemandangan tumbler. Venesia menjadi pusat produksi kaca yang terkenal di Eropa, dan gelas-gelas minum Venesia yang indah dan elegan menjadi sangat dihargai di seluruh dunia. Gelas-gelas kaca yang rumit dihiasi dengan ukiran dan warna-warni yang memikat hati, mencerminkan kemewahan dan status sosial pemiliknya.

Pada era modern dengan berkembangnya teknologi produksi massal pada abad ke-20, gelas minum menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat umum. Berbagai jenis tumbler mulai diproduksi, termasuk gelas kaca, plastik, logam, dan stainless steel. Desain-desain yang inovatif juga muncul, memenuhi berbagai kebutuhan dan preferensi pengguna modern.

Di zaman kontemporer ini, tumbler memiliki peran yang semakin penting dalam upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan, tumbler yang dapat diisi ulang digunakan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk gelas-gelas sekali pakai, membantu mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan.

Inovasi dalam desain dan teknologi tumbler terus berkembang. Teknologi isolasi termal yang canggih memungkinkan minuman tetap panas atau dingin untuk waktu yang lebih lama, sementara tumbler pintar dengan fitur-fitur modern seperti pelacakan asupan air dan pembayaran nirkabel menjadi semakin populer di kalangan konsumen yang peduli dengan kesehatan dan teknologi.

Sebagai simbol kehidupan manusia sehari-hari, tumbler terus menjadi salah satu perangkat yang paling penting dan serbaguna dalam peradaban manusia. Sejarahnya yang panjang dan beragam mencerminkan keberagaman budaya dan kemajuan teknologi yang telah mengubah cara kita berinteraksi dengan minuman sehari-hari kita.

Nah, udah tahukan bagaimana perkembangan thumbler di peradaban manusai. Tertarik untuk custom thumbler ? Toko Merchandise siap membantu

 

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Thumbler Dan Thermos

Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Thumbler Dan Thermos

Meskipun banyak yang menggunakan tumbler, ternyata masih ada loh yang tidak bisa membedakan mana tumbler dan mana thermos karena jika dilihat sekilas bentuk dan tampilan mereka itu sama alias mirip. Tumbler dan thermos memang memiliki tampilan yang mirip, tapi aslinya mereka berdua adalah benda yang berbeda. Nah biar gak ketukar atau salah sebut, simak artikel berikut ini.

Bahan

Berikutnya yang membedakan tumbler dan thermos adalah bahan material yang jelas berbeda. Bahan material yang umumnya digunakan untuk membuat tumbler lebih bervariasi daripada thermos. Biasanya tumbler ada yang terbuat dari bahan plastik, alumunium, keramik, akrilik bahkan stainless. Sedangkan untuk thermos sering menggunakan bahan stainless tebal dengan fitur ruang hampa atau kedap udara yang mampu menjaga suhu air didalamnya tetap terjaga hingga lebih dari 12 jam bahkan hingga puluhan jam. Ukurannya yang cukup besar juga memungkinkan untuk kamu menyimpan lebih banyak air panas menggunakan thermos, jadi gak heran kenapa ibu-ibu muda banyak yang menggunakan thermos dirumah. Namun untuk kamu yang mau simpan air panas tapi bisa dibawa kemana-mana sekarang udah bisa pakai tumbler yang terbuat dari bahan stainless dengan fitur vacuum flask kedap udara seperti thermos. Hanya saja untuk daya tahan tumbler tidak seperti thermos, suhu air yang disimpan dalam tumbler bisa tahan sekitar 6-8 jam saja.

Fungsi

Sekilas memang sama, tapi ternyata jika di telaah lebih baik keduanya punya fungsi yang berbeda lho, apalagi dalam penggunaan sehari-hari. Untuk tumbler sendiri memang di buat khusus untuk penggunaan yang lebih praktis sehingga mudah dibawa kemana-mana dan tidak memakan tempat penyimpanan yang besar. Sedangkan thermos biasanya dibuat dengan ukuran yang lebih besar karena umumnya thermos lebih diutamakan untuk menyimpan air panas dalam jumlah banyak sehingga sulit untuk dibawa kemana-mana. Jadi untuk pemakaian biasa bisa gunakan tumbler sedangkan untuk dirumah atau disimpan di kantor bisa gunakan thermos ya.

Harga

Hal lain yang membuat tumbler dan thermos berbeda adalah perihal harga. Untuk harga jelas sangat berbeda, dilihat dari spek, detail dan fungsinya saja sudah bisa terlihat harga kedua nya sangat berbeda. Untuk tumbler sendiri biasanya dijual dengan harga yang lebih terjangkau tergantung dengan bahan, ukuran dan model tumbler yang dipilih. Untuk standarnya tumbler dijual dengan harga mulai dari belasan hingga ratusan ribu. Sedangnya untuk thermos dijual dengan harga yang lebih tinggi mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Tapi untuk kamu yang ingin menjadikan thermos atau tumbler sebagai souvenir juga bisa banget, harganya tentu lebih murah jika beli dalam quantity yang lebih besar.

Jadi gimana nih udah paham kan bedanya apa aja ? Yang paling menonjol sih udah pasti fitur dan materialnya, jadi jangan sampai salah lagi yaa. Tertariki untuk custom Thumbler ? Toko Merchandise siap membantu

Bahaya menggunakan Botol Sekali Pakai untuk Diisi Ulang

Plastik sekali pakai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern saat ini. Namun, penggunaan plastik sekali pakai dalam jumlah yang sangat banyak dan pembuangan yang tidak bertanggung jawab telah menyebabkan dampak serius pada lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk membahas dampak buruk plastik sekali pakai sekali pakai terhadap lingkungan dan kesehatan. Agar meningkatkan kesadaran dan kebijaksanaan dalam menggunakan plastik sekali pakai.

Untuk mengenali kandungan bahan kimia dalam botol plastik, Anda tinggal melihat kode segitiga yang biasanya terdapat pada bagian bawah botol. Umumnya, botol air mineral sekali pakai tertulis kode 1 yang artinya terbuat dari plastik PET atau PETE (polyethylene terephthalate). Di samping botol air mineral, kode botol plastik ini juga bisa Anda temukan dalam botol minuman ringan, minuman olahraga, kecap, sambal, selai, dan minyak. Plastik PET bersifat jernih, kuat, kedap gas dan air, serta aman untuk produk makanan atau minuman. Botol plastik juga bisa mengandung bahan kimia berisiko seperti Bisphenol A (BPA). Kandungan ini terdapat pada botol plastik dan pelapis kaleng makanan atau susu formula.

Penggunaan bahan sekali pakai untuk dipakai berulang kali, termasuk botol plastik air minum dalam kemasan tentunya bukan tanpa risiko. Berikut ini adalah sejumlah bahaya dari penggunaan botol plastik sekali pakai secara berulang-ulang.

1. Kontaminasi bakteri

Botol minuman kemasan dengan kode 1 dari plastik PET hanya boleh dipakai sekali. Meski tidak ada kandungan BPA, botol ini berisiko terkontaminasi bakteri saat Anda gunakan kembali. Makin sering digunakan, bakteri makin berkembang biak. Pasalnya, lapisan botol plastik PET makin menipis sehingga memudahkan bakteri masuk ke dalam botol. Minum langsung dari mulut botol dapat menyebarkan mikroba ke air dalam botol. Jika Anda biarkan, bakteri bisa menyebabkan gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, bahkan diare.

2. Gangguan ibu hamil dan janin

Berdasarkan studi terhadap hewan, bahaya BPA dalam botol plastik dapat memengaruhi perkembangan otak janin selama dalam kandungan. Para peneliti juga menemukan bahwa wanita hamil yang memiliki kadar BPA tinggi dalam urinenya. Ibu hamil dengan BPA tinggi lebih berisiko melahirkan anak perempuan yang mengalami gangguan perilaku, seperti hiperaktif, kecemasan, serta depresi. Risiko BPA ini tampaknya lebih mudah dialami bayi dan anak-anak karena sistem tubuh mereka belum mampu membuang zat tersebut dari dalam tubuh.

3. Meningkatkan risiko kanker payudara

Selain kontaminasi bakteri dan gangguan kehamilan, penggunaan botol plastik berulang bisa menimbulkan bahaya terkait tumor ganas. Menurut BreastCancer.org, BPA merupakan estrogen sintetik lemah yang dapat meniru kerja hormon estrogen dalam tubuh dan menggangu fungsinya. BPA mungkin bisa menghambat atau meningkatkan estrogen dalam tubuh. Hal ini  memicu perkembangan kanker payudara reseptor hormon positif. Akibatnya, paparan BPA pada wanita erat kaitannya sebagai faktor risiko penyebab kanker payudara.

Maka mulai lah dari sekarang membiasakan diri untuk selalu membawa tumbler kemana pun kalian pergi, selain untuk menjaga kesehatan dari bahaya penggunaan botol plastik kita juga bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

Beda Jenis Thumbler, Beda Cara Cucinya Loh!

Beda Jenis Thumbler, Beda Cara Cucinya Loh!

Apakah tumbler bisa dicuci? Jawabannya, tentu saja bisa. Justru kamu harus mencuci tumbler yang kamu gunakan sebelum dan sehabis memakainya. Tujuannya supaya tumbler tersebut terjaga kebersihannya. Pasti kamu merasa jijik kan kalau tumbler yang gunakan untuk minum terlihat kotor. Nah, berikut ini cara membersihkan tumbler sesuai dengan bahan yang digunakan. Simak sampai habis artikel di bawah ini yuk!

1. Thumbler Plastik

Cara mencuci thumbler plastik termasuk yang susah-susah gampang. Dari segi bahan, thumbler plastik tidak begitu tahan dengan air panas. Jadi jika kamu ingin membersihkannya dengan air panas, usahakan air itu terasa hangat-hangat kuku. Sebab jika terlalu panas, thumbler plastik kamu bisa saja menjadi meleleh. Hal ini karena tidak semua bahan plastik tahan dengan air panas. Namun jika kamu membelinya di Twin Digital, kamu nggak perlu khawatir karena bahan plastik yang digunakan telah berlabel BPA free.

2. Thumbler Stainless

Thumbler dengan jenis stainless steel harus dicuci dengan air hangat. Tujuannya untuk menghilangkan bau tak sedap yang membandel. Mencuci tumbler ini cukup mudah. Kamu hanya perlu membuang sisa minuman yang ada. Kemudian, tuangkan air hangat secukupnya. Tutup thumbler, dan diamkan selama beberapa saat. Setelah itu, kamu bisa kocok-kocok thumbler untuk menjangkau thumbler secara menyeluruh. Jika masih juga tersisa noda yang membandel, kamu bisa membersihkannya dengan sikat pembersih botol yang lembut. Ulangi beberapa kali hingga kamu yakin benar-benar bersih.

3. Thumbler Led

Sama seperti jenis thumbler lainnya, cara mencuci thumbler led sebaiknya juga dicuci dengan air panas. Isi tumbler dengan air panas dan tambahkan setetes sabun cuci piring. Kamu bisa mendiamkannya selama tiga menit untuk memastikan thumbler telah benar-benar bersih. Setelah itu, buang air cucian thumbler dan bilas thumbler dengan air bersih. Kocok-kocok berulang kali dengan air yang berbeda. Kemudian, kamu bisa lap thumbler tersebut dengan kain bersih sebelum akhirnya disimpan ke tempat penyimpanan.

Bagaimana, sudah paham kan cara mencuci thumbler berdasarkan jenisnya. Mulai sekarang jangan malas lagi ya mencuci tumbler. Jika tumbler kamu mulai usang atau rusak, ada baiknya kamu menggantinya dengan yang baru. Tertarik untuk custom thumbler ? Toko Merchandise siap membantu

 

Yuk Bawa Tumblermu ke Sekolah !

Ada beragam cara yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk menanamkan jiwa kepedulian akan lingkungan hidup kepada para siswanya salah satunya yakni melalui kegiatan luar kelas (outing class). Tindakan membawa Tumbler ke sekolah juga dapat meningkatkan perlindungan (proteksi) kesehatan bagi siswa. Sebab, setidaknya dengan menggunakan tumbler, konsumsi air yang dibutuhkan siswa dapat lebih terpenuhi, dan terjamin bahwa siswa mendapatkan sumber air yang sehat dan aman. Ada bebrapa manfaat jika anak kita bawa botol sendiri ke sekolah :

1. Mengurangi polusi sampah plastik
Seperti yang kita tahu, plastik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Ini karena sifat plastik yang susah terurai di alam. Kita memang gak bisa menghindari plastik di kehidupan sehari-hari, tapi setidaknya kita bisa mengurangi konsumsi plastik. Salah satu caranya adalah dengan membawa botol minum sendiri saat bepergian ke luar rumah.
Dengan membawa botol sendiri, kamu bisa menghindari membeli botol minum kemasan sekali pakai yang banyak dijual di warung-warung. Kamu hanya perlu minum dari botolmu yang bisa dipakai berulang kali. Kalau kamu konsisten melakukannya, coba bayangkan berapa banyak sampah botol plastik yang bisa kamu kurangi?
2. Lebih hemat
Sebagai ilustrasi, setiap hari kamu harus merogoh kocek sebesar Rp3 ribu untuk membeli satu botol air, maka dalam sebulan kamu akan menghabiskan sebesar Rp90 ribu. Kalau dikalikan jadi setahun, kebutuhan kamu untuk membeli air kemasan bisa mencapai Rp1 juta lebih.
3. Lebih menyehatkan
Membawa botol minum sendiri bisa lebih menyehatkan tubuhmu. Pertama, kamu akan terhindar untuk membeli minuman di luar sana yang membuat tubuh jadi gak sehat. Bisa saja kan, air kemasan yang dijual di luar adalah air palsu atau air yang belum dimasak? Atau, air yang dijajakan bisa saja sudah lewat masa kedaluwarsa atau gak layak konsumsi karena penyimpanan yang dilakukan sembarangan. Kalau kamu membawa air dan botol minuman sendiri dari rumah, kamu bisa lebih yakin kalau air yang kamu bawa sudah matang sehingga lebih sehat dan aman diminum.