Mari Mengenal Sejarah Mug Keramik

Mug keramik merupakan jenis cangkir yang terbuat dari tanah liat yang dibakar—biasanya digunakan untuk minuman panas seperti kopi, teh, atau cokelat panas. Sejarahnya bisa ditelusuri ke:
Zaman Kuno (sekitar 3000 SM)
-
Mesopotamia, Mesir, dan Cina Kuno sudah menggunakan wadah dari tanah liat yang dibakar sebagai alat makan dan minum.
-
Di Cina, teknik pembuatan porselen berkembang sekitar abad ke-7 M, yang menjadi dasar keramik halus seperti yang kita kenal sekarang.
Zaman Romawi dan Yunani Kuno
-
Orang Romawi membuat mug dan cangkir dari tembikar dan terkadang logam, dihias dengan ukiran dan relief.
-
Mereka juga memperkenalkan pegangan (gagang) pada cangkir, yang mendekati bentuk mug modern.
Perkembangan Keramik dan Mug di Abad Pertengahan
-
Di Eropa, mug keramik berkembang setelah penemuan roda pembuat tembikar (potter’s wheel).
-
Teknik glasir berkembang, yang membuat permukaan mug lebih halus dan tahan air.
Masa Revolusi Industri (abad ke-18–19)
-
Produksi mug keramik menjadi lebih massal berkat mesin dan pabrik keramik.
-
Inggris menjadi pusat produksi mug keramik berkualitas tinggi, seperti Wedgwood dan Royal Doulton.
Mug Modern
-
Di abad ke-20, desain mug menjadi beragam—mulai dari mug berlogo perusahaan, mug souvenir, hingga mug lucu untuk hadiah.
-
Mug keramik tetap populer karena daya tahan panas, kenyamanan dalam genggaman, dan kemudahan dibersihkan.
Fakta Menarik
-
Kata “mug” berasal dari bahasa Inggris kuno yang merujuk pada bentuk wajah (karena dulu beberapa mug dihias dengan wajah manusia).
-
Mug juga telah menjadi bagian dari budaya pop, termasuk dalam dunia kopi dan teh, serta digunakan sebagai media ekspresi (misalnya, mug dengan kutipan motivasi atau desain lucu).