Cara Mencuci Tumbler Stainless Baru

 

Ini dapat berisi: a coffee cup and spoon on a wooden table with beans scattered around it, next to a sack of burlies

Jika Anda membeli tumbler stainless baru, Anda perlu mencucinya untuk menghilangkan aroma bahan baku alat minum tersebut. Tidak hanya untuk menghilangkan bau, tapi juga menghilangkan bakteri yang bisa saja hidup di dalamnya. Terkadang alat minum yang terbuat dari stainless steel membuat minuman terasa seperti logam. Hal tersebut tentu akan mengurangi kenikmatan dalam meminum minuman favorit lainnya.

Selain untuk menghilangkan aroma dan rasa tidak sedap, tujuan mencuci tumbler stainless baru adalah untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang menempel pada permukaan luarnya, karena tumbler stainless yang dijual di retail pasti sudah dipegang oleh banyak orang.

Tentu, Anda tidak inginkan menggunakan tumbler yang dipenuhi oleh bakteri dan kuman kan? Maka dari itu Anda wajib mencuci tumbler stainless baru.

Cara mencuci tumbler stainless baru tidak bisa dilakukan sembarangan, ada prosedur khusus agar bau bahan baku tumbler hilang dan bakteri yang menempel pada permukaan luarnya mati.

Bagaimana Cara Mencuci Tumbler Stainless Baru?

1. Cara Mencuci Tumbler Stainless Baru dengan Merendam Dalam Air Panas

Langkah pertama mencuci tumbler stainless yang masih baru adalah dengan merendamnya di dalam air panas. Anda dapat merendamnya di dalam baskom maupun wadah lainnya yang dapat digunakan untuk merendam tumbler. Jangan lupa untuk membuka tutup tumbler dan pastikan bagian dalam tumbler juga terkena air panas.

Berapa lama tumbler harus direndam? Anda dapat merendamnya hingga suhu air kembali normal.

2. Bersihkan dengan Sikat Botol

Langkah kedua yang perlu Anda lakukan adalah menyikat tumbler dengan sikat khusus botol. Jika tidak punya, Anda bisa menyikatnya dengan sikat gigi bekas yang masih bersih. Jangan lupa untuk menambahkan sabun cuci piring ketika menyikatnya agar kotoran yang menempel bisa terangkat, Anda juga bisa menggunakan baking soda yang bersifat seperti scrub.

Lalu bilas bersih tumbler stainless tersebut. Jangan lupa untuk menyikat bagian tutupnya, jangan hanya menyikat bagian dalam tumbler.

3. Cuci dengan Detergen

Jika aroma logam masih tercium kuat, coba cuci pakai detergen. Caranya, masukkan sedikit detergen bubuk ke tumbler stainless, tambahkan sedikit air atau secukupnya saja hingga detergen terendam. Lalu tutup tumbler tersebut hingga rapat, kocok-kocok tumbler ke atas dan ke bawah selama 30 detik hingga 1 menit. Lalu buang air deterjen tersebut, bilas hingga bersih.

4. Keringkan dengan Kain Bersih

Jika semua langkah di atas sudah Anda lakukan, keringkan bagian dalam, luar dan bagian tutup tumbler dengan kain bersih yang tidak berbau. Jika Anda menggunakan pakaian bekas yang telah lama tidak dipakai, pastikan pakaian tersebut tidak bau apek maupun menimbulkan bau tidak sedap lainnya.

Bila Anda menggunakan kain bersih tetapi berbau apek untuk mengeringkan tumbler stainless, maka bau pada kain akan menempel pada tumbler.

5. Keringkan Pada Rak Piring

Jika sudah kering, jangan buru-buru memasang tutupnya. Taruh tumbler tersebut dalam posisi terbalik pada rak piring selama semalaman agar ia terkena angin dan tidak lembab. Pastikan rak piring tersebut merupakan rak piring terbuka, bukan rak piring tertutup seperti rak piring berbentuk loker pada kitchen set. Jika sudah benar-benar kering, Anda bisa menggunakan tumbler stainless tersebut.

Sangat mudah di lakukan bukan? Nah, setelah kering, baru tumbler ini bisa dipakai untuk minum sehari – hari. Jangan lupa untuk rajin – rajin membersihkan dan merawat tumbler kesayangan Anda ini ya. Bagaimana sih cara merawat tumbler stainless ini?

Cara Merawat Tumbler Stainless

Anda sudah mengetahui cara mencuci tumbler stainless baru. Agar tumbler tersebut awet, silakan ikuti cara merawat tumbler stainless berikut,

1. Jika sudah selesai menggunakannya, segera cuci tumbler

Jangan menunda untuk membersihkannya setelah seharian dipakai. Sebab, jika di dalamnya masih ada sisa minuman, lalu Anda tidak segera membersihkannya, warna pada minuman tersebut bisa menjadi noda pada tumbler dan sulit dihilangkan. Bila Anda malas, setidaknya buang sisa minuman, lalu rendam tumbler tersebut di dalam air hangat yang bersih.

2. Jangan cuci dengan kawat cuci

Anda tentu tahu, kan, kawat cuci yang digunakan untuk membersihkan kerak pada bagian belakang panci maupun wajan? Nah, jangan pernah gunakan kawat cuci tersebut untuk menuci tumbler baik bagian dalamnya maupun bagian luarnya. Kawat tersebut akan membuat dinding tumbler cepat aus, sehingga tumbler akan mudah bocor. Cukup bersihkan dengan sikat botol maupun spons cuci biasa.

3.Jangan pernah membanting maupun melempar tumbler stainless.

Jika tumbler stainless terjatuh, ia memang tidak akan pecah, tapi ia bisa penyok. Jadi, jika Anda menaruh tumbler di dalam tas, sebelum meletakkan tas tersebut sembarangan pastikan bahwa tumbler stainless sudah Anda keluarkan. Kalau lagi marah, jangan melampiaskannya pada tumbler kesayangan atau barang – barang disekitar Anda ya, mereka tidak salah apa – apa.. hehehe..

Tarik napaaasss – tahan – buang…

4. Jangan Cuci dengan Garam

Cara mencuci tumbler stainless baru yang penting dan sering dilakukan adalah jangan mencucinya dengan garam. Beberapa orang menyarankan untuk menggunakan garam supaya noda yang menempel pada tumbler stainless hilang.

Padahal, garam bisa menyebabkan lapisan pelindung pada tumbler stainless steel terkikis. Jika lapisan tersebut terkikis, tumbler dari bahan logam ini tidak akan tahan karat lagi. Jadi, jangan pernah cuci tumbler stainless steel dengan garam.

Demikian cara mencuci tumbler stainless baru dan cara merawat tumbler stainless agar tidak cepat rusak. Selamat mencoba dan yang terpenting adalah telaten ya…

Sumber: Bikin id card

6 Cara Mencuci Tumbler yang Benar, Hilangkan Noda dan Bau Tak Sedap

Ini dapat berisi: six different colored cups sitting next to each other on top of a white countertop

Cara mencuci tumbler yang benar baiknya Anda perhatikan dengan seksama agar kenyaman Anda ketika mengonsumsi minuman dari tumbler justru terganggu. Sebab, terkadang cara mencuci tumbler yang benar diabaikan dan justru menimbulkan masalah seperti noda pada tumbler yang bandel hingga bau tidak sedap yang ditimbulkan dari tumbler akibat kurang bersih ketika mencucinya.

Salah satu yang rawan terpapar noda dan bau tak sedap biasanya ada pada jenis tumbler stainless. Meski secara fisik tumbler ini lebih kuat, namun tumbler stainless biasanya memiliki aroma khas yang terkadang mengganggu. Terutama jika Anda tidak mengikuti cara mencuci tumbler yang benar.

Saat ini mungkin hampir setiap orang sudah mulai memiliki tumbler. Sebab, tumbler sendiri tampaknya sudah menjadi sebuah bagian dari gaya hidup orang-orang masa kini. Selain ringkas dan sangat bermanfaat untuk dibawa sehari-hari, penggunaan tumbler juga membantu dalam mengurangi jumlah sampah plastik. Sebab, tumbler memiliki sifat yang dapat digunakan hingga berulang kali, baik digunakan untuk minuman hangat atau dingin sekalipun.

Sayangnya, dengan kemampuan tumbler dalam menahan berbagai suhu tersebut, justru secara tidak sadar para pengguna tumbler asal-asalan dalam memasukkan jenis minuman di dalamnya. Padahal, ada beberapa jenis minuman yang sebenarnya cukup mengganggu dari segi aroma, apabila tidak dilakukan cara mencuci tumbler yang benar.

Lalu, seperti apa sebenarnya cara mencuci tumbler yang benar? Di bawah ini Liputan6.com telah merangkum informasi tersebut untuk Anda yang didapatkan dari berbagai sumber, Jumat (3/7/2020)

1. Gunakan Air Hangat dan Sabun

Cara mencuci tumbler yang benar dimulai dengan menyiapkan air hangat. Setelah air hangat telah siap, maka selanjutnya Anda perlu menuangkan air hangat tersebut ke dalam tumbler. Selanjutnya, tuangkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam tumbler yang berisi air hangat tersebut. Lalu, tutup tumbler dan kocok tumbler selama beberapa menit.

Apabila bentuk dari tumbler ternyata cukup kecil dan sulit dijangkau dengan tangan, maka Anda bisa menggunakan bantuan sikat khusus pembersih botol yang banyak dijual di pasaran. Setelah disikat hingga bersih, jangan lupa untuk membilasnya dan mengeringkan tumbler tersebut hingga tidak ada air yang tersisa. Sebab, beberapa tetes air yang tersisa dari proses pencucian sangat berpotensi dihinggapi mikroba dan bakteri berbahaya lainnya.

2. Manfaatkan Cuka

Cara mencuci tumbler yang benar selanjutnya, Anda bisa memanfaatkan bantuan cairan cuka. Ternyata jenis bahan pelengkap masakan ini sangat bermanfaat untuk membuat tumbler aman dari adanya bakteri. Sebabnya, cuka adalah jenis bahan alami yang agresif dan sangat efektif dalam membersihkan kotoran serta membunuh beberapa jenis kuman penyebab penyakit yang bisa hinggap di dalam tumbler.

Sebenarnya, cara ini akan lebih efektif lagi apabila Anda sebelumnya sudah mencuci dengan sabun dan air hangat. Cuka ini cukup dituangkan ke dalam tumbler dan beri air dingin. Setelah itu, diamkan cairan cuka tersebut hingga semalaman agar mendapat hasil yang maksimal.

3. Bersihkan dengan Baking Soda

Selanjutnya, mungkin menjadi cara yang dapat dibilang cukup mudah untuk dilakukan. Sebab tidak diperlukan tenaga lebih apabila menggunakan baking soda untuk membersihkan tumbler. Caranya yaitu cukup dengan menuangkan baking soda dan mencampurkannya dengan air hangat. Setelah baking soda tercampur rata, Anda cukup mendiamkannya selama satu malam, lalu bilas pada keesokan harinya sebelum digunakan.

4. Gunakan Cairan Pemutih Pakaian

Mungkin cara ini dapat dikatakan cukup ekstrim, padahal sebenarnya cara ini cukup aman untuk dilakukan. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah jenis pemutih pakaian yang digunakan. Usahakan menggunakan jenis pemutih pakaian yang tidak terlalu keras.

Cara penerapannya cukup mudah, yaitu dengan memasukkan satu sendok makan cairan pemutih pakaian tersebut ke dalam tumbler, lalu beri campuran air untuk melarutkan pemutih pakaian tersebut. Selanjutnya kocok tumbler sebentar dan diamkan selama dua jam. Apabila sudah didiamkan dua jam, jangan lupa untuk membersihkan kembali tumbler dengan menggunakan sabun cuci piring dan selalu keringkan tumbler dengan sempurna.

5. Perhatikan Spons yang Digunakan

Percaya atau tidak, sebenarnya spons cukup berpengaruh terhadap berhasil tidaknya cara mencuci tumbler yang benar. Sebabnya, spons yang sudah digunakan berulang kali akan berisiko menimbulkan bau pada tumbler. Mengapa? Sebab spon yang telah sering digunakan mungkin pernah digunakan sebagai pembersih piring dan berbagai jenis makanan berlemak. Padahal kotoran sisa masakan tersebut bisa saja menempel di spons dan beberapa diantaranya justru menjadi residu yang akan menempel ke barang yang akan dicuci selanjutnya.

Maka dari itu, lebih baik Anda mengeluarkan biaya sedikit untuk membeli spons agar lebih aman dan lebih bersih ketika akan mencuci tumbler yang akan digunakan, dijamin cara ini akan sangat efektif untuk mencegah dan menghilangkan bau tidak sedap pada tumbler.

6. Lap Hingga Kering

Ini merupakan langkah terakhir ketika serangkaian proses mencuci tumbler tersebut sudah dilakukan dengan benar. Sebab, meski Anda sudah mencuci dengan berbagai metode, jika lupa mengeringkannya akan membuat tumbler justru berisiko timbul bau tidak sedap. Hal ini dikarenakan air yang menempel bisa saja masih mengandung bakteri dan berbagai kuman yang berbahaya bagi tubuh.

Jadi, meski cara mencuci tumbler yang benar di atas cukup mudah, namun jangan luput dari prosesi awal yaitu mengeringkannya dengan benar. Selamat mencoba dan semoga berhasil, ya!

Sumber: Liputan 6

5 Tips Memilih Tumbler Yang Aman Dan Berkualitas

5 Tips Memilih Tumbler Yang Aman Dan Berkualitas, selain bisa mengurangi jumlah sampah plastik dari kemasan sekali pakai, menggunakan tumbler sendiri saat bepergian bisa mendatangkan banyak manfaat loh. Beberapa manfaat lain yang bisa kamu dapatkan di antaranya adalah dapat lebih menghemat pengeluaran hingga lebih praktis. Namun, saat memilih atau membeli souvenir tumbler minuman untuk digunakan tiap hari, kamu juga tidak boleh sembarangan. Berikut tipsnya!

Perhatikan Material Pembuatnya

Membawa tumble minuman isi ulang sendiri saat sekolah, kuliah atau ke kantor bisa menjadi solusi yang tepat untuk bisa mengonsumsi air putih lebih banyak. Namun, saat memilihnya kamu perlu jeli dalam menentukan material yang tepat. Beberapa material yang biasanya digunakan seperti poliester, polikarbonat (stainless steel), kaca, hingga aluminium. Setiap material yang digunakan memiliki kelebihan dan keunggulan masing – masing yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan

Pilih Bahan Yang Ringan

Tumbler minum dengan material yang tebal dan berat tidak selamanya menjadi ukuran serta jaminan bahwa produknya berkualitas. Menggunakan tumbler dengan bahan yang ringan bila memperhatikan kualitasnya tetap akan memberikan manfaat yang sama, Bahkan tumbler yang ringan akan membuat kamu juga menjadi tidak malas membawanya karena terlalu berat dan memenuhi tas

BPA Free

Tak hanya berhenti pada pemilihan materialnya saja, kamu juga perlu mempertimbangkan klaim yang biasanya dituliskan pada kemasan atau label botol tersebut saat kamu membelinya di supermarket atau melalui online shop, Salah satunya adalah memastikan bahwa kamu memilih botol dengan klaim BPA – free. Hal ini khususnya berkaitan dengan keamanannya untuk kesehatan tubuh.

BPA atau Bisphenol – A merupakan sebuah bahan kimia yang sangat berbahay untuk kesehatan tubuh dan biasanya dibuat untuk menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan botol air minum isi ulang. Hal ini sangat penting untuk menjadi pertimbangan karena BPA dapat membahayakan kesehatan kamu mulai dari menyebabkan gangguan fungsi otak, gangguan reproduksi hingga kanker

Memilih Tipe Sesuai Kebutuhan

Meski tujuannya sama, yakni lebih praktis dan menghemat pengeluaran, setiap model dan tipe botol yang tersedia di pasaran memiliki kegunaan masing – masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Botol minum yang kamu gunakan saat pergi ke kantor atau saat ngegym bisa berbeda. Saat ke kantor mungkin kamu memiliki kebiasaan membawa kopi atau teh hangat, karenanya kamu membutuhkan tumbler yang di custom dengan material yang kuat untuk menjaga suhu minuman tetap hangat dalam waktu yang lebih lama.

Pilih Ukuran Yang Tepat Sesuai Kegunaan

Selain model atau tipenya, tumbler juga tersedia dalam ukuran yang beragam yang bisa kamu pilih dan pakai sesuai kebutuhan. Khususnya bila kamu sedang akan pergi untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya yang menguras keringat seperti hiking atau traveling. Menggunakan tumbler dengan ukuran yang tepat akan membuat botolnya lebih berfungsi secara maksimal dan lebih awet.

Sumber: Garmenesia

Suka Membawa Tumbler ? Ini Tips Memilih Tumbler yang Aman dan Sehat 

Suka Membawa Tumbler ? Ini Tips Memilih Tumbler yang Aman dan Sehat 

SAAT ini botol minum atau tumbler telah menjadi sebuah gaya hidup bagi banyak orang. Biasanya tumbler digunakan saat ingin membawa minuman ke kantor, sekolah, berolah raga atau dalam perjalanan. Berbagai jenis tumbler pun telah banyak ditemukan di pasaran.  Salah satu tumbler yang tengah diminati sebagian masyarakat adalah model tumbler stainless. Hal itu disebabkan tumbler ini dinilai memiliki grade paling tinggi dari jenis lainnya. Selain itu, tumbler stainless juga yang paling tahan lama dalam menjaga suhu minuman di dalamnya.    Tapi, perlu diketahui, dari sekian banyak tumbler yang dijual di pasaran, tidak semuanya aman digunakan. Pasalnya, beberapa jenis botol ada yang justru berisiko tinggi mengancam kesehatan karena mengandung bahan kimia yang berbahaya.    Ada beberapa tips yang perlu diketahui agar tidak salah dalam membeli tumbler yang baik dan aman. Pertama adalah memperhatikan bahan yang digunakan. Umumnya, bahan yang digunakan untuk tumbler  ini sangat beragam. Ada yang terbuat dari bahan poliester, polikarbonat, polietilena, polipropilena, besi (stainless steel), alumunium, atau kaca.
Beragam jenis bahan tersebut tentunya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Namun, botol yang paling tahan lama terbuat dari stainless steel dan alumunium. Kedua bahan tersebut lebih kuat dan bisa menjaga suhu di dalamnya tetap awet, baik dalam suhu dingin dan panas.  Kedua, pastikan keamanan tumblernya dan pilih tumbler yang mencantumkan label BPA-Free.  Ketiga, pilihlah tumbler sesuai kegunaannya. Saat ini banyak botol minum kekinian yang didesain sesuai dengan fungsi dan kegunaan tertentu. Ada botol minum khusus traveling, hiking, botol minum anak-anak, ataupun botol minum multifungsi. Memilih botol minum sesuai dengan tujuan tertentu sangat menguntungkan karena akan memudahkan penggunaannya dan membuat botol lebih awet.  Fokus pada kesehatan pemakainya, produsen tumbler, Suumo, memastikan memproduksi botol minum dan tumbler anti karat dengan kualitas food grade dan tahan banting.
“Botol minum yang kami jual pun adalah botol minum BPA Free, sehingga aman untuk dipakai sehari-hari,” ujar Andreas, Marketing Manager Suumo.  Selain itu, kata Andreas, tumbler SUUMO juga terbuat dari material Stainless Steel 304 yang mampu menjaga suhu air dingin maupun panas dengan baik hingga 12 jam.   Tumbler SUUMO memiliki desain trendy dengan berbagai varian. Misalnya, bagi yang gemar berolah raga di gym atau jogging, tumblernya dibuat dengan desain sporty. Tidak hanya itu, tumbler Suumo ada yang bisa disimpan dalam saku.  Bagi yang suka minum kopi, Suumo juga menyediakan tumbler yang dapat menjaga kopi tetap panas.   “Bahkan Suumo Coffee Tumbler menjadi produk best seller kami. Desainnya juga kekinian dan minimalis, sehingga praktis dibawa kemana saja,” tutur Andreas.  Tumbler Suumo memiliki banyak pilihan warna dan ukuran yang bisa dipilih. Di antaranya ada warna hitam, biru, putih, pink, merah, ungu, hijau, dan lain-lain,  bahkan ada warna motif. Sedang ukuran produk yang tersedia mulai dari 190 ml, 220 ml, 280 ml, 300 ml, 350 ml, 380 ml, hingga 500 ml.  “Untuk harga, kami menawarkan harga yang relatif bersahabat mulai Rp60 ribuan sampai Rp90 ribuan,” kata Andreas.   Tumbler Suumo bisa dipesan di Suumo Official Shop Shopee atau melalui media sosial instagram @suumoofficial.  “Pengemasan dijamin aman sampai ke tangan customer,” ujarnya.

Sumber: Media Indonesia

Cara Membuat Paspor untuk Bayi dan Anak-anakbu

Siapa saja yang bepergian ke luar negeri wajib memiliki paspor, termasuk di antaranya anak-anak. Bagaimana cara membuat paspor untuk anak?

Paspor jadi syarat dokumen resmi yang diperlukan untuk berlibur ke luar negeri. Paspor wajib dimiliki siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak.
Lantas, bagaimana cara membuat paspor untuk bayi dan anak?

Paspor anak berbeda dengan paspor dewasa. Paspor anak hanya berlaku selama lima tahun, sedangkan paspor orang dewasa bisa berlaku hingga 10 tahun

Dokumen apa saja yang harus disiapkan?
Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan saat akan membuat paspor untuk anak. Berikut di antaranya.

Dokumen wajib
– Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) orang tua (ayah atau ibu) yang masih berlaku, atau surat keterangan pindah ke luar negeri.
– Kartu Keluarga
– Akte Kelahiran/Surat Baptis/Ijazah
– Akta Perkawinan atau buku nikah orang tua

Dokumen kondisional
– Jika sudah berganti nama, siapkan surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang.
– Jika kebutuhannya adalah mengganti paspor, siapkan paspor lama.
– Jika orang tua sudah meninggal dunia, siapkan akta kematian.
– Jika orang tua bercerai, siapkan putusan pengadilan mengenai hak asuh dan/atau hak perwalian anak.
– Jika anak berkewarganegaraan ganda terbatas, siapkan affidavit dan paspor kebangsaan (apabila sudah punya).
– Dokumen pendukung lainnya yang dapat meyakinkan status perwalian anak (jika perlu).
– Dokumen pendukung lainnya yang dapat meyakinkan dan menjamin keberadaan anak selama di luar negeri (jika perlu).

– Jika anak berstatus WNI tetapi lahir di luar Indonesia, pengajuan bisa dilakukan di pejabat imigrasi perwakilan Republik Indonesia di negara tersebut. Syaratnya, membawa paspor biasa miliki ayah atau ibu WNI.
– Surat keterangan lahir dari perwakilan Republik Indonesia.

Cara membuat paspor anak

Dalam pembuatan paspor anak, orang tua bisa mengajukan permohonan secara manual atau daring. Pada dasarnya, cara membuat paspor anak sama dengan dewasa.

Untuk mengajukan permohonan manual, orang tua bisa datang langsung ke kantor imigrasi terdekat. Sedangkan untuk permohonan daring, bisa dilakukan melalui aplikasi M-Paspor.

Dokumen yang disiapkan untuk mengajukan pembuatan paspor akan diserahkan ke pihak imigrasi. Jika melalui aplikasi, maka penyerahan dokumen dilakukan dengan cara menginputnya ke aplikasi M-Paspor.

Jika melalui daring, maka aplikasi M-Paspor bisa diunduh dari App Store atau Google Play di ponsel. Lalu, akan ada panduan bagaimana cara mengajukan permohonan pembuatan paspor anak di aplikasi tersebut.

Dalam pembuatan paspor anak, orang tua bisa mengajukan permohonan secara manual atau daring. Pada dasarnya, cara membuat paspor anak sama dengan dewasa.

Untuk mengajukan permohonan manual, orang tua bisa datang langsung ke kantor imigrasi terdekat. Sedangkan untuk permohonan daring, bisa dilakukan melalui aplikasi M-Paspor.

Dokumen yang disiapkan untuk mengajukan pembuatan paspor akan diserahkan ke pihak imigrasi. Jika melalui aplikasi, maka penyerahan dokumen dilakukan dengan cara menginputnya ke aplikasi M-Paspor.

Jika melalui daring, maka aplikasi M-Paspor bisa diunduh dari App Store atau Google Play di ponsel. Lalu, akan ada panduan bagaimana cara mengajukan permohonan pembuatan paspor anak di aplikasi tersebut.

Sumber: CNN Indonesia