Bahaya Kurang Minum Air Putih, Dehidrasi sampai Picu Penyakit Kronis

Bahaya kurang minum air putih ternyata tidak sekadar rasa haus dan dehidrasi. Anda juga berisiko terkena penyakit kronis.

Bahaya kurang minum air putih ternyata tidak sekadar rasa haus dan dehidrasi. Anda juga berisiko terkena penyakit kronis.
Seorang perempuan 20 tahun asal Taiwan menjalani operasi 300 batu ginjal yang harus dikeluarkan dari tubuhnya. Rupanya ia gemar minum teh boba atau minuman teh susu dengan tambahan bola-bola tapioka, ditambah konsumsi air putihnya sangat kurang.

Melihat hal ini, seharusnya orang semakin sadar akan manfaat air mineral atau air putih.

Kebutuhan cairan orang dewasa rata-rata mencapai 2 liter atau 8 gelas per hari. Air putih jadi salah satu sumber cairan yang baik sebab tidak mengandung zat tambahan yang berpotensi memicu masalah buat tubuh.

Kalau pasokan air putih kurang, ada sederet bahaya mengintai. Apa saja?

1. Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan dengan tanda awal rasa haus. Tanda-tanda dehidrasi lain yang tidak boleh diabaikan antara lain, mulut kering, mudah lelah, urine berwarna kuning gelap dan mata cekung.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, dehidrasi mengarah pada tekanan darah rendah, kulit kehilangan elastisitas dan sakit kepala atau migrain. Bahkan dehidrasi berat akan mengakibatkan syok, koma, bahkan kematian.

2. Gangguan pada kekuatan otot dan sendi
Kekurangan cairan meski hanya 5 persen dari kebutuhan harian bisa mengakibatkan gangguan kekuatan otot. Kenapa? Air berfungsi melumasi sendi agar gerakan tubuh tetap lancar dan mencegah kekakuan.

Selain itu, air berfungsi mengalirkan oksigen ke otot terutama saat otot digunakan untuk berolahraga.

3. Gangguan sistem kekebalan tubuh
Bahaya kurang minum air putih salah satunya gangguan sistem kekebalan tubuh.

Air digunakan untuk melembapkan feses sehingga mudah dikeluarkan. Air pula yang membantu pembentukan urine. Kekurangan cairan akan membuat tubuh rentan menumpuk limbah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh.

4. Sembelit

Sembelit tak cuma soal kekurangan serat tapi juga air. Air membantu usus besar mencerna makanan dan membentuk feses.
Namun saat kekurangan air, usus tidak berkontraksi dengan baik sehingga menyerap terlalu banyak air sehingga susah buang air besar atau sembelit.

5. Penyakit kronis
Anda perlu cek lagi jumlah air putih yang diminum setiap hari. Bahaya kurang minum air putih bisa termasuk penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, infeksi kandung kemih dan gagal ginjal.

Ketika kekurangan cairan, tubuh akan mengeluarkan hormon vasopresin yang meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ‘stres’ ini bisa memicu inflamasi kronis dalam waktu lama.
Alhasil, dalam jangka panjang tubuh akan memproduksi batu ginjal hingga berisiko gagal ginjal dan infeksi kandung kemih.

Sumber: CNN Indonesia

10 Negara Asia Destinasi Terbaik utuk Liburan Tahun Baru 2024, Ada RI

Negara-negara di Asia jadi destinasi liburan kala tahun baru, karena menawarkan petualangan wisata dan makanan yang otentik.

Musim libur Tahun Baru 2024 sudah hampir tiba. Masa-masa liburan ini akan seru jika dihabiskan untuk berwisata ke luar negeri bersama keluarga, teman terdekat, atau mungkin sendiri.
Jika melancong ke Eropa pada akhir tahun akan terasa cuaca menusuk karena musim dingin, berkunjung ke negara-negara di Asia bisa jadi pilihan.

Negara-negara di Asia akan menawarkan petualangannya yang khas, dengan makanan-makanan yang otentik di setiap negara yang kamu datangi.

Perusahaan travel Singapura, 12Go, melakukan analisis terhadap data tiket internal yang terjual untuk melihat destinasi wisata terbaik di Asia untuk berbagai kelompok wisatawan, mulai dari wisata keluarga, individu, pasangan, atau bersama teman.

Seperti dikutip AFP, Negara destinasi yang terpilih dinilai yang terbaik untuk menghabiskan masa libur akhir tahun, khususnya musim dingin sambil merayakan Natal dan Tahun Baru.

Melansir dari laman 12Go, berikut adalah daftar 10 negara Asia destinasi terbaik untuk liburan Tahun Baru 2024.
1. Thailand
Thailand dinilai sebagai negara terbaik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru dan paling populer di Asia. Jika kamu ingin mengenal Asia lebih dekat, Thailand adalah pilihan yang tepat. Salah satunya Koh Phangan yang terkenal akan pesta Bulan Purnamanya yang meriah yang juga ada di akhir tahun.

2. Vietnam
Vietnam adalah tempat yang tepat untuk merayakan liburan musim dingin. Kamu bisa mengunjungi Da Nang, Ho Chi Minh City, atau Hanoi sebagai tempat paling populer untuk perayaan Natal dan Tahun Baru, apa lagi dengan dekorasi lampu bernuansa Natal yang berkilau.

3. Filipina
Filipina punya perayaan Pesta Tiga Raja atau Epiphany yang unik, mulai dari 1 September-6 Januari (perayaan Natal terlama di dunia). Selain itu, Setiap bulan Desember, Universitas Filipina menyambut suasana meriah dengan Parade Lentera yang penuh warna dan semarak.

4. India
Di India, Agra, Jaipur, dan Delhi yang populer untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru. Namun, banyak juga keluarga yang lebih memilih menjelajahi destinasi Goa karena biasanya ada pesta beserta makan malam Natal tradisional dengan kalkun panggang atau ayam dan minuman.

5. Kamboja
Warga Kamboja merayakan Tahun Baru dan Natal dengan antusias. Kamu bisa menyaksikan festival lokal, perayaan jalanan, dan acara budaya di sana. Cuaca di Kamboja biasanya hangat dan menyenangkan selama periode tersebut.
6. Indonesia
Di Indonesia, tempat wisata terpopuler adalah Bali dan Kepulauan Gili. Aksesibilitas dari Bali dan Lombok menjadikannya destinasi yang nyaman. Banyak juga daerah yang merayakan Natal dan Tahun Baru dengan menggabungkan hari libur Barat dengan ritual-ritual lokal.

7. Sri Lanka
Untuk menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru, kamu bisa datang ke Ella, kota di dataran tinggi tengah Sri Lanka, dengan pemandangan perkebunan teh yang menakjubkan. Kamu juga bisa berlibur ke Danau Kandy, menjelajahi Royal Botanic Gardens, dan menyelami budaya lokal.

8. Laos
Salah satu alasan mengunjungi Laos saat akhir tahun adalah musim kemarau yang berlangsung dari bulan November hingga April. Contohnya di Vang Vieng, adalah surga bagi wisatawan dan pemburu olahraga petualangan, seperti untuk berenang di Blue Lagoon.

9. Malaysia
Malaysia juga merupakan salah satu tujuan paling diminati oleh wisatawan dari seluruh dunia. Ada banyak hal yang bisa dinikmati di sini, mulai dari pantai hingga air terjun, hutan hujan, taman nasional, atau Menara Kembar Petronas yang megah.

10. Jepang
Taman tradisional Jepang menawarkan jalan yang tenang, dan peralihan dari Natal ke Tahun Baru menghadirkan adat istiadat yang unik. Di Kyoto, perayaan Natal dan Tahun Baru sangat unik karena keindahan sejarah dan suasana pesta yang tenang, sambil menikmati masakan Kaiseki Kyoto yang lezat dan menikmati pemandangan bersalju.

Sumber: CNN Indonesia

5 Buah yang Wajib Dikupas Kulitnya, Ada yang Bisa Bikin Alergi

Beberapa buah tak bisa dimakan langsung bersama dengan kulitnya. Lantas, apa saja buah yang harus dikupas kulitnya?

Beberapa buah tak bisa dimakan langsung bersama dengan kulitnya. Lantas, apa saja buah yang harus dikupas kulitnya?
Buah memberikan sederet nutrisi penting buat tubuh. Sebagian nutrisi itu terdapat pada kulitnya.

Namun, ternyata tidak semua buah dianjurkan dikonsumsi bersama kulitnya.

Buah yang harus dikupas kulitnya
Melansir dari NDTV, ada beberapa alasan kulit buah harus dikupas. Misalnya saja untuk menghilangkan racun dan sisa pestisida.

Selain itu, buah yang lebih enak disantap dan mempermudah proses pencernaan juga jadi alasan beberapa kulit buah harus dikupas terlebih dahulu.

Berikut daftar buah yang harus dikupas kulitnya, merangkum berbagai sumber.

1. Alpukat
Ada yang bilang kulit alpukat sebenarnya bisa dimakan. Namun, kulit alpukat biasanya tebal, keras dan rasanya tidak enak.

Jika Anda berencana menyantap alpukat tanpa proses pengolahan apa pun, sebaiknya kupas kulitnya atau belah dan kerok daging buah menggunakan sendok.

2. Mangga
Secara teknis, tak masalah menyantap mangga bersama kulitnya. Hanya saja, mengutip All Recipes, kulit mangga mengandung sedikit urushiol atau bahan kimia aktif dalam kelompok tumbuhan poison ivy.

Bagi orang yang sensitif terhadap kelompok tumbuhan poison ivy, urushiol bisa memicu reaksi alergi seperti ruam.

Agar aman dikonsumsi, sebaiknya kupas kulit mangga sebelum disantap.

3. Pisang

Sebagian orang mungkin tidak sepakat bahwa kulit pisang tak bisa dimakan.

Namun sebenarnya, kulit pisang aman dikonsumsi. Hanya saja, rasanya tidak terlalu enak dan teksturnya tidak menyenangkan di mulut.

Dengan kata lain, pisang termasuk buah yang harus dikupas kulitnya.

4. Buah-buahan sitrus
Kulit buah-buahan sitrus seperti kulit lemon dan jeruk purut bisa menambah aroma dan cita rasa makanan.

Misalnya saja, infused water lemon yang lumrah jadi minuman orang-orang masa kini. Lemon biasanya dimasukkan tanpa dikupas terlebih dahulu kulitnya.

Namun, penggunaan kulit buah sitrus seperti lemon perlu dibatasi. Kulit buah-buahan sitrus cenderung pahit dan aromanya tajam.

Selain itu, kulitnya bisa sulit dicerna jika dimakan langsung.

5. Nanas
Buah tropis seperti nanas harus dikupas kulitnya. Desain kulit nanas yang tebal dan keras memang untuk melindungi daging buah yang manis dan penuh air.

Buah yang harus dikupas kulitnya ini perlu dibersihkan sampai bagian kulit agak dalam atau sampai bagian mata nanasnya. Kemudian, untuk mengurangi efek gatal di mulut, cuci dengan air garam untuk menurunkan kadar asam oksalat penyebab gatal.

Sumber: CNN Indonesia

5 Tips Agar Tetap Sehat Selama Berlibur

Liburan akhir tahun merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang.

Liburan akhir tahun merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bahkan sebagian orang sudah siap sedia dengan rencana liburan akhir tahun bersama orang-orang terkasih.
Meski tengah menikmati liburan, namun masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan kesehatan. Sebab belakangan ini sejumlah penyakit dan masalah kesehatan muncul. Jangan sampai momen liburan menjadi pengalaman menyulitkan karena sakit.

Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, mengatakan, seringkali masyarakat cenderung mengabaikan kesehatan saat berlibur. Hal itu karena mereka menganggap liburan sebagai momen untuk terbebas di segala rutinitas.

Padahal selama melakukan liburan, kata dr. Irwan, risiko untuk terkena penyakit lebih tinggi. Pemicunya karena aktivitas yang tinggi, perjalanan jauh, kelelahan saat traveling yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah. Hal itu ditambah lingkungan dengan cuaca dan iklim berbeda.

“Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan mereka saat berlibur agar dapat terhindar dari jatuh sakit. Pada umumnya, beberapa penyakit yang dialami oleh masyarakat selama musim liburan meliputi demam, batuk, pilek, dan diare,” ujar dr. Irwan.

Lantas, bagaimana cara agar tetap sehat selama pergi berlibur? Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Melakukan Vaksinasi sebagai Langkah Perlindungan.

Diketahui, memasuki libur akhir tahun, sejumlah kasus penyakit seperti Covid-19 dan pneumonia muncul. Untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari kedua penyakit tersebut, vaksinasi dapat menjadi langkah antisipatif.

Selain vaksinasi Covid-19 yang sudah diwajibkan oleh pemerintah, pertimbangkan juga melakukan vaksinasi flu sebagai tambahan perlindungan mengingat virus influenza di Indonesia ada sepanjang tahun.

Di sisi lain, untuk mencegah risiko terkena penyakit pneumonia, vaksinasi PCV untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumonia juga dapat menjadi pilihan bijak.

Vaksin flu direkomendasikan untuk dilakukan rutin secara tahunan bagi orang dewasa, anak-anak, dan individu dengan kondisi medis tertentu yang rentan terhadap penyakit, sedangkan vaksin PCV direkomendasikan serial pada bayi dan anak usia

Untuk mendapatkan vaksin flu dan pneumonia, Anda bisa memesan layanan tersebut melalui aplikasi Halodoc melalui kanal Home Lab & Vaksinasi. Mitra dokter akan datang ke lokasi dengan jadwal sesuai yang telah Anda pilih, sehingga semakin memberikan kemudahan untuk Anda dan keluarga menyiapkan liburan tanpa perlu mengorbankan banyak waktu dan tenaga.

2. Tetap Mengonsumsi Air Putih

Air putih merupakan asupan krusial yang dibutuhkan oleh manusia terutama saat sedang melakukan banyak aktivitas. Kurang minum air putih akan berpotensi menyebabkan dehidrasi hingga masalah ginjal.

Sementara ketika sedang berlibur, seringkali lupa untuk mengonsumsi air putih karena terlalu asyik melakukan berbagai hal. Bahkan, tak jarang lebih memilih mengonsumsi minuman yang manis khas dari daerah yang dikunjungi. Padahal kebutuhan air putih harian manusia tidak dapat digantikan oleh minuman lainnya.

3. Pastikan Tidak Makan Berlebihan.

Berbagai makanan khas daerah yang dikunjungi akan membuat tergoda untuk mencicipi semuanya. Meskipun demikian, Anda diimbau untuk tetap menjaga porsi makan harian.

Hal itu karena mengonsumsi makanan yang berlebih dapat berpotensi mengakibatkan diare hingga gerd. Selain itu, mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan gula yang berlebih juga bisa berisiko meningkatkan kolesterol, gula darah hingga asam urat.

4. Mandi dengan Air Hangat.

Mandi air hangat bisa menjadi solusi terbaik ketika tubuh merasa tegang setelah seharian berekreasi. Air hangat dapat merilekskan otot yang tegang serta memfasilitasi aliran darah ke area yang kaku.

Berendam atau mandi di bawah pancuran air hangat juga dapat meredakan rasa nyeri pada tubuh, terutama pada bagian punggung, leher, dan bahu.

5. Tetap Lakukan Olahraga

Olahraga merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga daya tahan tubuh. Oleh karena itu, momen liburan bukan alasan untuk menunda atau berhenti berolahraga.

Anda dapat tetap melakukan olahraga seperti jalan-jalan pagi atau menggunakan fasilitas di gym yang mungkin tersedia di tempat penginapan.

Pastikan melakukan aktivitas olahraga dengan intensitas ringan agar tetap memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas berlibur lainnya.

Meski sudah mempersiapkan tindakan preventif seperti di atas, namun kemungkinan Anda sakit selama liburan tidak bisa terelakan.Terutama dalam konteks liburan, Anda mungkin mengalami kesulitan untuk mencari fasilitas kesehatan terdekat.

Untuk itu, Halodoc hadir untuk menjadi solusi yang memungkinkan akses untuk Anda dapat berkonsultasi dengan 20.000+ mitra dokter maupun membeli obat asli dan aman pada lebih dari 4.900 mitra apotek yang tersebar di Indonesia.

“Sebagai teman hidup sehat masyarakat, Halodoc siap menjadi kotak P3K yang selalu siap diandalkan oleh masyarakat ketika jatuh sakit,” ujar dr. Irwan.

Kemudian, layanan Halodoc yang komprehensif seperti chat dengan dokter, pengiriman obat hingga akses ke layanan tes kesehatan maupun vaksinasi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk melengkapi kesiapan mereka saat berlibur.

“Dengan Halodoc, Anda menjadi lebih tenang dalam menjaga diri sendiri dan keluarga, terutama di saat-saat berlibur yang berharga,” ujar dr. Irwan.

Halodoc juga memberikan berbagai penawaran khusus untuk pengguna agar lebih #TenangMenjaga keluarga selama berlibur.

Di mana untuk mendukung pengguna dalam upaya preventif di saat berlibur, Halodoc memberikan berbagai penawaran menarik bagi pengguna yang melakukan pemesanan vaksinasi influenza dan pneumonia, maupun melakukan layanan konsultasi dengan dokter mulai dari Rp2.000,-* serta membeli vitamin untuk jaga imunitas tubuh dengan hemat hingga 40%.

Sumber: CNN Indonesia

Makan Telur Setiap Hari Bikin Kolesterol Tinggi, Benarkah?

Makan telur dipercaya dapat bikin kolesterol tinggi, kondisi yang memicu masalah kardiovaskular. Lantas, amankah makan telur setiap hari?

Bukan rahasia lagi, satu butir telur memang mengandung kolesterol. Lantas, bagaimana jika kita memakan telur setiap hari? Apakah makan telur setiap hari bisa bikin kolesterol tinggi?
Telur kerap jadi jalan pintas saat banyak orang kelaparan. Selain mudah didapat, telur juga gampang diolah.

Telur juga padat nutrisi dan disebut-sebut sebagai salah satu sumber protein hewani terbaik. Selain itu, telur juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Tapi, tiap butir telur juga mengandung kolesterol. Senyawa lemak ini terdapat pada bagian kuning telur

Kolesterol sendiri sebenarnya memiliki fungsinya sendiri untuk tubuh. Hanya saja, dalam kadar berlebih, kolesterol bisa jadi berbahaya karena bisa memicu masalah kardiovaskular.

Makan telur setiap hari bikin kolesterol tinggi?
Hubungan antara telur dan kolesterol sendiri terbilang kompleks. Beberapa penelitian mencoba membuktikan hubungan antara keduanya.

Di masa lalu, para ahli kesehatan menyarankan orang untuk membatasi jumlah telur yang dikonsumsi agar tidak lebih dari tiga butir per pekan. Alasannya adalah karena kuning telur mengandung kolesterol tinggi.

Namun, mengutip Medical News Today, para peneliti di masa lalu membuat kesalahan dalam memahami data. Mereka keliru menyimpulkan bahwa kolesterol dari makanan tidak langsung berkontribusi terhadap kadar kolesterol dalam darah.

Kini, banyak penelitian anyar yang menegaskan bahwa konsumsi telur tak membuat kadar kolesterol dalam darah menjadi berbahaya. Makan telur setiap hari tak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kadar kolesterol tinggi sendiri dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Beberapa studi, misalnya, menemukan bahwa konsumsi telur setiap hari memang dapat sedikit meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Namun pada saat yang sama, kadar kolesterol baik (HDL) juga meningkat.

Artinya, rasio kolesterol total terhadap HDL tetap stabil. HDL atau kolesterol baik sendiri merupakan prediktor penting bagi penyakit jantung. Kadar HDL yang aman dapat mencegah risiko masalah kardiovaskular.

Selain itu, sebuah penelitian besar yang dilakukan di 50 negara juga tak menemukan hubungan signifikan antara asupan telur setiap hari dengan peningkatan kadar kolesterol dan masalah kardiovaskular. Asupan telur ditemukan hanya berdampak minimal terhadap peningkatan kadar kolesterol.

American Heart Association (AHA) sendiri telah menerbitkan pedoman pada tahun 2020 terkait konsumsi telur.

Pedoman menyebutkan bahwa setiap orang aman mengonsumsi satu butir telur setiap hari. Pedoman juga mempersilakan asupan dua butir telur untuk kelompok lanjut usia (lansia) yang sehat.

Hanya saja, asupan telur setiap hari tetap perlu menjadi perhatian bagi kelompok tertentu. Misalnya, orang dengan diabetes atau mereka yang sebelumnya telah memiliki kadar kolesterol tinggi.

Mengutip laman Mayo Clinic, sebuah studi menemukan, asupan tujuh butir telur pada orang dengan diabetes selama seminggu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Orang dengan diabetes dan memiliki masalah kardiovaskular lainnya perlu mengkonsultasikan asupan telur hariannya dengan dokter.

Sumber:  CNN Indonesia